{"id":28045,"date":"2024-03-10T03:59:15","date_gmt":"2024-03-09T19:59:15","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2024\/03\/10\/mana-yang-lebih-baik-menghafal-atau-memahami-al-quran-ini-penjelasannya\/"},"modified":"2024-03-10T03:59:15","modified_gmt":"2024-03-09T19:59:15","slug":"mana-yang-lebih-baik-menghafal-atau-memahami-al-quran-ini-penjelasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=28045","title":{"rendered":"Mana Yang Lebih Baik, Menghafal Atau Memahami Al-Quran? Ini Penjelasannya"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>BANDUNGMU.COM \u2014 Beberapa tahun terakhir, program atau kegiatan menghafal (tahfidz) Al-Quran menjadi fenomena yang terkesan baru hingga menjadi tren di tengah masyarakat Islam Indonesia.<\/p>\n<p>Pesantren tahfidz, rumah tahfidz, daurAh (pelatihan) tahfidz, program tahfidz, hingga beasiswa bagi penghafal (hafidz) Al-Quran cukup banyak dan berkembang di berbagai tempat di tanah air.<\/p>\n<p>Memang salah satu metode mempelajari Al-Quran yang efektif adalah dengan menghafalnya.<\/p>\n<p>Namun, beberapa pihak yang sebagian di antaranya adalah para akademisi dan pakar pendidikan memandang bahwa kegiatan memahami Al-Quran lebih diperlukan dalam konteks keindonesiaan.<\/p>\n<p>Lalu, bagaimana memandang keduanya ?<\/p>\n<p>Memang terdapat banyak dalil dalam Al-Quran ataupun As-Sunnah yang menunjukkan keutamaan menghafal Al-Quran, baik yang didapat di dunia maupun di akhirat.<\/p>\n<p>Di sisi lain dalam perspektif neurosains, kegiatan menghafal Al-Quran dan mengulang hafalannya (murajaah) juga merangsang proses mielinisasi.<\/p>\n<p>Mielinisasi adalah proses pembentukan mielin sebagai selubung dalam syaraf otak manusia yang berfungsi sebagai penghantar impuls (rangsangan) dalam otak yang bertugas mempercepat arus informasi di otak.<\/p>\n<p>Dengan seperti itu, menjadikan informasi lebih mudah dimunculkan sehingga menjadikan seseorang lebih cerdas dan memiliki memori kuat.<\/p>\n<p>Namun, menghafal Al-Quran tanpa memahami ayat-ayatnya secara terjemah juga dinilai kurang memberikan manfaat, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.<\/p>\n<p>Karena dalam konteks di Indonesia, memahami Al-Quran dinilai lebih dibutuhkan dan lebih diperlukan. Itu disebabkan karena perbedaan bahasa dan latar belakang kondisi sosial masyarakat.<\/p>\n<p>Memahami Al-Quran dengan terjemah tekstual juga sering menimbulkan pemaknaan yang keliru. Begitu juga prakteknya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, untuk memperdalam pemahaman Al-Quran tersebut dibutuhkan pengkajian lain yang lebih mendalam.<\/p>\n<p>Baik itu tafsir, tadabbur, dan tentu saja dikaitkan dengan ilmu pengetahuan lainnya, termasuk di luar lingkup pengetahuan agama Islam.<\/p>\n<p>Mengkaji Al-Quran tidak hanya memberikan informasi tentangnya dan peningkatan spiritual seseorang saja. Namun, juga menghadirkan inspirasi untuk kemajuan umat Islam.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Al-Quran harus dipahami dan dikaji secara utuh karena ayat-ayat Al-Quran memiliki keterhubungan dan menafsirkan satu sama lain.<\/p>\n<p>Maka dari itu, untuk menghadirkan pemahaman yang lebih sempurna, ayat-ayat Al-Quran memang perlu untuk dihafalkan dan setidaknya diingat dengan baik.<\/p>\n<p>Solusi<\/p>\n<p>Pada dasarnya, antara kegiatan menghafal atau memahami keduanya tidak bertentangan dan saling melengkapi serta saling mendukung satu sama lain.<\/p>\n<p>Keduanya sama-sama merupakan interaksi umat Islam kepada Al-Quran yang bisa dilakukan oleh umat Islam selain membacanya.<\/p>\n<p>Namun, dalam konteks kebutuhan umat Islam di Indonesia, pemahaman Al-Quran yang baik lebih dibutuhkan dalam menjelaskan Islam kepada semua orang.<\/p>\n<p>Tentunya agar umat Islam sendiri tidak sekadar membacanya. Namun, juga mengamalkannya dalam keseharian sebagaimana yang dilakukan oleh KH Ahmad Dahlan yang tampak dalam teologi Al-Ashr dan teologi Al-Ma\u2019un.<\/p>\n<p>Menghafal Al-Quran mungkin perlu. Namun, tidak kemudian menjadi kewajiban yang harus diamalkan seluruh umat Islam karena kondisi masing-masing juga tidak menuntut semua orang menghafalkan 30 juz secara utuh.<\/p>\n<p>Tentunya dengan tidak meninggalkan kegiatan memahami Al-Quran agar dalam pengamalannya juga sesuai dengan pemahaman yang benar dan kontekstual.***(Muhammad Utama Al Faruqi)<\/p>\n<p>___<\/p>\n<p>Sumber: muhammadiyah.or.id<\/p>\n<p>Editor: FA<\/p>\n<\/div>\n<p><script defer async src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js?ver=1.0.7#xfbml=1&amp;version=v9.0&amp;appId=1703072823350490&amp;autoLogAppEvents=1\" id=\"wpmedia-fb-js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/mana-yang-lebih-baik-menghafal-atau-memahami-al-quran-ini-penjelasannya\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM \u2014 Beberapa tahun terakhir, program atau kegiatan menghafal (tahfidz) Al-Quran menjadi <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=28045\" title=\"Mana Yang Lebih Baik, Menghafal Atau Memahami Al-Quran? Ini Penjelasannya\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":28046,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[560,559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-28045","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-breaking-news","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28045","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28045"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28045\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28046"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28045"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28045"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28045"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=28045"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=28045"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}