{"id":28108,"date":"2024-03-13T00:15:15","date_gmt":"2024-03-12T16:15:15","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2024\/03\/13\/puasa-ramadhan-dan-transformasi-kepribadian-menuju-insan-bertakwa-dan-tawadu\/"},"modified":"2024-03-13T00:15:15","modified_gmt":"2024-03-12T16:15:15","slug":"puasa-ramadhan-dan-transformasi-kepribadian-menuju-insan-bertakwa-dan-tawadu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=28108","title":{"rendered":"Puasa Ramadhan dan Transformasi Kepribadian: Menuju Insan Bertakwa dan Tawadu"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh: <strong>Haedar Nashir, <\/strong><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BANDUNGMU.COM \u2014 Puasa Ramadhan datang kembali. Marhaban ya Ramadhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap muslim, betapapun kadang-kadang atau sering berbeda awal memulai puasa atau saum Ramadhan, jangan lupa tujuan berpuasa yakni menjadi insan yang semakin bertakwa. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak perlu bertengkar karena perbedaan. Lebih-lebih yang berpotensi menghilangkan makna, hakikat, dan fungsi utama berpuasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh merugi, bila berpuasa diwarnai perselisihan yang dapat merusak puasa itu sendiri. Bukankah setiap muslim diajari tasamuh atau toleransi dalam perbedaan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila berbeda keyakinan beragama saja mampu bertoleran, kenapa dalam perbedaan praktik beribadah sesama muslim mesti berselisih yang mengarah konflik. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika muslim sedang berpuasa diajak bertengkar, bukankah Nabi mengajarkan agar menahan diri, \u201cinni sha\u2019imun\u201d. Aku sedang berpuasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah perbedaan itu hikmah. Tapi ada tantangan bagi umat Islam sedunia. Bagaimana ke depan mencari ijtihad solutif bagi seluruh dunia muslim untuk memberi kepastian tentang disepakatinya kalender Hijriah Islam global tunggal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malu rasanya di era abad ilmu pengetahuan dan hadirnya kalender Masehi yang telah lama jadi rujukan pasti, kaum muslim sejagat masih berkutat pada ketidakpastian dalam penentuan kehadiran bulan baru. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh umat Islam masih belum beranjak maju ke tingkat peradaban tinggi berbasis ilmu pengetahuan yang memberi kepastian optimum. Seraya meninggalkan ketidakpastian dalam menentukan awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali ke puasa Ramadhan. Setiap tahun dia hadir bersama kaum muslimin. Adakah puasa rutin per tahun itu telah menjadikan insan muslim semakin bertakwa sebagaimana tujuan berpuasa \u201cla\u2019allakum tattaqun\u201d (QS Al-Baqarah: 183).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang bertakwa memiliki seluruh sifat kebaikan dan keutamaan, yang mengantarkan dirinya menjadi insan paling mulia di sisi Tuhan (QS Al-Hujarat: 13). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puasa akan menjadi mikraj ruhani tertinggi menuju takwa bilamana puasanya menurut Imam Al-Ghazali mencapai tingkatan khawas al-khawas, yakni puas khusus bagi orang yang khusus. Itulah puasa tingkat istimewa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puasa istimewa mampu menaklukkan hawa nafsu dan segala keangkuhan diri yang merasa serba digdaya untuk tetap menjadi insan biasa. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Insan bertakwa itu tawadu atau rendah hati, tidak menjadi manusia yang angkuh diri, sebagaimana salah satu ciri hamba kekasih Tuhan (ibadurrahman).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAdapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan \u201csalam\u201d (QS Furqan: 63).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tuhan melarang manusia angkuh diri atau sombong. Allah berfirman, \u201cDan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. \u201d (QS Luqman : 18). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sombong itu perangi iblis, sebagaimana digambarkan Tuhan, \u201cDan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: \u201cSujudlah kamu kepada Adam,\u201d maka sujudlah mereka kecuali Iblis, ia enggan dan takabur maka ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.\u201d (QS Al-Baqarah : 34).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manusia sombong sabda Nabi, cirinya dua, yakni merasa diri paling benar dan suka merendahkan orang lain (HR Muslim).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan relasi kemanusiaan semesta, mereka yang sombong merasa paling digdaya, paling benar, dan paling baik melebihi yang lain. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pihak atau orang lain dianggapnya lemah, buruk, salah, sesat, dan sederet sifat negatif lainnya. Dalam beragama pun merasa \u201csuci\u201d, paling benar, dan suci sendiri. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal Tuhan mengingatkan, \u201cMaka, janganlah menganggap diri kalian suci, Dialah (Allah) yang paling mengetahui siapa yang paling bertakwa di antara kamu\u201d (QS Al-Najm: 32).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka yang angkuh atau sombong diri, sering dengan mudah menegasikan orang lain. Dirinyalah pejuang kebenaran sejati. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang lain termasuk sesama seiman dianggap pengecut, lembek, dan pengkhianat hanya karena berbeda pandangan dan cara dalam perjuangan kehidupan yang tidak sejalan dengan dirinya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pihak lain di luar dirinya diposisikan menjualbelikan kebenaran, bahkan kompromi dan membenarkan kemunkaran, karena tidak bersesuaian dengan pandangannya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalil Al-Quran dan Hadis Nabi pun dengan mudah dipakai menstigma pihak lain. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tahta, harta, dan kedigdayaan dunia sering menjadikan manusia angkuh diri atau sombong. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang berilmu pun bisa terjangkiti kesombongan. Dirinya merasa paling benar dan paling tinggi ilmunya, yang lain dianggap bodoh dan rendah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang berilmu kadang-kadang mudah mengkritik pihak lain dengan keangkuhan keilmuannya. Mereka yang berbeda pandangan dengan dirinya dianggap keliru, salah, dan nirkebenaran. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena angkuh diri, ketika dikritik akan muncul pertahanan diri (self-defense mechanism) yang tinggi, padahal dirinya terbiasa mengkritik orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manusia yang angkuh diri sejatinya bertuhankan berhala dirinya yang merasa paling digdaya segala hal. Mereka yang\u00a0 angkuh diri, karena kesombongannya yang membatu, maka hatinya dikunci Tuhan, \u201c\u2026demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.\u201d (QS Al-Mukmin : 35). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nasib yang angkuh diri, menurut sabda Nabi, \u201dPara penghuni neraka adalah orang-orang yang keras kepala, kasar lagi sombong.\u201d (HR Bukhari dan Muslim). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Naudzubillahi min dzalika. Semoga kita kaum beriman dijauhkan dari petaka akibat congkak diri yang membawa prahara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puasa itu menaklukkan diri yang bermahkotakan hawa nafsu serba digdaya yang oleh Jalaluddin Rumi disebut \u201cibu dari semua berhala\u201d. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menahan makan, minum, dan pemenuhan nafsu biologis adalah penanda menaklukkan segala kuasa diri yang bersifat serba inderawi dan serba dunia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puasa dapat membebaskan diri dari segala sangkar besi kedigdayaan. Maka, jadikan puasa sebagai ruang refleksi tertinggi yang menembus jantung mata hati terdalam. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar terbentuk\u00a0 karakter insan bertakwa yang autentik nan rendah hati. Dirinya hanya hamba biasa di bawah Kuasa Tuhan Yang Maha Segala. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga dengan berpuasa menjadikan diri setiap insan Muslim siapapun dia,\u00a0 makin rendah hati dan tidak terjangkiti virus angkuh diri.***<\/span><\/p>\n<\/div>\n<p><script defer async src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js?ver=1.0.7#xfbml=1&amp;version=v9.0&amp;appId=1703072823350490&amp;autoLogAppEvents=1\" id=\"wpmedia-fb-js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/puasa-ramadhan-dan-transformasi-kepribadian-menuju-insan-bertakwa-dan-tawadu\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah BANDUNGMU.COM \u2014 Puasa Ramadhan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=28108\" title=\"Puasa Ramadhan dan Transformasi Kepribadian: Menuju Insan Bertakwa dan Tawadu\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":19218,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[560,559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-28108","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-breaking-news","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28108","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28108"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28108\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19218"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28108"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28108"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28108"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=28108"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=28108"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}