{"id":25250,"date":"2023-12-05T16:35:17","date_gmt":"2023-12-05T08:35:17","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2023\/12\/05\/selamatkan-organisasi-imm-bukan-boneka-kekuasaan\/"},"modified":"2023-12-05T16:35:17","modified_gmt":"2023-12-05T08:35:17","slug":"selamatkan-organisasi-imm-bukan-boneka-kekuasaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=25250","title":{"rendered":"Selamatkan Organisasi: IMM Bukan Boneka Kekuasaan"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>Oleh: <strong>Ghifar Hawary<\/strong><\/p>\n<p>BANDUNGMU.COM \u2014 Dalam mengemban peran sebagai mahasiswa, organisasi dengan idealisme adalah pondasi utama yang melekat erat.<\/p>\n<p>Identitas seorang mahasiswa tidak hanya tercermin dari pengetahuan yang dimilikinya. Namun, juga dari kesetiaannya terhadap nilai-nilai yang diyakininya.<\/p>\n<p>Sejalan dengan hal tersebut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) muncul sebagai wadah bagi mahasiswa yang memiliki paham keislaman Muhammadiyah sebagai pedoman utama.<\/p>\n<p>Namun, menjadi mahasiswa bukanlah sekadar tunduk pada satu ideologi. Ini adalah langkah yang mengharuskan kita memandang organisasi ini sebagai mitra kritis dan strategis dalam pembentukan karakter dan pemikiran.<\/p>\n<p>IMM harus berdiri sebagai penjaga nilai kritis, bukan sekadar boneka yang dikendalikan oleh pemangku kekuasaan.<\/p>\n<p>Metode penulisan ini mengusung pendekatan piramida terbalik, dimulai dari dasar yang kuat, yakni identitas mahasiswa yang melekat dengan idealisme.<\/p>\n<p>IMM seharusnya tidak hanya menjadi peserta kuliah. Namun, juga aktor yang membentuk wajah kampus dengan kontribusi positif dan kritisnya.<\/p>\n<p>Organisasi ini haruslah menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang sebagai individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi peka terhadap realitas sosial yang dihadapi.<\/p>\n<p>Pergulatan pemikiran dan idealisme di sini bukanlah batasan, melainkan batu loncatan untuk menciptakan mahasiswa yang berdaya dan berpikiran tajam.<\/p>\n<p>IMM harus menjadi mitra kritis dan strategis. Pasalnya tidak hanya dengan memandang organisasi ini sebagai tempat diskusi, refleksi, dan tindakan kritis, mahasiswa dapat benar-benar memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Kekuasaan yang seharusnya dipertanyakan dan dinilai, bukan diikuti begitu saja.<\/p>\n<p>Namun, perlu diingat bahwa kritis bukan berarti membangkang tanpa arah. IMM sebagai organisasi mahasiswa seharusnya mampu berfungsi sebagai penyeimbang kebijakan dan langkah penguasa, bukan sebagai alat pengukur kepatuhan buta.<\/p>\n<p>Kemandirian organisasi ini harus senantiasa dijaga sehingga tidak menjadi boneka yang bergerak sesuai skenario orang lain.<\/p>\n<p>Pentingnya menjaga identitas idealis mahasiswa Muhammadiyah melibatkan pandangan kritis terhadap peran organisasi ini.<\/p>\n<p>IMM harus lebih dari sekadar entitas yang bersifat simbolis: ia harus menjadi mitra kritis dan strategis dalam membentuk pola pikir mahasiswa.<\/p>\n<p>Organisasi ini seharusnya tidak menjadi budak dari pemangku kekuasaan. Namun, sebaliknya, harus memiliki otonomi untuk memberikan sumbangan positif kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Menyinggung organisasi sebagai mitra kritis dan strategis, artinya melihat IMM sebagai panggung untuk berdiskusi, merenung, dan bertindak kritis terhadap realitas sosial.<\/p>\n<p>Mempertanyakan dan mengevaluasi kebijakan penguasa adalah langkah yang diperlukan agar mahasiswa dapat berperan sebagai agen perubahan yang positif.<\/p>\n<p>Namun, bahaya mengintai ketika organisasi menjadi budak penguasa. Kebebasan berpikir dan bertindak terancam ketika organisasi hanya berfungsi sebagai alat pengukur kepatuhan buta.<\/p>\n<p>Keberanian untuk menyuarakan kritik dan pandangan alternatif menjadi redup sehingga organisasi kehilangan esensinya sebagai garda terdepan yang membela kepentingan mahasiswa.<\/p>\n<p>Pentingnya IMM tidak menjadi boneka penguasa mencuat ketika kita melihat risiko yang melekat. Organisasi yang kehilangan otonomi dapat terjebak dalam kebijakan yang mungkin tidak selalu mengutamakan kepentingan mahasiswa.<\/p>\n<p>Bahkan, ia dapat menjadi instrumen yang membungkam suara-suara kritis yang seharusnya menjaga keseimbangan dalam sebuah masyarakat.<\/p>\n<p>Selamatkan organisasi ini dari potensi menjadi boneka kekuasaan. Mari kita jadikan IMM sebagai garda terdepan mahasiswa Muhammadiyah yang tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak untuk kebaikan bersama.<\/p>\n<p>Dengan demikian, IMM akan tetap menjadi wadah yang mampu membentuk karakter dan pemikiran kritis mahasiswa Muhammadiyah untuk generasi-generasi yang akan datang.<\/p>\n<p>Pada akhir tulisan ini, harapan terangkum dalam seruan untuk senantiasa menjaga karakter IMM.<\/p>\n<p>Kemandirian, kritis, dan strategis harus senantiasa mengalir dalam setiap langkah dan keputusan yang diambil.<\/p>\n<p>Dengan begitu, IMM dapat tetap menjadi kekuatan yang membangun karakter mahasiswa Muhammadiyah. Bukan hanya untuk saat ini, melainkan untuk generasi-generasi yang akan datang.***<\/p>\n<\/div>\n<p><script defer async src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js?ver=1.0.7#xfbml=1&amp;version=v9.0&amp;appId=1703072823350490&amp;autoLogAppEvents=1\" id=\"wpmedia-fb-js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/selamatkan-organisasi-imm-bukan-boneka-kekuasaan\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Ghifar Hawary BANDUNGMU.COM \u2014 Dalam mengemban peran sebagai mahasiswa, organisasi dengan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=25250\" title=\"Selamatkan Organisasi: IMM Bukan Boneka Kekuasaan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":25251,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[560,559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-25250","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-breaking-news","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25250","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25250"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25250\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/25251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25250"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25250"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25250"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=25250"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=25250"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}