{"id":2446,"date":"2020-07-30T14:49:31","date_gmt":"2020-07-30T06:49:31","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/?p=2446"},"modified":"2020-07-30T16:20:58","modified_gmt":"2020-07-30T08:20:58","slug":"tinggalkan-mas-nadhiem-rebut-kembali-kemandirian-pendidikan-muhammadiyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=2446","title":{"rendered":"Tinggalkan Mas Nadhiem, Rebut Kembali Kemandirian Pendidikan Muhammadiyah"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Oleh<strong> NURBANI YUSUF <\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pendidikan nasional telah kehilangan visi. Untuk apa terus diikuti?<\/em> <em>Muhammadiyah menjawab setiap problem keumatan dan kebangsaan dengan karya dan kerja keras. <\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-drop-cap wp-block-paragraph\">Seyogyanya sudah tidak lagi ada visi rektor, visi direktur, visi\nkepala sekolah, visi ketua, visi pengurus atau majelis dan lainnya. Semua\nbergerak dalam satu saf yang rapat dan sepemikiran: visi Muhammadiyah!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak ada kata-kata kritik untuk kemandirian <em>perkoempoelan<\/em> yang digagas Kyai Ahmad Dahlan lebih 100 tahun ini. Semua\nyang dia gagas dan dilakukan seakan menjadi obor di tengah kegelapan. Kyai\nDahlan seperti hendak menjawab tesis Syaikh Abduh tentang Islam tertutup oleh\numatnya, <em>al Islamu mahjubun bil muslimiin<\/em>.\nUntuk apa mengekor? Bukankah sejak awal Muhammadiyah adalah pelopor dan\npembaharu?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita juga butuh figur yang berani mendobrak rutinitas monoton\nuntuk menghasilkan lompatan kemajuan dalam pendidikan. Dan Kyai Dahlan telah\nmelakukan dengan penuh keberanian. Dia telah membuka hijab jumud yang menutupi\nIslam dengan berbagai risiko yang bermunculan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendidikan di negeri ini stagnan selama hampir dua atau tiga\ntahun terakhir dan menuju ke banyak <em>mudharat<\/em>.\nMungkin karena yang mengurus pendidikan tak punya konsep dan tak paham apa itu\nhakikat pendidikan. Kita tidak punya filusuf pendidikan sekelas Prof. Daoed\nJoesoef atau Prof. Fuad Hasan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maaf, pendidikan sekarang cenderung berbasis proyek dan suka\nberubah tapi tidak substantif, kehilangan ruh, banyak mata pelajaran, sarat konten\ntapi tidak berguna. Kita butuh perubahan \u201cradikal\u201d untuk mengurai benang kusut\nyang membelit pendidikan saat ini. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ironisnya, Muhammadiyah yang di awal berdirinya jadi pelopor\nperubahan pendidikan, malah mengekor ke pemerintah dan lebih buruk karena\nsumber pembiayaan terbatas. Padahal, persyarikatan ini sudah punya model\npendidikan modern-klasik yang sudah teruji, yakni <em>Mu\u2019alimin<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Mu\u2019alimin <\/em>adalah bukti\nkonkret, bahwa Muhammadiyah telah mampu mandiri membangun sistem, visi dan\nmodel pendidikan yang tidak bergantung pada kebijakan penguasa dan kemampuan\nmelakukan adaptasi yang tinggi dengan tidak meninggalkan regulasi. Ini pikiran\nutamanya. Mestinya <em>Mu\u2019alimin<\/em> itu yang\ndijadikan model dan rujukan semua sekolah Muhammadiyah, bukan model pendidikan\npemerintah yang \u201cmodern\u201d tapi berisik atau mencari model baru yang belum\nteruji. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya optimistis, ke depan Muhammadiyah memiliki kemampuan dan\npotensi melakukan rekonstruksi dan menawarkan model pendidikan alternative. Hal\nitu sebagaimana gagasan Kyai Dahlan pada awal berdirinya, dengan memadukan ilmu\numum (ilmu sekuler) dan ilmu agama dalam satu atap. Meski pada awalnya banyak dicerca,\nnamun pada akhirnya dijadikan model pendidikan nasional. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Muhammadiyah mempunyai kemandirian itu. Sekarang tinggal\nbagaimana mengelola menjadi sebuah kekuatan perubahan dan gerakan nasional\npendidikan dalam satu saf yang rapat, se-pemikiran, sevisi, se-<em>manhaj<\/em> dan setujuan. Dengan demikian, tidak\nada lagi: visi rektor, visi kepala sekolah, visi direktur, visi ketua, visi\npengurus dan lainnya. Semuanya begerak sepemikiran dalam satu visi: visi\nMuhammadiyah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peran kemandirian ini harus diambil kembali, bukan mengekor\napalagi menghamba kepada pemerintah. Kalaupun harus melibatkan pemerintah,\nmesti diposisikan sebagai mitra yang duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.\nMuhammadiyah punya modal sosial dan modal politik berbasis keumatan yang menjadi\nteladan (<em>khairu umah<\/em>). Dan, yang\nterpenting, Muhammadiyah memiliki tradisi sebagai pembaharu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukankah pikiran-pikiran brilian kerap lahir dari rahim <em>perkoempoelan<\/em> ini? Sebut saja, misalnya\ngagasan kampus terpadu Prof. Malik Fadjar yang menginspirasi banyak kampus di\nseluruh negeri. Kemudian disusul ide rumah sakit kampus dan hotel kampus,taman\nwisata kampus, juga SPBU, agar kampus mandiri dari sisi finansial. Itu semua\nmenegasi, bahwa Muhammadiyah mampu menyuguhkan banyak model pendidikan yang\nteruji dan telah terbukti. Model pendidikan yang ditawarkan Muhammadiyah masih\nsangat kokoh dan relevan dengan kebutuhan zaman. Sebab, Muhammadiyah mempunyai\nbanyak kader potensial dengan pikiran brilian. <em>Happy Milad<\/em>, Muhammadiyah (*).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">*) <em>Penulis adalah dosen\nUniversitas Muhammadiyah Malang, Ketua PDM Kota Batu, Penggerak Komunitas\nPadhang Makhsyar.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh NURBANI YUSUF Pendidikan nasional telah kehilangan visi. Untuk apa terus diikuti? <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=2446\" title=\"Tinggalkan Mas Nadhiem, Rebut Kembali Kemandirian Pendidikan Muhammadiyah\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":2374,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[98],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2318],"class_list":["post-2446","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-gerak"],"authors":[{"term_id":2318,"user_id":4,"is_guest":0,"slug":"hartoko","display_name":"Suhartoko","avatar_url":{"url":"https:\/\/girimu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wp-17258019513934313889963333741247.jpg","url2x":"https:\/\/girimu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wp-17258019513934313889963333741247.jpg"},"author_category":"","first_name":"Hartoko","last_name":"","user_url":"","job_title":"Redaktur senior","description":"Redaktur senior "}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2446","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2446"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2446\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2448,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2446\/revisions\/2448"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2374"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2446"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2446"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2446"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=2446"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=2446"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}