{"id":2489,"date":"2020-09-07T23:03:08","date_gmt":"2020-09-07T15:03:08","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/?p=2489"},"modified":"2020-09-07T23:03:12","modified_gmt":"2020-09-07T15:03:12","slug":"umat-islam-berduka-tokoh-muhammadiyah-dan-mantan-menteri-prof-malik-fadjar-meninggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=2489","title":{"rendered":"Umat Islam Berduka, Tokoh Muhammadiyah dan Mantan Menteri, Prof Malik Fadjar Meninggal"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>GIRImu.com<\/em><\/strong> &#8211; Umat Islam Indonesia, khususnya warga persyarikatan Muhammadiyah berduka. Prof Dr H. Abdul Malik Fadjar, MSc, Menteri Agama di era Presiden B.J. Habibie ini meninggal dunia, Senin (7\/9\/2020) sekitar 19.00 WIB di Jakarta.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Beliau\nwafat pada jam 19.00 WIB. Mohon doanya,&#8221; kata Ketua Umum Pimpinan Pusat\n(PP) Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, seperti dikutip <em>Republika<\/em>,\nSenin (7\/9\/2020).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Abdul Malik Fadjar meninggal dalam usia 81 tahun\nsetelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Mayapada Kuningan, Jakarta. Tokoh\nkelahiran Yogyakarta, 22 Februari 1939 ini telah malang melintang di\npemerintahan, khususnya sejak Era Reformasi. Tak hanya memimpin Kementerian\nAgama pada era Presiden B.J. Habibie, ia juga tercatat pernah menjadi Menteri\nPendidikan Nasional periode 2001-2004. Antara tahun 2015 dan 2019 ia juga\nmenjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI. Sebelumnya, Malik\nFadjar menjabat Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 1983-2000.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Abdul Malik Fadjar dikenal sebagai tokoh bangsa yang sangat peduli\npada dunia pendidikan. Sebagai anak seorang guru yang juga aktivis\nMuhammadiyah, Malik Fadjar adalah sosok yang mewarisi jiwa aktivisme dan kepemimpinan\nayahnya, Fadjar Martodiharjo yang di kalangan Muhammadiyah dikenal sebagai\ntokoh yang bijaksana dan mengayomi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Darah guru terbukti menancap kuat dalam dirinya, terutama sejak ia\nmenjadi guru agama di daerah terpencil di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat\n(NTB) pada 1959, yaitu Sekolah Rakyat Negeri (SRN) Taliwang. Selanjutnya,\nperjalanan hidupnya tak pernah lepas dari dunia pengajaran dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selepas dari SRN Taliwang, ia berturut-turut kemudian mengajar di\nSekolah Guru Bantu (SGB) Negeri dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN)\nSumbawa Besar NTB pada rentang 1960-1963, dosen Tarbiyah Institut Agama Islam\nNegeri (IAIN) Malang pada 1972, dosen dan dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu\nPolitik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hingga 1983, dan kemudian menjadi\nrektor di dua kampus, yaitu di UMM pada 1983-2000 dan Universitas Muhammadiyah\nSurakarta (UMS) pada 1994-1995.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama puluhan tahun menjadi guru di Muhammadiyah, ia tak sekadar\nmenjadi seorang pendidik, tapi juga berkontribusi besar membangun\nsekolah-sekolah Muhammadiyah dan perpustakaan desa di daerah Yogyakarta dan\nMagelang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesuksesannya dalam mengembangkan pendidikan, terutama pendidikan\nIslam, membuat namanya kian disegani dalam dunia pendidikan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terlebih, Malik Fadjar mampu membawa UMM yang semula tak begitu\ndipandang menjadi kampus yang amat disegani dalam konteks nasional bahkan\ninternasional. Hal itu membuatnya dipercaya sebagai Menteri Agama di era\nPresiden B.J. Habibie pada 1998-1999 dan Menteri Pendidikan Nasional di era\nkepemimpinan Megawati Soekarnoputri 2001-2004.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan, ia juga sempat menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan\nRakyat (Menko Kesra) ad-interim menggantikan Jusuf Kalla yang ketika itu\nmencalonkan diri sebagai wakil presiden pada Pemilu 2004. Di samping itu, Malik\njuga aktif di Ikatan Cendekiwan Muslim Indonesia (ICMI) dan Himpunan Indonesia\nuntuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jati diri Malik Fadjar sebagai\nseorang pendidik, begitu pula karakter kepemimpinannya yang memiliki pengaruh\ndemikian besar itu tidak terjadi begitu saja. Dari riwayat pendidikannya,\nterlihat bahwa ia memang memiliki&nbsp;<em>passion<\/em>&nbsp;yang\namat besar untuk menjadi seorang guru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Malik Fadjar memulai pendidikannya di SRN Pangenan Kertoyudan,\nMagelang, Jawa Tengah pada 1947. Ia selanjutnya bersekolah di Pendidikan Guru\nAgama Pertama Negeri (PGAPN) Magelang pada 1953 dan Pendidikan Guru Agama Atas\nNegeri (PGAAN) Yogyakarta pada 1957.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia kemudian kuliah di IAIN Sunan Ampel Malang pada 1963 dan meraih\ngelar Sarjana Pendidikan Kemasyarakatan Islam pada 1972. Tujuh tahun\nsetelahnya, yaitu pada 1979, ia melanjutkan studinya di Florida State\nUniversity, Amerika Serikat, dan meraih gelar <em>Master of Science<\/em> di bidang pengembangan pendidikan pada 1981.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepakarannya di bidang pendidikan kian lengkap setelah Malik Fadjar\ndikukuhkan sebagai Guru Besar pada Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya pada\n1995. Kemudian pada 2001, ia mendapat gelar kehormatan Doktor Honoris Causa di\nbidang kependidikan Islam dari Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah\nJakarta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Tak perlu diragukan lagi, pada diri tokoh pendidikan yang\ntak pernah berhenti berkarya ini, mengalir darah guru dan darah\nMuhammadiyah,&#8221; demikian ungkap Anwar Hudijono, penulis perjalanan hidup\nMalik Fadjar, seperti dikutip <em>ngopibareng.id<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sungguh lengkap kiprah Malik Fadjar, mulai dari praktisi\npendidikan paling dasar, birokrat pendidikan, hingga cendekiawan Muslim yang\nsenantiasa berpikir soal kemajuan bangsanya. Ibarat pena, Malik Fadjar adalah\ntinta yang tak pernah habis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Guru adalah jiwanya. Penghayatan terhadap filosofi guru menjadikannya seorang guru yang sebenar-benarnya guru, hingga menjadi menterinya para Guru (Mendiknas) di negeeri ini. <strong><em>(sto)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GIRImu.com &#8211; Umat Islam Indonesia, khususnya warga persyarikatan Muhammadiyah berduka. Prof Dr <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=2489\" title=\"Umat Islam Berduka, Tokoh Muhammadiyah dan Mantan Menteri, Prof Malik Fadjar Meninggal\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":2490,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[101],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2318],"class_list":["post-2489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kabar"],"authors":[{"term_id":2318,"user_id":4,"is_guest":0,"slug":"hartoko","display_name":"Suhartoko","avatar_url":{"url":"https:\/\/girimu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wp-17258019513934313889963333741247.jpg","url2x":"https:\/\/girimu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wp-17258019513934313889963333741247.jpg"},"author_category":"","first_name":"Hartoko","last_name":"","user_url":"","job_title":"Redaktur senior","description":"Redaktur senior "}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2489"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2489\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2491,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2489\/revisions\/2491"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2490"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2489"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=2489"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=2489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}