{"id":32478,"date":"2024-10-03T03:27:53","date_gmt":"2024-10-02T19:27:53","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/muhammadiyah-dan-fikih-perlindungan-anak\/"},"modified":"2024-10-03T03:27:53","modified_gmt":"2024-10-02T19:27:53","slug":"muhammadiyah-dan-fikih-perlindungan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=32478","title":{"rendered":"Muhammadiyah dan Fikih Perlindungan Anak"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n            <!-- image --><\/p>\n<div class=\"td-post-featured-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"696\" height=\"592\" class=\"entry-thumb td-modal-image\" src=\"https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/00-lazismu-KPAI-3A-696x592.jpg\" srcset=\"https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/00-lazismu-KPAI-3A-696x592.jpg 696w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/00-lazismu-KPAI-3A-300x255.jpg 300w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/00-lazismu-KPAI-3A-1024x870.jpg 1024w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/00-lazismu-KPAI-3A-768x653.jpg 768w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/00-lazismu-KPAI-3A-494x420.jpg 494w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/00-lazismu-KPAI-3A.jpg 1040w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" alt=\"\" title=\"00-lazismu-KPAI-3A\"\/><\/div>\n<p>            <!-- content --><\/p>\n<p><strong>CIREBONMU.COM<\/strong>, Jakarta \u2013 Kasus kekerasan dan diskriminasi terhadap anak di Indonesia terus meningkat. Berita terbaru tentang kekerasan terhadap anak dan kekerasan seksual kian beredar luas. Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) maupun dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI) Pimpinan Pusat Aisyiyah setidaknya mengkonfirmasi peristiwa tersebut.<\/p>\n<p>Indeks pencarian berita kasus kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan dan anak selalu trending setidaknya dalam beberapa pekan ini.<\/p>\n<p>Kabar anak yang berurusan dengan hukum baik sebagai pelaku atau korban saling bersautan di media sosial. Akibatnya sentimen negatif terus mengemuka terhadap keadilan hukum dan upaya serius pemerintah serta semua pihak terhadap meningkatnya kasus kekerasan dan diskriminasi terhadap anak dipertanyakan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga : Lazismu Gelar Ziska Talk Kupas Fatwa Tarjih dan Fatwa MUI Tentang Zakat Kontemporer<\/strong><\/p>\n<p>Sebab itulah, Lazismu Pusat melalui Divisi Research and Development mengupasnya dalam Ziska Talk bertajuk \u201cZakat untuk Perlindungan Anak dari Kekerasan &amp; Diskriminasi\u201d pada Senin (30\/9\/24).<\/p>\n<p>Lazismu ingin mengangkatnya dalam perspektif yang relevan agar kesadaran dan ikhtiar memitigasinya bisa dikolaborasikan dan disingergikan dengan semua pihak, termasuk lembaga amil zakat.<\/p>\n<p>Ninik Annisa, Anggota Badan Pengurus Pusat Lazismu Pusat dalam pengantarnya menyebutkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak semakin meningkat. Data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI) PP Aisyiyah pada tahun 2024 telah terjadi kasus sebanyak 10.529 berupa kekerasan terhadap anak dan jumlah korbannya mencapai 11.000.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga : 22 Tahun Lazismu Berkontribusi untuk Indonesia dengan Gerakan Filantropi Muhammadiyah<\/strong><\/p>\n<p>\u201cJumlah ini sebetulnya melipatgandakan dari 6 tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2016, terdapat kasus di mana korban laki-laki sebanyak 1.478 dan untuk korban perempuan sebanyak 3.757,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ninik Annisa menjelaskan, pada tahun 2024 jumlah korban laki-laki sebanyak 3.376 dan korban perempuan 8.329. \u201cHal itu tentu saja data yang ada tidak sebenarnya utuh karena masih banyak kasus-kasus yang tidak dilaporkan. Maka kami terutama dari Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) PP Aisyiyah juga menangani kasus serupa, dimana kekerasan terhadap anak terjadi,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Menanggapi hal tersebut, Asep Salahuddin Anggota Divisi Fatwa &amp; Pengembangan Tuntunan MTT PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa tren peningkatan kasus tersebut ataupun faktor-faktor yang melatarbelakanginya perlu dilihat secara komprehensif melalui fikih perlindungan anak.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga : Kolaborasi POROZ dengan Kemenlu RI, Lazismu Siap Terjun untuk Misi Kemanusiaan ke Palestina<\/strong><\/p>\n<p>Hal ini menjadi penting, sebab bisa saja dalam pemahaman fikih kebanyakan orang melihatnya secara parsial. Sehingga sistematika dan cara pandangnya terhadap perlindungan anak perlu diteropong dari produk Muhammadiyah berupa fikih perlindungan anak.<\/p>\n<p>\u201cSama dengan fikih-fikih sebelumnya yang menjadi bagian dari produk pemikiran hukum Islam di Muhammadiyah, bahwa dalam merespon suatu persoalan, perlu ada rumusan-rumusan khusus (spesifik) yang didasarkan pada ajaran-ajaran Islam, khususnya Fikih,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Menurut Asep, agama Islam memiliki konsep-konsep dalam merespons \u201csuatu masalah\u201d, maka perlu didiskripsikan lebih jelas konsep-konsep dari ajaran-ajaran Islam tersebut.<\/p>\n<p>\u201cTerkait fikih perlindungan anak sebagaimana telah disusun term of reference-nya oleh Lazismu dalam pokok bahasan ini, posisi saya sebagai MTT PP Muhammadiyah diamanahi untuk menjawab dan memaparkan tentang; pertama, sosialisasi nilai-nilai dasar Fikih Perlindungan Anak berdasarkan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Kedua, strategi dan upaya yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah untuk mengatasi kekerasan dan diskriminasi pada anak,\u201d paparnya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga : Tim Lazismu Berangkat Salurkan Bantuan untuk Warga Palestina<\/strong><\/p>\n<p>Rumusan itu, tambah Asep, didasarkan pada konsep yang berkesinambungan. Fikih Perlindungan Anak dari cara pandang Islam berbicara baik tentang tauhid, nilai etika dan hukum yang terkait dengan perlindungan anak.<\/p>\n<p>\u201cFikih Perlindungan Anak digambarkan dalam tiga aspek secara berkesinambungan, antara lain; nilai-nilai dasar (al-qiyam al-asasiyah), prinsip-prinsip umum (al-ushul al-kulliyah) dan pedoman praktis (al-ahkam al-far\u2019iyah),\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Tiga aspek yang ada harus diturunkan lagi, yang pada akhirnya nanti seperti diharapkan oleh Lazismu, bahwa ada pedoman praktisnya yang mungkin menjadi apa yang kita cari bersama, yaitu kiat apa dan strategi apa yang dilakukan oleh MTT terkait persoalan kekerasan dan diskriminasi terhadap anak.<\/p>\n<p>Asep mengatakan bahwa prinsip umum yang mendasari fikih bersumber dari tauhid, kemuliaan manusia, dan nilai-nilainya harus dihayati dengan seksama.<\/p>\n<p>\u201cApa yang akan kita lakukan dan ketahui untuk meraih keadilan dan adanya kemuliaan sebagai manusia seperti hak hidup dan tumbuh kembang, ini yang harus kita pahami sebagai pedoman praktis tentang anak, hak hidup dan tumbuh kembangnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga : LAZISMU dan MPKSDI PP Muhammadiyah Salurkan Beasiswa Kader Muhammadiyah<\/strong><\/p>\n<p>Seiiring dengan itu, nantinya akan muncul persoalan-persoalan lain seperti aborsi, kematian bayi dan balita, stunting, dan lain-lain. Bagaimana menyikapinya, maka pedoman praktis harus dipahami yang diturunkan dari nilai dasar dan prinsip umum.<\/p>\n<p>Lantas apa prinsip umum yang berkaitan dengan keadilan? Asep menyebut bahwa prinsip itu berkaitan dengan hubungan kesetaraan yang sama antara laki-laki dan perempuan, anak dan ibu, anak dan ayah, dan sebagainya. Dari situ akan muncul pedomannya berupa hak sipil.<\/p>\n<p>\u201cHak sipil terkait identitas anak, pengasuhan anak, dan anak yang berurusan dengan hukum,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Dari situ, baru kemudian lanjut Asep, nilai dasar kemaslahatan itu diturunkan dengan prinsip kasih sayang dan pemenuhan kebutuhan anak. \u201cDari situ lah pedoman praktisnya, yaitu hak perlindungan seperti tentang pernikahan anak, pengangkatan anak, perdagangan anak, dan kekerasan seksual yang sekarang beritanya viral di media sosial bisa ditangani,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga : LAZISMU DISEMINASI HASIL RISET, IMPLEMENTASIKAN RISALAH ISLAM BERKEMAJUAN DALAM PENGELOLAAN ZISKA<\/strong><\/p>\n<p>Asep menyebut, pedoman praktis perlindungan anak dibahas dalam kerangka hak-hak anak dalam empat ranah utama, antara lain meliputi Hak Hidup dan Tumbuh Kembang, Hak Sipil, Hak Keamanan (Perlindungan), dan Hak Pendidikan.<\/p>\n<p>Baginya, pemuliaan anak dalam Islam itu dimulai sejak dalam usia anak bahkan sejak dalam kandungan. Islam melarang melakukan kekerasan dan diskriminasi terhadap anak. Larangan ini menunjukkan betapa mulianya seorang anak, ia tidak bisa dinilai dengan nominal harta sebesar apapun.<\/p>\n<p>\u201cKarena dalam Islam, hak tumbuh kembang berupa aspek psikis (rohaniah) dan aspek fisik (jasmaniah) telah dikupas dalam Munas Tarjih ke-30 pada tahun 2018 di Makassar yang secara normatif dibukukan dalam berita resmi Muhammadiyah dan dapat diunduh secara online,\u201d tandas Anggota Divisi Fatwa &amp; Pengembangan Tuntunan MTT PP Muhammadiyah itu. <strong>(CM)<\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Sumber : Lazismu PP Muhammadiyah<\/em><\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/cirebonmu.com\/muhammadiyah-dan-fikih-perlindungan-anak\/\">sumber berita ini dari muriamu.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CIREBONMU.COM, Jakarta \u2013 Kasus kekerasan dan diskriminasi terhadap anak di Indonesia terus <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=32478\" title=\"Muhammadiyah dan Fikih Perlindungan Anak\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":32479,"comment_status":"","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2327],"class_list":["post-32478","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2327,"user_id":24,"is_guest":0,"slug":"cirebonmu","display_name":"CirebonMu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b14e07fb5038c9ae9bcb1295e65863e55c95d3b80f35f09d51209912bc035a44?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32478","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=32478"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32478\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/32479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=32478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=32478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=32478"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=32478"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=32478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}