{"id":27555,"date":"2024-02-11T12:39:40","date_gmt":"2024-02-11T04:39:40","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2024\/02\/11\/inilah-sejarah-penamaan-12-bulan-hijriah\/"},"modified":"2024-02-11T12:39:40","modified_gmt":"2024-02-11T04:39:40","slug":"inilah-sejarah-penamaan-12-bulan-hijriah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=27555","title":{"rendered":"Inilah Sejarah Penamaan 12 Bulan Hijriah"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>BANDUNGMU.COM \u2014 Bulan-bulan dalam kalender Hijriah ternyata memiliki sebab penamaan dan latar belakang yang unik.<\/p>\n<h4>Muharram<\/h4>\n<p>Bulan pertama dalam kalender Hijriah ini dinamakan Muharram berarti yang dihormati atau yang terhormat.<\/p>\n<p>Pasalnya bulan ini termasuk dari empat bulan haram yang dihormati oleh orang-orang Arab pada zaman dahulu sehingga mengharamkan terjadinya peperangan pada bulan-bulan ini.<\/p>\n<p>Empat bulan tersebut tiga di antaranya terjadi berurutan: Dzul Qo\u2019dah, Dzul Hijjah, dan Muharram, sedangkan satu di antaranya yang terlepas dari ketiganya adalah Rajab.<\/p>\n<p>Hal ini seperti lafdzul jalalah atau lafadz \u201cAllah\u201d yang terdiri atas alif, lam, lam, dan ha\u2019.<\/p>\n<p>Huruf alif terpisah dan berdiri sendiri sebagaimana bulan Rajab. Sementara itu, huruf-huruf setelahnya, yaitu lam, lam dan ha\u2019 seperti tiga bulan haram yang berurutan.<\/p>\n<p>Penamaan bulan-bulan ini sudah ada sebelum Islam, dan ketika Islam muncul, penamaan ini dibiarkan dan tidak dirubah.<\/p>\n<h4>Shafar<\/h4>\n<p>Bulan ini dinamakan Shafar karena adanya wabah penyakit kuning, sedangkan warna kuning dalam bahasa Arab adalah ashfar.<\/p>\n<p>Ada juga yang mengatakan bahwa sebab penamaannya karena kota-kota pada bulan ini menjadi kosong yang dalam bahasa Arab adalah shifrun karena para penduduknya pergi berperang.<\/p>\n<h4>Rabi\u2019ul Awwal<\/h4>\n<p>Bulan ini dinamakan Rabi\u2019ul Awwal karena di bulan ini terjadi musim gugur, sedangkan kalimat \u201crabi\u2019\u2019\u201d memiliki beberapa arti. Di antaranya hujan di musim semi, sungai kecil, warna hijau pada tumbuh-tumbuhan, dan juga rerumputan yang tumbuh di musim semi.<\/p>\n<h4>Rabi\u2019uts Tsani<\/h4>\n<p>Penamaan bulan ini sebagai Rabi\u2019ut Tsani atau Rabi\u2019ul Akhir tentu saja dengan sebab yang sama dengan penamaan bulan sebelumnya.<\/p>\n<p>Ada juga yang mengatakan bahwa Rabi\u2019ul Awal merupakan awal musim semi, sedangkan Rabi\u2019ul Akhir merupakan inti atau pertengahan musim semi.<\/p>\n<p>Musim semi, menurut masyarakat Arab ada dua arti: musim semi dari arti penamaan bulan tersebut, dan musim semi secara waktu.<\/p>\n<p>Musim semi dalam arti penamaan bulan adalah dua bulan ini: Rabi\u2019ul Awwal dan Rabi\u2019ul Akhir.<\/p>\n<p>Sedangkan musim semi dalam arti waktu adalah waktu dimana bermunculannya tanaman kam\u2019ah (jamur truffle) dan naura\u2019, lalu setelah itu buah-buahan akan mulai tampak.<\/p>\n<h4>Jumadil Awwal<\/h4>\n<p>Kata jumadi menurut orang-orang Arab bermakna musim dingin karena air pada bulan ini membeku (jumud) dan keadaan ini terjadi selama dua bulan berturut-turut.<\/p>\n<p>Karena musim dingin di mayoritas negara Arab memang terkadang cukup ekstrem sebagaimana musim panasnya. Sesekali juga turun salju di beberapa lokasi tertentu dan menjadi hal yang biasa.<\/p>\n<h4>Jumadits Tsani<\/h4>\n<p>Sebagaimana penamaan Jumadil Awwal, penamaan Jumadil Akhir juga mengacu pada keadaan musim yang dingin dan jumud. Bahkan di musim ini juga mulai banyak muncul es karena pembekuan air.<\/p>\n<h4>Rajab<\/h4>\n<p>Ada beberapa pendapat yang mengatakan sebab penamaan bulan Rajab. Di antaranya karena pada bulan ini orang-orang Arab saling mengatakan \u201curjubuu\u201d yang berarti \u201cberhentilah dari perang dan pengepungan\u201d.<\/p>\n<p>Versi lain mengatakan bahwa penggunaan ini sebelumnya karena mereka takut akan perang sebab karena makna lain dari \u201crajab\u201d adalah \u201ctakut\u201d.<\/p>\n<p>Ada juga yang mengatakan bahwa kalimat \u201crajab\u201d berasal dari kata \u201ctarjib\u201d yang berarti pengagungan.<\/p>\n<p>Ada juga yang menyebut bahwa kata \u201crajab\u201d karena bulan Rajab terjadi pada pertengahan tahun, seperti halnya \u201crawajib\u201d atau tulang-tulang jari yang berada di tengah.<\/p>\n<p>Ada juga yang mengatakan bahwa penamaan ini mengacu pada kegiatan pemupukan pohon.<\/p>\n<h4>Sya\u2019ban<\/h4>\n<p>Dinamakan Sya\u2019ban dari asal kata sya\u2019b atau bangsa, suku, dan sekelompok orang. Pada bulan ini dahulu orang-orang Arab berkelompok-kelompok (tasya\u2019ub) atau berpencar dalam mencari air.<\/p>\n<p>Ada juga yang mengatakan bahwa penamaan ini terkait dengan penampakan bulan ini di antara dua bulan yang mulia: Rajab dan Ramadan. Maka mereka kemudian menggambarkan bulan ini dengan penuh kemuliaan.<\/p>\n<h4>Ramadan<\/h4>\n<p>Sebab penamaan bulan ini adalah karena bulan ini sering kali bertepatan dengan musim panas sehingga suhu udaranya menjadi sangat panas.<\/p>\n<p>Walaupun ada juga yang mengatakan bahwa penamaan Ramadan ini karena di dalamnya terampuni dosa-dosa bagaikan api yang membakar habis dosa-dosa yang ada.<\/p>\n<p>Dahulu orang-orang Arab jahiliah menamakannya Al- Asham\u201datau tuli. Saat bulan ini tiba tidak terdengar suara senjata karena mereka terlarang untuk berperang di dalamnya, kemungkinan juga karena kondisi yang sangat panas itu.<\/p>\n<h4>Syawal<\/h4>\n<p>Dinamakan Syawal dari kata syawwiluu atau yang bermakna pergilah. Ada juga yang mengatakan bahwa kata Syawal merujuk pada gerakan ekor unta yang bergerak karena memasuki musim kawin unta.<\/p>\n<p>Maka dari itu orang-orang Arab di masa jahiliah melarang pernikahan di bulan Syawal. Sedangkan Islam datang untuk menghentikan tradisi yang kurang baik seperti ini dan menjadikan pernikahan di bulan Syawal adalah bernilai sunah.<\/p>\n<h4>Dzul Qa\u2019dah<\/h4>\n<p>Bulan ini dinamakan Dzul Qa\u2019dah karena dahulu pada bulan ini merupakan bulan duduk (duduk dalam bahasa Arab adalah qu\u2019uud).<\/p>\n<p>Karena di dalamnya orang-orang Arab pada masa itu berhenti dari peperangan dan berpergian jauh sebagai persiapan menjelang bulan haji yang akan datang setelahnya. Selain itu, bulan ini juga merupakan salah satu bulan haram.<\/p>\n<h4>Dzul Hijjah<\/h4>\n<p>Bulan ini dinamakan Dzul Hijjah karena dahulu orang-orang Arab berhaji pada bulan ini. Begitu juga karena rangkaian ibadah haji selesai dan sempurna pada bulan ini.<\/p>\n<p>Karena rangkaian bulan haji ada tiga bulan berturut-turut: Syawwal, Dzul Qa\u2019dah, dan Dzul Hijjah, dan ibadah haji tidak diterima selain pada bulan-bulan ini.***(Muhammad Utama Al Faruqi)<\/p>\n<p>____<\/p>\n<p>Sumber: muhammadiyah.or.id<\/p>\n<p>Editor: FA<\/p>\n<\/div>\n<p><script defer async src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js?ver=1.0.7#xfbml=1&amp;version=v9.0&amp;appId=1703072823350490&amp;autoLogAppEvents=1\" id=\"wpmedia-fb-js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/inilah-sejarah-penamaan-12-bulan-hijriah\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM \u2014 Bulan-bulan dalam kalender Hijriah ternyata memiliki sebab penamaan dan latar <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=27555\" title=\"Inilah Sejarah Penamaan 12 Bulan Hijriah\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":27556,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[560,559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-27555","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-breaking-news","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27555","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27555"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27555\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/27556"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27555"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27555"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27555"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=27555"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=27555"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}