{"id":28760,"date":"2024-04-03T23:12:00","date_gmt":"2024-04-03T15:12:00","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2024\/04\/03\/telaah-konten-login-habib-jafar-dan-onad\/"},"modified":"2024-04-03T23:12:00","modified_gmt":"2024-04-03T15:12:00","slug":"telaah-konten-login-habib-jafar-dan-onad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=28760","title":{"rendered":"Telaah Konten Login Habib Ja&#8217;far dan Onad"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ibtimes.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/202304221138-main.cropped_1682138316.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>Tidak seperti bulan-bulan yang lain, bulan Ramadan selalu menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Dalam bulan suci ini, umat Islam diwajibkan berpuasa selama sebulan. Setiap muslim diwajibkan untuk menahan lapar sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Adapun ritual puasa sendiri tidak hanya dilakukan oleh umat Islam saja, tetapi juga oleh umat-umat terdahulu.<\/p>\n<p>Prof Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menyebutkan, orang-orang Mesir kuno\u2014sebelum mereka mengenal agama samawi\u2014telah mengenal puasa. Tradisi puasa ini juga ada dalam agama-agama abrahamik maupun non-abrahamik lainnya. Misalnya dalam agama Buddha, terdapat ajaran puasa dari siang sampai malam hari. Ajaran tersebut oleh mereka dinamai <em>Uposatha.<\/em><\/p>\n<p>Berbeda dengan tradisi puasa umat agama lain, perayaan puasa Ramadan di Indonesia mendapatkan atensi yang cukup besar dari masyarakat Indonesia tak terkecuali dari non-Islam. Salah satunya di setiap akhir Ramadan menjelang Idul Fitri ada libur lebaran yang lumayan panjang dan biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, baik umat Islam maupun non Islam untuk bisa mudik ke kampung halamannya karena lama tidak berjumpa dengan keluarga.<\/p>\n<p>Selain itu, saat menjelang lebaran tiba ada bagi-bagi hadiah atau Tunjangan Hari Raya (THR) yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pekerja khususnya. Jauh sebelum libur lebaran dan bagi-bagi THR, nampaknya selama bulan Ramadan ada juga konten dakwah di media sosial yang selalu tunggu-tunggu umat Islam di bulan Ramadan, yaitu <em>\u201clogin\u201d<\/em> Habib Ja\u2019far dan Onad.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\">\u201cLogin\u201d Habib Ja\u2019far dan Onad<\/h2>\n<p>Acara spesial Ramadan yang tayang di channel Youtube milik <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCYk4LJI0Pr6RBDWowMm-KUw\">Deddy Corbuzier<\/a> ini mendapat atensi yang cukup banyak dan positif dari umat Islam maupun non-Islam. Talkshow \u201clogin\u201d hingga episode terakhir pada Ramadan tahun kemarin sudah ditonton sekitar 80 juta viewers, dua kali lipat lebih banyak dari jumlah penduduk Malaysia. Demografi penontonnya pun cukup variatif, mulai dari anak kecil, anak muda hingga orang tua dari kalangan muslim maupun non-muslim.<\/p>\n<p>Konten \u201clogin\u201d sendiri dipandu oleh dua influencer yang cukup terkenal, yaitu Habib Ja\u2019far al-Hadar, habib kebanggaan pemuda tersesat dan Onadio Leonardo, yang biasa dipanggil Onad, seorang mantan vokalis band <em>Killing Me Inside<\/em>.<\/p>\n<p>Melihat dari dua pemandu acaranya saja, kita akan menemukan perbedaan yang cukup menarik karena keduanya mempunyai latar belakang yang berbeda. Satu sosok Habib yang secara keturunan langsung dari\u00a0 Nabi Muhammad, dan identik dengan ketaatan beragama \u2013 Islam \u2013 yang tidak usah diragukan lagi, berbincang santai dengan Onad dari non Islam, sebagai representasi dari \u201cantitesis Habib\u201d, yaitu pemuda yang secara penampilan sangat eksentrik dengan bertato dan tindik yang dalam Islam tidak diperbolehkan.<\/p>\n<p>Konten \u201clogin\u201d di tahun ini, saat sangat melejit juga ditengah konten Ramadhan di TV maupun medis sosial lainnya. Sampai saat tulisan ini dibuat, konten \u201clogin\u201d sudah ditonton lebih dari 60 juta viewers.<a\/><\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Spirit Toleransi Beragama<\/h2>\n<p>Dari konten yang difasilitasi oleh youtuber muallaf Deddy Cahyadi atau Deddy Corbuzier ini banyak yang menganggap bertujuan mengislamkan orang lain atau menunjukan Islam yang paling benar, hal ini sudah dijawab oleh Habib Ja\u2019far bahwa konten \u201clogin\u201d ini untuk saling belajar toleransi antar umat beragama.<\/p>\n<p>Beliau juga menyebut dengan konten \u201clogin\u201d, nilai positif dan kehangatan Ramadan bukan hanya dirasakan oleh umat Islam, tetapi untuk semua umat beragama. Bagi yang non-muslim bisa belajar tentang Islam, dan bagi yang muslim bisa belajar memahami non-Islam, dan belajar mendalami Islam supaya lebih kuat keimanannya.<\/p>\n<p>Selain Habib Ja\u2019far dan Onad, dalam setiap episode \u201clogin\u201d juga mendatangkan para pemuka-pemuka agama dari semua agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Misalnya Bhante Dhirapunno dari Budha, Pendeta Yerry Pattinasarany dari Kristen, Yan Mitta Djaksana dari Hindu, dll.<\/p>\n<p>Perbincangan yang santai antara Habib Ja\u2019far sebagai seorang muslim dan Onad dari non-muslim serta narasumber dari lintas iman menjadi oase yang sejuk dan damai serta menghilangkan dan menjawab stigma negatif dari masing-masing agama. Baik dari umat muslim maupun yang umat yang lainnya.<\/p>\n<p>Misalnya pertanyaan tentang apakah umat Islam menyembah Ka\u2019bah? dan pertanyaan-pertanyaan sejenis yang kadang disalahpahami oleh orang-orang banyak. Dialektika dan nuansa keberagaman yang seperti ini akan mengikis terjadinya intoleransi beragama. Dari sini malah akan menimbulkan rasa saling menghormati <em>(mutual respeact)<\/em> dan dan saling memahami <em>(mutual understanding) <\/em>antar umat beragama ditengah masyarakat yang plural.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Berislam yang Ramah<\/h2>\n<p>Sebagai representasi dari pemuka agama, Habib Ja\u2019far memperlihatkan wajah Islam yang ramah dan santun. Metode dakwah Habib Ja\u2019far dalam talkshow \u201c\u201dlogin\u201d ia lakukan dengan nada simpatik, lemah lembut dan akomodatif. Ia tidak menggunakan dakwah dengan indoktrinasi, justifikasi apalagi dengan menyalahkan orang lain. Acaranya yang dikemas dengan format interaktif, menjadikan diskusi dan perbincangannya setiap episodenya mudah dipahami oleh semua orang terkhusus anak muda.<\/p>\n<p>Dakwah yang dilakukan oleh Habib Ja\u2019far ini merefleksikan dan mencerminkan dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad, yaitu <em>rahmatal lil alamin<\/em>. Seperti tertuang dalam Surat Al-Anbiya ayat 107 yang berbunyi <em>\u201cTidaklah kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi alam semesta.<\/em> Menjadi rahmat bagi alam semesta, hal ini meniscayakan untuk selalu mengayomi semua orang tanpa terkecuali.<\/p>\n<p>Di negara yang multikultural dan multi agama seperti Indonesia ini, sudah seharusnya dakwah yang dilakukan adalah dakwah yang tidak saling menyalahkan atau dengan wajah \u201cIslam yang marah\u201d, tetapi dengan wajah \u201cIslam yang ramah\u201d, karena begitulah esensi dakwah Islam yang sesungguhnya.<\/p>\n<p>Akhir kata, melihat talkshow \u201clogin\u201d makin banyak dinikmati dan mendapat etensi yang positif dari masyarakat, konten-konten seperti ini menjadi angin segar bagi bangsa Indonesia dan\u00a0 \u201cBhinneka Tunggal Ika\u201d yang tidak lagi menjadi simbol belaka.<\/p>\n<p><strong>Editor: Soleh<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/ibtimes.id\/ramadan-penuh-toleransi-telaah-konten-login-habib-jafar-dan-onad\/\">sumber ini berita dari ibtimes.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak seperti bulan-bulan yang lain, bulan Ramadan selalu menjadi momen yang paling <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=28760\" title=\"Telaah Konten Login Habib Ja&#8217;far dan Onad\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":28761,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1463],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2325],"class_list":["post-28760","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-wawasan","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2325,"user_id":13,"is_guest":0,"slug":"ibtimes-id","display_name":"Ibtimes.id","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ddfcba50a81c483153313f64c939c18bea3fc7aaeb40ee764c3e4cb1e2177da?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28760","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28760"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28760\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28760"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28760"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28760"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=28760"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=28760"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}