{"id":32176,"date":"2024-09-21T10:13:55","date_gmt":"2024-09-21T02:13:55","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/museum-muhammadiyah-dari-muhammadiyah-untuk-indonesia\/"},"modified":"2024-09-21T10:13:55","modified_gmt":"2024-09-21T02:13:55","slug":"museum-muhammadiyah-dari-muhammadiyah-untuk-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=32176","title":{"rendered":"Museum Muhammadiyah dari Muhammadiyah untuk Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n            <!-- image --><\/p>\n<div class=\"td-post-featured-image\">\n<figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"696\" height=\"404\" class=\"entry-thumb td-modal-image\" src=\"https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/0-museum-muhammadiyah-001-696x404.jpg\" srcset=\"https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/0-museum-muhammadiyah-001-696x404.jpg 696w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/0-museum-muhammadiyah-001-300x174.jpg 300w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/0-museum-muhammadiyah-001-1024x594.jpg 1024w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/0-museum-muhammadiyah-001-768x445.jpg 768w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/0-museum-muhammadiyah-001-724x420.jpg 724w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/0-museum-muhammadiyah-001.jpg 1040w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" alt=\"\" title=\"0-museum-muhammadiyah-001\"\/><figcaption class=\"wp-caption-text\">foto : Istimewa<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p>            <!-- content --><\/p>\n<p><strong>CIREBONMU.COM<\/strong>, Yogyakarta\u00a0 \u2014\u00a0 Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah menggelar acara Museum Muhammadiyah Talk\u2019s\u00a0 \u201cMuseum Muhammadiyah dari Muhammadiyah untuk Indonesia\u201d\u00a0 yang dilaksanakan pada Kamis (19\/9\/24) di Museum Muhammadiyah Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta yang berada di kompleks Kampus UAD.<\/p>\n<p>Dalam kali ini hadir berbagai kalangan seperti Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Lembaga Budaya, Seni dan Olahraga PP \u2019Aisyiyah, Majelis PAUD Dikdasmen PP \u2018Aisyiyah. Majelis Pustaka dan Informasi PWM DIY, Rektor UAD, H. Azman Latif Ketua Pembina Harian UAD ,Lembaga Seni dan Budaya PWM DIY, Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kabupaten Kota se Yogyakarta, Forkom Museum Bantul, Dinas Kebudayaan DIY dan Bantul,\u00a0\u00a0 para pemerhati museum.<\/p>\n<p>Museum Muhammadiyah didirikan untuk merekam jejak langkah dengan melestarikan tinggalan sejarah yang disajikan dalam peragaan komunikatif dan edukatif agar dapat menuai hikmah bersama. Berbekal nilai luhur dan pengalaman sejarah Muhammadiyah pengunjung diharapkan dapat membentangkan cakrawala wawasan ke depan dengan lebih bijaksana dan berpartisipasi dalam gerak sejarah Muhammadiyah berikutnya.<\/p>\n<p>MPI PDM Sleman hadir dalam kesempatan ini diwakili oleh Arief Hartanto dan DR. Sutipyo R S.Ag hadir diantara ratusan peserta yang memenuhi ruang Amphiteater Museum Muhammadiyah sore itu.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga : Museum Muhammadiyah, Memori Kolektif Perjuangan Dan Kiprah Untuk Bangsa<\/strong><\/p>\n<p>Dalam sambutannya kepala Museum Muhammadiyah\u00a0 Affan Kurniawan ST MT\u00a0 yang juga Ketua MPI PWM DIY menuturkan sebagaimana tema acara ini \u201c MuseumMu didirikan guna merawat dan merekonstruksi sejarah Muhammadiyah agar menjadi memori kolektif umat Islam Indonesia dan bangsa Indonesia, sekaligus\u00a0 Museum Muhammadiyah sebagai tempat penelitian, edukasi dan pariwisata\u201d.<\/p>\n<p>Museum ini berdiri pada 14 November 2022 dengan berbagai perjuangannya terutama di masa Covid dan akhirnya bisa dibangun salah satunya untuk menyambut pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah di Solo.<\/p>\n<p>Peran Museum Muhammadiyah menurut Prof. Muclhas MT\u00a0 Rektor UAD sekaligus Ketua MPI PP Muhammadiyah yang dalam sambutannya mengutarakan bahwa \u201c fungsi museum Muhammadiyah ini\u00a0 sebagai sarana untuk memberikan informasidan tafsir yang benar tentang Muhammadiyah,\u00a0 karena selama ini mengalami salah tafsir tentang sejarah Muhammadiyah\u201d.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"611\" src=\"https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/0-museum-muhammadiyah-002-1024x611.jpg\" alt=\"Museum Muhammadiyah dari Muhammadiyah untuk Indonesia CirebonMU\" class=\"wp-image-5866\" srcset=\"https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/0-museum-muhammadiyah-002-1024x611.jpg 1024w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/0-museum-muhammadiyah-002-300x179.jpg 300w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/0-museum-muhammadiyah-002-768x459.jpg 768w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/0-museum-muhammadiyah-002-696x416.jpg 696w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/0-museum-muhammadiyah-002-703x420.jpg 703w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/0-museum-muhammadiyah-002.jpg 1040w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">foto : <em>Arief Hartanto, MPI PDM Sleman<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Di lantai 1 museum berisi kiprahnya pendirian Muhammadiyah dan berdirinya negara dimana dari awal kemerdekaan\u00a0 Muhammadiyah\u00a0 turut mengantarkan ke kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n<p>Muhammadiyah memang tidak terlalu kaya dengan artefak, di museum ini dibuat dengan pendekatan sebagai museum gerakan persyarikatan Muhammadiyah dengan banyak definisi gerakan Muhammadiyah didalamnya.<\/p>\n<p>Ke depan museum diharapkan bisa menjadi satu sarana pendidikan yang menarik bagi anak muda, hal ini ditandai dengan adanya lokasi<em> instagramable spot<\/em>, dan terungkap juga dalam koleksinya bahwa Aisyiyah menjadi gerakan perempuan pertama yang melakukan konggres pertama perempuan di Indonesia.<\/p>\n<p>Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian venue lantai 3, 4 museum Muhammadiyah yang berisi perjuangan Muhammadiyah di masa kini dan tantangan ke depan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga : Ayo Berkunjung ke Museum Muhammadiyah!<\/strong><\/p>\n<p>Acara berikutnya dilanjutkan dengan diskusi tentang Museum bersama narasumber Widiyastuti, S.S., M.Hum, dari MPI PP Muhammadiyah dan Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A dan Ria Putri Palupijati.<\/p>\n<p>Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A menuturkan bahwa \u201c Museum Muhammadiyah menjadi anak bungsu dari 42 Museum yang ada di Yogyakarta, namun memiliki resources sumber daya manusia handal untuk pengelolaan dan materinya serta pangsa pasar yang jelas\u00a0 apalagi Yogyakarta menjadi ibukota dan tempat kelahiran Muhammadiyah, ini merupakan potensi yang sangat besar\u201d.<\/p>\n<p>Selain itu penting untuk meningkatkan kualitas museum itu melalui penyampaian pesan yang terkandung dalam benda koleksi di museum, melalui para edukator inilah informasi serta nilai-nilai berharga dari setiap objek dapat dipahami dan diteladani oleh pengunjung dan juga dengan pendekatan yang lebih menyenangkan. <strong>(CM) <\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Sumber : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman<\/em><\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/cirebonmu.com\/museum-muhammadiyah-dari-muhammadiyah-untuk-indonesia\/\">sumber berita ini dari muriamu.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>foto : Istimewa CIREBONMU.COM, Yogyakarta\u00a0 \u2014\u00a0 Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=32176\" title=\"Museum Muhammadiyah dari Muhammadiyah untuk Indonesia\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":32177,"comment_status":"","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2327],"class_list":["post-32176","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2327,"user_id":24,"is_guest":0,"slug":"cirebonmu","display_name":"CirebonMu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b14e07fb5038c9ae9bcb1295e65863e55c95d3b80f35f09d51209912bc035a44?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32176","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=32176"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32176\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/32177"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=32176"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=32176"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=32176"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=32176"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=32176"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}