{"id":28129,"date":"2024-03-13T20:22:29","date_gmt":"2024-03-13T12:22:29","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2024\/03\/13\/tradisi-ngabuburit-masyarakat-bandung-zaman-dulu\/"},"modified":"2024-03-13T20:22:29","modified_gmt":"2024-03-13T12:22:29","slug":"tradisi-ngabuburit-masyarakat-bandung-zaman-dulu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=28129","title":{"rendered":"Tradisi Ngabuburit Masyarakat Bandung Zaman Dulu"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>BANDUNGMU.COM \u2013 Menjelang datangnya waktu buka puasa, biasanya masyarakat khususnya di Bandung suka \u201cngabuburit\u201d, baik di taman, di lapangan, maupun ke tempat-tempat menarik lainnya yang tidak begitu jauh dari rumah.<\/p>\n<p>Meski saat ini orang sering berselancar di media sosial dan media hiburan begitu banyak, tetapi ngabuburit tetap masih dilakukan.<\/p>\n<p>Ngabuburit secara nyata di luar rumah rasanya berbeda dengan rebahan kemudian hanya bermain media sosial.<\/p>\n<p>Lantas seperti apakah ngabuburit warga Kota Bandung pada zaman dulu? Simak ulasannya yang dikutip dari buku \u201cJejak-Jejak Bandung\u201d karya Atep Kurnia.<\/p>\n<p>Kata \u201dngabuburit\u201d sudah menjadi bahasa Indonesia. Asalnya tentu dari bahasa Sunda, burit, yang artinya sore atau petang.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, sebagai representasi waktu yang menunjukkan mulainya malam hari. Ngabuburit berarti menunggu sore atau mengisi waktu hingga sore tiba.<\/p>\n<p>Namun, kini artinya menyempit. Sekarang ngabuburit bermakna menunggu saatnya buka puasa.<\/p>\n<p>Kini istilah ini seolah-olah menjadi tren di bulan puasa, yakni melakukan kegiatan sambil menunggu saatnya berbuka puasa. Tujuannya supaya puasa kita tidak terasa terlalu lama.<\/p>\n<p>Selain itu, ngabuburit juga tidak mengenal batas umur karena dapat dilakukan oleh orang tua, anak muda, sampai anak-anak.<\/p>\n<p>Biasanya ngabuburit dilakukan sekitar 1-2 jam sebelum waktu berbuka puasa.<\/p>\n<p><strong>Dulu<\/strong><\/p>\n<p>Dulu ngabuburit biasa dilakukan di luar ruangan. Coba baca karya Haryoto Kunto (1996). Di dalamnya ada satu bab khusus yang membahas tentang ngabuburit yakni \u201cNgabuburit Gaya Tempo Doeloe\u201d (halaman 51-62).<\/p>\n<p>Di situ ada beberapa kegiatan ngabuburit yang biasa dilakukan oleh orang Bandoeng tempo doeloe.<\/p>\n<p>Ada yang mandi di Cikapundung; bermain di taman dan lapang; berperahu ria di beberapa situ yang ada di Bandung; dan bermain di sekitar Alun-alun Bandung.<\/p>\n<p>Dulu ketika air Cikapundung masih bersih, ketika jembatan Jalan Gereja (kini Jalan Perintis Kemerdekaan) belum ada, di bawahnya ada sebuah lubuk yang disebut Leuwi Pajati.<\/p>\n<p>Di situlah, pada bulan puasa, orang ramai mandi atau ngabuburit, dengan berbagai cara: menangkap ikan atau bagi para pemudanya menyusuri Sungai Cikapundung sambil memancing belut (ngurek).<\/p>\n<p>Selain bermain di Cikapundung, banyak juga masyarakat yang ngabuburit di taman dan lapangan.<\/p>\n<p>Bagi yang hobi menonton sepak bola, bisa mengintip pertarungan sepak bola dengan gratis di lapang Javastraat (Jalan Jawa).<\/p>\n<p>Atau bisa juga bermain di taman-taman: Jubileum Park (Tamansari), Insulinde Park (Taman Lalu-Lintas), dan Molukken Park (Taman Maluku).<\/p>\n<p>Malah ketika anak-anak libur puasa, mereka suka ngabuburit ke Insulinde dan Molukken Park dengan membawa serta jaring dan ayakan untuk menangkap ikan.<\/p>\n<p>Sebab di kedua taman itu terdapat saluran air dan kolam teratai yang banyak ikannya.<\/p>\n<p>Selain itu, warga Bandung juga bisa mengisi acara ngabuburit dengan naik perahu di beberapa situ yang ada di Bandung.<\/p>\n<p>Ada Situ Aksan. Ada juga Situ Bunjali atau Empang Cipaganti miliki Haji Sobandi. Di situ atau empang itulah warga yang ngabuburit sering menyewa perahu salimar.<\/p>\n<p>Atau ada pula yang ngabuburit dengan menonton film di alun-alun. Selama bulan puasa, beberapa bioskop seperti Varia, Radio City, Oriental, dan Elita, khusus memutar film anak-anak.<\/p>\n<p>Namun, nyatanya yang ikut nonton bukan hanya anak-anak kecil saja, melainkan yang tadinya mengantar juga ikut nonton.<\/p>\n<p>Di antara para pengantar bisa terjadi perkenalan yang kemudian dilanjutkan dengan kencan.<\/p>\n<p>Senada dengan Haryoto Kunto, ada Sjarif Amin. Dala memoarnya (1983), Sjarif Amin pun membikin satu bab khusus mengenai ngabuburit (halaman 13-19).<\/p>\n<p>Menurutnya, ada beberapa hal yang dilakukan masyarakat apabila hari menjelang buka puasa.<\/p>\n<p>Petama, jalan-jalan sepanjang trotoar, melihat-lihat toko (laha-loho ka toko) atau melihat-lihat orang yang sama-sama sedang ngabuburit.<\/p>\n<p>Anak-anak biasanya berkumpul di sekitar alun-alun. Bermain sambil menunggu dinyalakannya meriam sebagai tanda buka puasa.<\/p>\n<p>Meriam tersebut jumlahnya dua. Biasanya hanya bulan puasa dinyalakannya.<\/p>\n<p>Selain itu, anak-anak Bandung tempo dulu juga sering menonton film khusus anak-anak (Kindervoorstelling) di bioskop.<\/p>\n<p>Film biasanya diputar pada hari Sabtu atau Minggu pagi. Sementara itu, untuk remaja ada bioskop eerste voorstelling dan twede voorstelling.<\/p>\n<p>Biasanya eerste voorstelling usai ketika bubar tarawih. Oleh karena itu, sering kali bertemu antara yang pulang dari bioskop dengan orang yang pulang dari masjid.<\/p>\n<p>Sementara itu, selesainya twede voorstelling hampir berbarengan dengan usainya tadarus.<\/p>\n<p>Ketika pulang sangatlah kontras: yang dari bioskop berjubal, sedangkan yang dari masjid bisa dihitung dengan jari.<\/p>\n<p><strong>Kini<\/strong><\/p>\n<p>Kini tradisi ngabuburit sudah berkembang begitu rupa. Anak-anak lebih senang bermain di rumah. Bermain gim misalnya.<\/p>\n<p>Kalaupun pergi ngabuburit keluar rumah, anak-anak sekarang biasanya lebih suka mengunjungi berbagai tempat hiburan atau pertokoan.<\/p>\n<p>Namun, bagi kebanyakan warga Kota Bandung, kegiatan ngabuburit lebih banyak dilakukan di pusat-pusat pertokoan.<\/p>\n<p>Misalnya saja di Pasar Baru, Bandung Indah Plaza, Bandung Super Mal (kini Trans Studi Mall), kawasan Cihampelas, dan di beberapa factory Outlet di Bandung sebelah barat.<\/p>\n<p>Selain mal, warga juga banyak memilih menghabiskan waktu di tempat terbuka.<\/p>\n<p>Misalnya seperti di lapangan atau di Gasibu, Monumen Perjuangan Rakyat Jabar, Lapangan Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kawasan Jalan Dago, Kompleks Padjadjaran Sports Center, dan juga Alun-alun Kota Bandung.<\/p>\n<p>Ribuan orang tumplek di sana. Pilihan lainnya pasti alun-alun. Menjelang waktu berbuka puasa, alun-alun yang berada di pusat kota ini penuh sesak oleh orang-orang yang ingin berbuka puasa (takjil).<\/p>\n<p>Selain dekat ke mana-mana, dekat dengan pasar, dan yang tidak kalah pentingnya adalah dekat dengan Masjid Agung.<\/p>\n<p>Begitu selesai berbuka puasa, langsung bisa melaksanakan salat Magrib.<\/p>\n<p>Sejumlah masjid juga menjadi pilihan bagi sebagian masyarkat. Misalnya, Masjid Al-Istiqomah, Pusdai, Masjid Raya Bandung, Masjid Salman, dan Masjid UPI.<\/p>\n<p>Di sana mereka mengisi waktu ngabuburit dengan membaca Al-Quran, membaca buku agama, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Namun, pada intinya ngabuburit hanyalah aktivitas tambahan pada saat menjalankan ibadah puasa. Tujuannya agar kita tidak bosan menunggu saat berbuka puasa.<\/p>\n<p>Yang disebut aktivitas tambahan tentu tidak boleh melampaui yang utama. Ajaran Islam memang tidak mengenal kata membuang waktu.<\/p>\n<p>Selain itu, aktivitas ngabuburit warga Kota Bandung yang dilakukan di tempat terbuka dan hijau itu bisa jadi sebuah pertanda.<\/p>\n<p>Tanda yang menjadi cerminan kerinduan warga akan lahan hijau. Oleh karena itu, semestinya hal tersebut menjadi perhatian pemerintah Kota Bandung.<\/p>\n<p>Sudah saatnya lebih mengutamakan taman-taman kota dengan pepohonan, bukan gedung-gedung gigantik. Bukan dengan mal-mal.<\/p>\n<p>Dengan demikian akan kembalilah julukan Bandung sebagai Kota Kembang itu.***<\/p>\n<\/div>\n<p><script defer async src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js?ver=1.0.7#xfbml=1&amp;version=v9.0&amp;appId=1703072823350490&amp;autoLogAppEvents=1\" id=\"wpmedia-fb-js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/tradisi-ngabuburit-masyarakat-bandung-zaman-dulu\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM \u2013 Menjelang datangnya waktu buka puasa, biasanya masyarakat khususnya di Bandung <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=28129\" title=\"Tradisi Ngabuburit Masyarakat Bandung Zaman Dulu\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":28130,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[560,559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-28129","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-breaking-news","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28129"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28129\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28129"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=28129"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=28129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}