{"id":26783,"date":"2024-01-10T12:44:11","date_gmt":"2024-01-10T04:44:11","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2024\/01\/10\/digitalisasi-aset-dan-big-data-muhammadiyah\/"},"modified":"2024-01-10T12:44:11","modified_gmt":"2024-01-10T04:44:11","slug":"digitalisasi-aset-dan-big-data-muhammadiyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=26783","title":{"rendered":"Digitalisasi Aset dan Big Data Muhammadiyah"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>BANDUNGMU.COM \u2013 Memahami situasi serta kondisi Muhammadiyah melalui berbagai pendekatan, dengan upaya melihat keadaan secara objektif, adalah hal yang membuat bangga bagi warga persyarikatan.<\/p>\n<p>Pimpinan, pengurus, dan anggota persyarikatan sadar bahwa perkembangan beragam jenis Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di banyak daerah, bahkan di luar negeri, adalah hal yang terlihat saat ini.<\/p>\n<p>Kerja keras dari pimpinan, pengurus, anggota, dan bahkan simpatisan dalam menginisiasi lahirnya Amal Usaha yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan setiap tingkatan Muhammadiyah adalah nilai tambahnya.<\/p>\n<p>Kelebihan yang dimiliki Muhammadiyah dalam tingkat persyarikatan tidak menghalangi partisipasi dan kontribusinya.<\/p>\n<p>Meskipun pada tingkat ranting, Muhammadiyah dan jemaahnya berhasil membuktikan kesungguhan untuk memberdayakan dan memajukan diri, yang menghasilkan aset-aset bagi persyarikatan, baik yang bergerak maupun yang tidak.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, ada ranting Muhammadiyah di Jawa Tengah yang luar biasa karena memiliki pabrik kayu yang produknya sudah diekspor ke luar negeri.<\/p>\n<p>Kehadiran Muhammadiyah sebagai entitas muslim mampu menunjukkan peran dan kontribusinya dalam gerakan pembaruan Islam yang sesuai dengan kehendak Ilahi Rabbi.<\/p>\n<p>Semangat dan usaha keras Kiai Dahlan dalam menjelmakan persyarikatan masih terasa hingga kini.<\/p>\n<p>Semangat itu menjadi motivasi bagi generasi-generasi penerus untuk tetap mengawal Muhammadiyah agar tetap kokoh, maju, dan berkembang.<\/p>\n<p>Semua upaya yang dilakukan oleh Kiai Dahlan, anggota, dan jemaahnya, merupakan hasil nyata dari ide dan gagasan yang telah menghasilkan aset berharga bagi Muhammadiyah.<\/p>\n<p>Panorama yang luas memperlihatkan bendera-bendera Muhammadiyah berkibar di banyak tempat, dengan AUM terus berkembang, bahkan melintasi batas negara.<\/p>\n<p>Namun, dalam menghadapi disrupsi era global, responsivitas persyarikatan masih terbilang lambat, terutama terhadap fenomena digitalisasi kehidupan.<\/p>\n<p>Penggunaan big data sebagai kekuatan dalam era digital belum terorganisir dengan baik dalam struktur teknologi persyarikatan.<\/p>\n<p>Meskipun Muhammadiyah memiliki ratusan perguruan tinggi yang tersebar di ibu kota provinsi di Indonesia.<\/p>\n<p>Muhammadiyah memiliki potensi besar dengan para ahli teknologi digital yang dimilikinya.<\/p>\n<p>Jika gerakan sebesar Muhammadiyah memiliki big data yang terkait dengan semua asetnya, hal itu bisa menjadi tantangan bagi kepentingan kapitalis global.<\/p>\n<p>Muhammadiyah mungkin menjadi ancaman bagi pihak-pihak tertentu yang terganggu dengan wilayah keserakahan mereka.<\/p>\n<p>Muhammadiyah harus menghindari kejadian yang menimpa peradaban Islam pada abad pertengahan yang berakhir karena kelalaian terhadap keberlanjutan.<\/p>\n<p>Keberlangsungan peradaban tergantung pada kesinambungan dari para filosof dan ilmuwan yang terus berinovasi.<\/p>\n<p>Muhammadiyah perlu menyadari potensi besar yang dimilikinya dan mengelola aset-asetnya dengan baik. Digitalisasi aset menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi ini.<\/p>\n<p>Dengan pengelolaan yang tepat, Muhammadiyah dapat memiliki posisi lebih kuat di tataran global sebagai organisasi sosial yang memegang peranan penting.<\/p>\n<p>Melalui pembelajaran yang tepat, Muhammadiyah dapat melatih generasi penerusnya menjadi ujung tombak dalam menyebarkan pemahaman Islam yang modern, maju, dan progresif di mana pun mereka berada.<\/p>\n<p>Sistem pembelajaran juga harus mampu mengubah pola pikir pembelajar menjadi lebih kritis, kreatif, inovatif, progresif, dan akseleratif.<\/p>\n<p>Digitalisasi aset bukan sekadar mengumpulkan data. Namun, menghidupkan data tersebut untuk menggerakkan persyarikatan ke depan.<\/p>\n<p>Monster-monster digital saat ini berkembang karena data yang dimilikinya digunakan secara efektif. Indonesia sebagai konsumen aktif dalam ranah digital memiliki peran penting dalam hal ini.<\/p>\n<p>Dari ratusan juta penduduknya, banyak yang telah menggunakan kuota internet dengan rata-rata pengeluaran minimal sekitar Rp 50.000-100.000 per bulan.<\/p>\n<p>Jika kita kalikan dengan jumlah penduduk yang mencapai 200 juta dan menggunakan smartphone, maka jumlah uang yang masuk ke dalam ekosistem digital bisa mencapai angka triliunan rupiah setiap bulannya.<\/p>\n<p>Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk mewujudkan visi tersebut dengan mengikuti ajaran Islam yang sesuai dengan zaman, dengan menggunakan teknologi yang lebih maju.<\/p>\n<p>Jika digarap dengan baik, Muhammadiyah dapat menjadi lambang peradaban Islam di dunia pada abad ini.***<\/p>\n<\/div>\n<p><script defer async src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js?ver=1.0.7#xfbml=1&amp;version=v9.0&amp;appId=1703072823350490&amp;autoLogAppEvents=1\" id=\"wpmedia-fb-js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/digitalisasi-aset-dan-big-data-muhammadiyah\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM \u2013 Memahami situasi serta kondisi Muhammadiyah melalui berbagai pendekatan, dengan upaya <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=26783\" title=\"Digitalisasi Aset dan Big Data Muhammadiyah\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":15356,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[560,559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-26783","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-breaking-news","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26783","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26783"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26783\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15356"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26783"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=26783"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=26783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}