{"id":29392,"date":"2024-06-03T11:09:21","date_gmt":"2024-06-03T03:09:21","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/mengenal-karakter-umum-pengikut-salafi\/"},"modified":"2024-06-03T11:09:21","modified_gmt":"2024-06-03T03:09:21","slug":"mengenal-karakter-umum-pengikut-salafi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=29392","title":{"rendered":"Mengenal Karakter Umum Pengikut Salafi"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n            <!-- image --><\/p>\n<div class=\"td-post-featured-image\">\n<figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"645\" height=\"1040\" class=\"entry-thumb td-modal-image\" src=\"https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/0-Ali-Trigiyatno-02.jpg\" srcset=\"https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/0-Ali-Trigiyatno-02.jpg 645w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/0-Ali-Trigiyatno-02-186x300.jpg 186w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/0-Ali-Trigiyatno-02-635x1024.jpg 635w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/0-Ali-Trigiyatno-02-260x420.jpg 260w\" sizes=\"auto, (max-width: 645px) 100vw, 645px\" alt=\"\" title=\"0-Ali-Trigiyatno-02\"\/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Dr. H. Ali Trigiyatno, M.Ag (Ketua Majelis Tabligh PWM Jateng)<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p>            <!-- content --><\/p>\n<h6 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penulis : Dr. H. Ali Trigiyatno, M.Ag (Ketua Majelis Tabligh PWM Jateng)<\/strong><\/h6>\n<p><strong>CIREBONMU.COM\u00a0<\/strong> \u2014\u00a0 Berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis, ditambah dari tulisan-tulisan baik dari buku maupun internet, dapat disarikan beberapa karakter umum penganut salafi di lapangan pada umumnya dan mereka yang \u2018menempel\u2019 di Muhammadiyah. Karakter umum ini tidak dimaksudkan untuk \u2018gebyah uyah\u2019 atau pukul rata, karena di mana-mana pasti ada varian karakter dari sebuah kelompok. Ada yang moderat, ekstrim, keras, lembut, tegas, santai dan lain-lain.<\/p>\n<p>Dari hasil pengamatan dan pengalaman penulis di lapangan, ciri, sikap dan karakter pengikut salafi secara umum bisa dijelaskan sebagai berikut :<\/p>\n<p>1.Punya semangat beragama dan militansi yang tinggi dalam mengaji, mengamalkan dan membela fahamnya. Sisi positif dari kehadiran teman-teman salafi adalah mereka begitu giat mendatangi salat berjamaah di masjid-masjid dan mushalla dan rutin mendatangi kajian-kajian keislaman tentunya yang sefaham dengan mereka.<\/p>\n<p>2.Suka membahas dan mengungkit<em> khilafiyah furu\u2019iyyah<\/em> yang tidak terlalu prinsip yang ada di tengah masyarakat serta memberikan vonis yang \u2018keras\u2019 bagi yang dinilainya tidak benar.\u00a0<\/p>\n<p>3.Hanya mau ngaji dengan ustadz dari kelompoknya sendiri. Ustadz di luar kelompoknya seringkali dilabeli ustadz syubhat dan semestinya dijauhi dan ditinggalkan. Mereka mengeluarkan daftar ustadz yang layak didatangi dan tidak perlu didatangi.\u00a0 Makanya jangan heran jika mereka pinjam tempat\u00a0 untuk kajian di masjid Muhammadiyah lalu mengundang ustadz dari kalangan mereka sendiri, warga Muhammadiyah ikut menghadiri dan mendengarkan, sementara jika takmir masjid Muhammadiyah mengadakan kajian yang mendatangkan ustadz Muhammadiyah mereka tidak mau mengikuti. Jika mengikuti pun kadang bikin ulah dengan \u2018mengoreksi\u2019 apa yang dianggapnya tidak sejalan dengan kelompoknya. Kelompok ini rajin ikut jamaah salat lima waktu,\u00a0 namun begitu ada kajian yang bukan dari ustadz kelompoknya ia menghilang, setelah tiba waktu salat mereka datang lagi hanya untuk ikut salat berjamaah.<\/p>\n<p>4.Sering memposisikan diri sebagai \u2018polisi kebenaran\u2019 bagi jamaah lain. Jika mereka ikut kajian di Muhammadiyah, giliran ada sesi tanya jawab, yang terjadi bukan mereka bertanya tapi malah sering \u2018mengoreksi\u2019 dan menentang apa yang menurutnya tidak sepaham. Dengan PD-nya ia \u2018menyalahkan\u2019 paham lain yang berbeda dengan kelompoknya. Termasuk yang menjadi sasaran kritiknya adalah putusan maupun fatwa tarjih.<\/p>\n<p>5.Sering menganggap kebenaran fikih itu tunggal, yang benar hanya satu yang lain salah. Sayangnya, orang lain selalu diposisikan \u2018salah\u2019 dan hanya kelompoknya saja yang benar.<\/p>\n<p>6.Sikap kaku dan hitam putih dalam menilai suatu perbuatan. Ilmu fikih dikira ilmu eksak yang hanya mengenal benar dan salah, kurang terbiasa dengan ungkapan kuat dan kurang kuat dalam menilai sebuah pendapat. Sikap kaku ini juga akan berimbas pada sikap kurang toleran dan mudah menghakimi kelompok lain.<\/p>\n<p>7.Mudah memvonis dan melabeli kelompok lain sebagai ahli bid\u2019ah,\u00a0 ahli hawa nafsu, syirik, murtad dan bahkan kafir\u00a0 kepada golongan lain yang tidak sepaham.<\/p>\n<p>8.Cenderung harfiah atau letterlijk dalam memahami nash, tidak menta\u2019lil nash, sehingga dijuluki zhahiri baru oleh Syaikh Yusuf al-Qardhawi atau digelari ihya`u zhahiri oleh Qumaidi.<\/p>\n<p>9.Gampang mentahdzir dan suka memboikot atau mendiamkan tokoh dari kelompok lain yang dianggap pembuat bid\u2019ah.<\/p>\n<p>10.Kebiasaan mentahdzir ini juga bisa terjadi dengan ustadz sesama salafi yang berbeda sedikit saja dengan ustadz kelompok lain walau sama-sama salafi.<\/p>\n<p>11.Suka menyoal dan mengungkit perkara khilafiyah yang kecil dan tidak prinsip menjadi seolah-olah perkara besar yang menentukan surga dan neraka seseorang.<\/p>\n<p>12.Mudah menentang dan menolak budaya atau kebiasaan dengan dalih tidak ada di zaman Nabi SAW dan sahabat atau tasyabbuh dengan non muslim.<\/p>\n<p>13.Gampang menjatuhkan vonis haram atau<em> bid\u2019ah<\/em> terhadap sebuah kejadian, namun juga sering tidak memberikan solusi sehingga hanya membikin masyarakat gaduh dan bingung saja tanpa solusi. Misalnya memvonis bank syariah masih belum bebas\u00a0 riba tapi solusi konkrit buat umat juga tidak jelas.<\/p>\n<p>14.Kurang tepo sliro dan adab dalam menyampaikan dakwah sehingga sering membuat \u2018abang kuping\u2019 terutama kelompok lain yang tidak sepaham.\u00a0 Mereka punya prinsip sampaikan kebenaran walau terasa pahit. Namun jika sering ketemu pahit mestinya juga perlu dievaluasi gaya dan cara dakwahnya.<\/p>\n<p>15.Dalam mempraktekkan muamalah seperti dalam berpakaian, berumah tangga, berpenampilan sehari-hari terkesan Arab sentris dan kurang apresiatif dengan budaya lokal atau setempat.<\/p>\n<p>16.Sering menolak produk budaya dan peradaban modern hanya karena diukur dengan masa salaf yang belum atau tidak ada seperti menolak pemilu, demokrasi, bank, go pay dan lain-lain. Namun anehnya, terhadap produk teknologi modern mereka begitu akrab dan sangat familier.<\/p>\n<p>17.Suka menggunakan kunyah dengan menambahkan nama \u201cAbu\u201d di depan namanya. Sementara untuk nama masjid sering menggunakan nama sahabat, demikian juga nama ma\u2019had atau pondok pesantrennya.<\/p>\n<p>Demikian pengamatan dan pengalaman sekilas penulis, mungkin apa yang tersurat di atas tidak semuanya benar dan bersifat subyektif. Tapi 80 persen rasa-rasanya tidak meleset dari apa yang tertulis di atas, Insya Allah.<\/p>\n<p>Dengan demikian, apa yang sering dikatakan sebagai para pengkritik Salafi hampir memiliki kesimpulan yang sama, bahwa gaya dakwah Salafi lebih menekankan pada tauhid dan fikih, sementara kurang mengedepankan adab dan akhlak. Penilaian ini tidak hanya muncul dari orang luar Salafi, bahkan juga berasal dari internal Salafi atau mantan Salafi yang keluar karena melihat sesuatu yang tidak pas di dalamnya.\u00a0 Bahkan doktrin tertentu berpotensi merusak ukhuwah dengan kelompok muslim lain, seperti doktrin tahdzir, idhlal, takfir, memboikot ahli bid\u2019ah dan semacamnya. Doktrin ini bukan hanya menimpa umat Islam di luar kelompok Salafi, tapi juga sesama Salafi yang kebetulan ada perbedaan dalam aspek tertentu.<strong> (CM)<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/cirebonmu.com\/mengenal-karakter-umum-pengikut-salafi\/\">sumber berita ini dari muriamu.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dr. H. Ali Trigiyatno, M.Ag (Ketua Majelis Tabligh PWM Jateng) Penulis : <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=29392\" title=\"Mengenal Karakter Umum Pengikut Salafi\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":29393,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2327],"class_list":["post-29392","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2327,"user_id":24,"is_guest":0,"slug":"cirebonmu","display_name":"CirebonMu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b14e07fb5038c9ae9bcb1295e65863e55c95d3b80f35f09d51209912bc035a44?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29392","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29392"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29392\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29393"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29392"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29392"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29392"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=29392"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=29392"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}