{"id":31903,"date":"2024-09-10T17:15:44","date_gmt":"2024-09-10T09:15:44","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/guru-pendidikan-agama-islam-dituntut-miliki-kompetensi-ganda\/"},"modified":"2024-09-10T17:15:44","modified_gmt":"2024-09-10T09:15:44","slug":"guru-pendidikan-agama-islam-dituntut-miliki-kompetensi-ganda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=31903","title":{"rendered":"Guru Pendidikan Agama Islam Dituntut Miliki Kompetensi Ganda"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>BANDUNGMU.COM, Bandung \u2013 Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Bandung Dr Iim Ibrohim SPdI MAg menyampaikan pandangannya mengenai karakteristik ideal guru PAI di abad 21. Menurut Iim, perubahan zaman dan perkembangan teknologi mengharuskan guru PAI untuk terus beradaptasi dan menghadirkan metode pengajaran yang relevan dan efektif.\n<\/p>\n<p>Dalam sebuah buku berjudul \u201cAl Arabiyyah Baina Yadaik\u201d karya Abdurrahman bin Ibrahim Al-Fauzan dkk disebutkan bahwa pembelajaran di masa lalu sangat terbatas hanya untuk orang kaya atau penduduk kota. Kini, pendidikan sudah menjadi hak setiap individu.<\/p>\n<p>\u201cPembelajaran kini bagaikan air dan udara,\u201d ungkap Iim, menggambarkan betapa mudahnya akses pendidikan di era modern ini. Hal tersebut Iim sampaikan saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa prodi PAI angkatan 2020 dalam Baitul Arqam Purna Studi di Aula Al-Irfani, Komplek Perguruan Muhammadiyah, Jalan Kadipaten Nomor 04-06, Antapani, Kota Bandung, pada Jumat (05\/09\/2024) lalu.\n<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Iim menjelaskan bahwa dahulu para siswa harus menempuh perjalanan jauh untuk belajar, sedangkan sekarang sekolah-sekolah sudah ada di setiap kota dan desa. Bahkan, dengan kemajuan teknologi, siswa dapat belajar dari rumah melalui internet. \u201cNamun, ada pergeseran motivasi, baik dari guru maupun siswa. Dulu, guru mengajar tanpa mengharapkan gaji dan siswa belajar untuk ilmu, bukan sekadar ijazah,\u201d tambahnya.\n<\/p>\n<p>Melihat kondisi ini, Iim menekankan pentingnya guru PAI meluruskan niat para siswa untuk belajar demi ilmu, bukan sekadar mengejar gelar. \u201cGenerasi X, Y, Z hingga Alpha perlu didampingi dengan panduan teologis yang tepat agar proses pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman,\u201d ujar Iim. Menurutnya, ajaran Ali bin Abi Thalib yang mengarahkan agar pembelajaran disesuaikan dengan zaman sangat relevan untuk diterapkan saat ini.\n<\/p>\n<h4>Pembentuk karakter<\/h4>\n<p>Menurut Iim, tantangan guru PAI tidak hanya terletak pada pembelajaran formal di kelas. Guru PAI juga diharapkan menjadi ujung tombak dalam membentuk karakter islami para siswa. \u201cGuru PAI telah diwanti-wanti oleh Al-Quran agar tidak meninggalkan generasi dalam keadaan lemah, baik dari segi pengetahuan maupun akhlak,\u201d jelasnya, merujuk pada surah An-Nisa ayat 9.\n<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Iim mengutip kitab \u201cTa\u2019lim Muta\u2019allim\u201d karya Syekh Azzarnuji yang menyebutkan bahwa siapa pun yang mengajarkan satu huruf dalam agama dianggap sebagai \u201cayah dalam urusan agama.\u201d \u201cKedudukan ini adalah penghargaan tertinggi yang dapat mengantarkan seorang guru ke surga Allah SWT,\u201d tambahnya.\n<\/p>\n<p>Dalam konteks pendidikan Islam, Iim mengaitkan konsep hadis tentang rawi, sanad, dan matan untuk menggambarkan pentingnya dua standar utama yang harus dimiliki seorang guru: intelektualitas dan karakter. \u201cGuru PAI ideal harus memiliki intelektualitas dan karakter yang baik. Keduanya harus terus diasah dengan belajar dan berakhlak mulia,\u201d tegasnya.\n<\/p>\n<p>Menghadapi tantangan saat ini yang penuh dengan keterbukaan informasi, Iim menekankan pentingnya beberapa keterampilan bagi guru PAI. Misalnya, berpikir kritis, berkomunikasi efektif, berkolaborasi, selalu berinovasi, dan kreatif dalam pembelajaran. \u201cSemua itu adalah tuntutan zaman yang tidak bisa dihindari,\u201d ujarnya.\n<\/p>\n<h4>Pendekatan baru<\/h4>\n<p>Dalam kaitannya dengan hal ini, Iim juga mengingatkan pesan Rasulullah SAW, \u201cAllimu, wayassiru, wala tu\u2019assiru\u201d, yang artinya ajarilah dengan mempermudah, bukan mempersulit. Guru PAI, menurutnya, perlu terus mencari pendekatan dan metode baru yang lebih efektif agar siswa lebih mudah memahami materi.\n<\/p>\n<p>Sebagai penutup, Iim mengingatkan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003, guru tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Namun, bagi guru PAI, perlu ada tambahan kompetensi spiritual, kepemimpinan, dan technopreneurship.\n<\/p>\n<p>\u201cGuru PAI harus menjadi teladan dalam doa dan zikir serta mampu mengelola teknologi untuk mengembangkan usaha,\u201d pungkas doktor lulusan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung ini.***(FA)\n<\/p>\n<p>\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t<\/div>\n<p><script defer async src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js?ver=1.0.7#xfbml=1&amp;version=v9.0&amp;appId=1703072823350490&amp;autoLogAppEvents=1\" id=\"wpmedia-fb-js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/guru-pendidikan-agama-islam-dituntut-miliki-kompetensi-ganda\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM, Bandung \u2013 Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=31903\" title=\"Guru Pendidikan Agama Islam Dituntut Miliki Kompetensi Ganda\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":31904,"comment_status":"","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[560,559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-31903","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-breaking-news","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31903","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=31903"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31903\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/31904"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=31903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=31903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=31903"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=31903"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=31903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}