{"id":31733,"date":"2024-09-03T00:15:09","date_gmt":"2024-09-02T16:15:09","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/um-bandung-gandeng-pwm-dan-lazismu-jabar-cetak-ulama-berintegritas-dan-intelektual\/"},"modified":"2024-09-03T00:15:09","modified_gmt":"2024-09-02T16:15:09","slug":"um-bandung-gandeng-pwm-dan-lazismu-jabar-cetak-ulama-berintegritas-dan-intelektual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=31733","title":{"rendered":"UM Bandung Gandeng PWM dan Lazismu Jabar Cetak Ulama Berintegritas dan Intelektual"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>BANDUNGMU.COM, Bandung \u2013 Dalam upaya menjawab tantangan kelangkaan ulama berwawasan Muhammadiyah di Jawa Barat, UM Bandung bersama dengan PWM dan Lazismu Jawa Barat meluncurkan Program Pendidikan Ulama Tarjih dan Ustaz Pesantren Muhammadiyah (PUTM\/PUPM).\n<\/p>\n<p>Program ini bertujuan untuk mencetak ulama dan ustaz yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang mendalam, tetapi mampu berkontribusi aktif di pesantren-pesantren Muhammadiyah.<\/p>\n<p>Mengapa Program PUTM\/PUPM Penting? Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jabar sekaligus Wakil Dekan Fakultas Agama Islam UM Bandung Cecep Taufikurrohman menjelaskan bahwa program ini hadir untuk mengatasi kelangkaan ustaz pesantren dan ulama kharismatik, terutama di tingkat PDM dan PCM.\n<\/p>\n<p>\u201cBanyak pesantren Muhammadiyah yang kurang fokus mengarahkan pendidikan pada lahirnya ulama berwawasan Muhammadiyah. Ini yang menjadi perhatian utama kami,\u201d ujar Cecep seperti dikutip dari program GSM Aisyiyah Jabar pada Senin (02\/09\/2024).\n<\/p>\n<h4>Intelektual dan moral<\/h4>\n<p>Menurut Cecep, krisis ulama di Muhammadiyah akan dapat berdampak serius pada kualitas pendidikan dan dakwah Islam di masyarakat. \u201cKrisis ulama akan memicu krisis ustaz dan mubalig, yang berarti pesantren-pesantren kita akan kehilangan figur teladan yang dapat membimbing generasi muda dengan baik,\u201d katanya.\n<\/p>\n<p>Oleh karena itu, program ini dirancang dengan kurikulum yang komprehensif untuk memastikan para lulusan memiliki kemampuan intelektual dan moral yang kuat. Program PUTM\/PUPM menargetkan untuk mencetak ulama dengan dua kualifikasi utama: intelektual dan moral.\n<\/p>\n<p>Cecep mengutip Imam Thahawi yang menjelaskan bahwa ulama adalah mereka yang memahami syariat Allah, memiliki pemahaman mendalam tentang agama, dan bekerja berdasarkan ilmu mereka dengan panduan dan petunjuk yang benar. \u201cMereka adalah para ahli fikih yang mempelajari kitab dan sunnah, mengajarkan hukum dan ajaran Islam, serta menjalani hidup dengan rasa takut dan tunduk kepada Allah,\u201d tambahnya.\n<\/p>\n<p>Program PUTM\/PUPM merupakan beasiswa penuh S1 yang mencakup studi di bidang Hukum Keluarga Islam (HKI) serta pelatihan ketarjihan dan kepesantrenan. Selain itu, program ini juga memasukkan elemen kewirausahaan untuk membekali ulama dengan keterampilan praktis dalam mengelola pesantren.\n<\/p>\n<p>Peserta program akan ditempatkan di asrama pesantren dan menjalani berbagai kegiatan harian seperti kajian kitab kuning, hifzul Al-Quran, pembinaan ketarjihan, dan pengembangan lifeskill. Program ini terbuka bagi lulusan pesantren laki-laki yang memiliki hafalan Al-Quran minimal dua juz, mampu membaca kitab kuning, dan berusia maksimal 20 tahun. Mereka juga harus mendapatkan rekomendasi dari Muhammadiyah.\n<\/p>\n<p>Fasilitas yang disediakan meliputi asrama, pembinaan intensif, serta beasiswa penuh termasuk SPP dan uang saku. \u201cKami ingin memastikan para peserta tidak hanya belajar, tetapi juga berkembang dalam lingkungan yang mendukung,\u201d jelas Cecep.\n<\/p>\n<p><strong>Bukan tugas mudah<\/strong>\n<\/p>\n<p>Cecep menekankan bahwa mencetak ulama bukanlah tugas yang mudah. \u201cIni adalah proses panjang yang memerlukan desain dan strategi yang sistematik, sinergi, komitmen, dan keikhlasan total,\u201d tegasnya. Program ini bertujuan untuk melahirkan kader ulama yang siap berkontribusi secara signifikan dalam membina masyarakat dan menjaga moral dan nilai-nilai Islam di tengah tantangan zaman.\n<\/p>\n<p>Pendaftaran program ini dibuka dari Juni hingga Agustus 2024 dan proses pendidikan akan dilaksanakan di Pesantren Manhajut Thullab, Manisi, Cibiru. Cecep mengajak seluruh santri yang memenuhi kualifikasi untuk bergabung dan berkontribusi dalam program ini. \u201cMari bersama-sama kita siapkan generasi ulama yang akan memimpin umat dengan ilmu dan akhlak,\u201d ajaknya.\n<\/p>\n<p>PUTM\/PUPM adalah inisiatif strategis untuk memastikan keberlanjutan kualitas dakwah dan pendidikan di Muhammadiyah. Melalui kerja sama yang kuat antara UM Bandung, PWM Jawa Barat, dan Lazismu Jawa Barat, diharapkan program ini mampu melahirkan ulama dan ustaz yang tidak hanya memahami Islam secara mendalam, tetapi juga mampu menginspirasi dan memimpin masyarakat dengan baik.***<strong>(FA\/FK)<\/strong>\n<\/p>\n<p>\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t<\/div>\n<p><script defer async src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js?ver=1.0.7#xfbml=1&amp;version=v9.0&amp;appId=1703072823350490&amp;autoLogAppEvents=1\" id=\"wpmedia-fb-js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/um-bandung-gandeng-pwm-dan-lazismu-jabar-cetak-ulama-berintegritas-dan-intelektual\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM, Bandung \u2013 Dalam upaya menjawab tantangan kelangkaan ulama berwawasan Muhammadiyah di <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=31733\" title=\"UM Bandung Gandeng PWM dan Lazismu Jabar Cetak Ulama Berintegritas dan Intelektual\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":31734,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[560,559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-31733","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-breaking-news","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31733","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=31733"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31733\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/31734"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=31733"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=31733"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=31733"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=31733"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=31733"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}