{"id":30214,"date":"2024-06-27T14:31:27","date_gmt":"2024-06-27T06:31:27","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/penyematan-gelar-haji-hanya-tradisi-yang-terpenting-ialah-mabrur\/"},"modified":"2024-06-27T14:31:27","modified_gmt":"2024-06-27T06:31:27","slug":"penyematan-gelar-haji-hanya-tradisi-yang-terpenting-ialah-mabrur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=30214","title":{"rendered":"Penyematan Gelar Haji hanya Tradisi, yang Terpenting Ialah Mabrur"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p><strong>MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA \u2014 <\/strong>Setelah pulang dari tanah suci, jamaah haji di Indonesia kerap mendapat gelar \u201chaji\u201d di depan nama mereka. Namun, menurut Ajengan Wawan Gunawan Abdul Wahid, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, penyematan gelar ini sebenarnya merupakan tradisi yang tidak ada pada zaman Rasulullah Saw.<\/p>\n<p>\u201cRasulullah sekalipun tidak dipanggil haji. Begitu pula dengan Siti \u2018Aisyah tidak dipanggil hajjah. Setahu saya, tradisi ini hanya terjadi di Asia Tenggara dan beberapa tempat di Afrika,\u201d ujar Ajengan Wawan dalam Pengajian Tarjih pada Rabu (26\/06).<\/p>\n<p>Ajengan Wawan menegaskan bahwa pelabelan \u201chaji\u201d sejatinya hanyalah tradisi yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, secara syariat Islam, tidak ada aturan yang dilanggar sehingga sah-sah saja dilakukan. Namun, ia mengingatkan agar jangan sampai meninggalkan aspek-aspek etika dalam Islam dalam menjalani tradisi ini.<\/p>\n<p>Gelar tersebut bukanlah ukuran dari keberhasilan ibadah haji seseorang. Ajengan Wawan menekankan bahwa aspek terpenting setelah menunaikan ibadah haji bukanlah pada penyematan nama \u201chaji\u201d, melainkan pada kemabruran ibadah haji tersebut. Kemabruran merupakan tanda bahwa seseorang telah berhasil dan sukses menunaikan ibadah haji secara sempurna dan mendapatkan ridha Allah. Ini yang seharusnya menjadi fokus utama bagi setiap jamaah haji.<\/p>\n<p>Menurut Ajengan Wawan, berdasarkan keterangan dari Rasulullah Saw, ganjaran bagi yang meraih haji mabrur tidak lain adalah surga. \u201cAllah menjanjikan surga bagi mereka yang berhasil meraih haji mabrur,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ajengan Wawan juga menjelaskan ciri lahiriah dari seorang haji mabrur berdasarkan hadis Nabi Muhammad Saw, yaitu \u201cmemberi makan dan menyebarkan salam\u201d (\u0627\u0637\u0639\u0627\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0639\u0627\u0645 \u0648\u0627\u0641\u0634\u0627\u0621 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645). Dari hadis ini, Rasulullah seolah mendefinisikan haji mabrur dengan dua hal utama: 1) memberikan makan, dan 2) menebarkan perdamaian.<\/p>\n<p>Memberi makan di sini tidak hanya berarti memberikan makanan secara harfiah, tetapi juga melambangkan kepedulian dan kedermawanan kepada sesama. Sementara itu, menyebarkan salam mencerminkan upaya untuk menciptakan perdamaian dan keharmonisan di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Ajengan Wawan berharap agar para jamaah haji tidak hanya fokus pada gelar yang mereka peroleh setelah pulang dari tanah suci, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai haji mabrur dalam kehidupan sehari-hari. Haji bukan sekadar gelar, tetapi sebuah perjalanan spiritual yang harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.<\/p>\n<\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\/2024\/06\/penyematan-gelar-haji-hanya-tradisi-yang-terpenting-ialah-mabrur\/\">sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA \u2014 Setelah pulang dari tanah suci, jamaah haji di Indonesia <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=30214\" title=\"Penyematan Gelar Haji hanya Tradisi, yang Terpenting Ialah Mabrur\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[438],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2321],"class_list":["post-30214","post","type-post","status-publish","format-standard","category-muhammadiyah-or-id","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2321,"user_id":7,"is_guest":0,"slug":"muhammadiyah-or-id","display_name":"Muhammadiyah","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c326460c3d94b5ad869f5993c9d2e3ec78bbe22b0e2c9c944f2f01cca83adff2?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Muhammadiyah","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":"muhammadiyah.or.id adalah website resmi persyarikatan Muhammadiyah. Dan dikelolah oleh PP Muhammadiyah"}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30214","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=30214"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30214\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=30214"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=30214"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=30214"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=30214"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=30214"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}