{"id":33316,"date":"2024-11-13T03:00:48","date_gmt":"2024-11-12T19:00:48","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/keberagaman-bukan-hanya-soal-kerukunan-tapi-juga-penegakan-hak-konstitusi\/"},"modified":"2024-11-13T03:00:48","modified_gmt":"2024-11-12T19:00:48","slug":"keberagaman-bukan-hanya-soal-kerukunan-tapi-juga-penegakan-hak-konstitusi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=33316","title":{"rendered":"Keberagaman Bukan Hanya Soal Kerukunan, tapi Juga Penegakan Hak Konstitusi"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ibtimes.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-12-at-16.03.35.jpeg\" \/><\/p>\n<div>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/ibtimes.id\/\">IBTimes.ID<\/a>, Yogyakarta<\/strong> \u2013 Koordinator Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan GUSDURian, Jay Akhmad, menyebut keberagaman bukan sekadar soal kerukunan. Lebih dari itu, keberagaman juga berkaitan erat dengan penegakan hak konstitusi bagi setiap warga negara.<\/p>\n<p>\u201cKeberagaman tidak hanya soal kerukunan, tapi bicara soal keberagaman adalah soal penegakan hak konstitusi warga negara,\u201d ujar Jay pada (12\/11\/24).<\/p>\n<p>Merujuk pada pemikiran KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Jay menyampaikan, keberagaman sejatinya adalah bagian dari upaya mewujudkan perdamaian. Tetapi, perdamaian yang benar hanya dapat dicapai jika disertai keadilan.<\/p>\n<p>\u201cBicara soal perdamaian, perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi. Dan keadilan kita lakukan dengan penegakan hak konstitusi,\u201d jabarnya.<\/p>\n<p>Jay, mencontohkan berbagai insiden terkait penolakan rumah ibadah yang masih terjadi di Indonesia. Menurutnya, persoalan ini menunjukkan tantangan yang belum tuntas dalam penegakkan beragama dan berkeyakinan di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cPadahal jelas Undang-Undang Dasar kita menjamin kebebasan beragama bagi para pemeluk-pemeluknya. Dan ini menjadi tantangan kita ke depan bagaimana situasi ini terus bisa kita sikapi sehingga masyarakat Indonesia bisa menjalankan ibadahnya dengan tenang,\u201d jabarnya.<\/p>\n<p>Sebagai upaya menyuarakan nilai-nilai toleransi, Jaringan GUSDURian menggelar<a href=\"https:\/\/bestfest.gusdurian.net\/\"> Festival Beda Setara<\/a> atau Best Fest. Festival ini merupakan rangkaian acara yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada 16 November 2024 sekaligus memperingati Haul ke-15 Gus Dur. Festival ini, lanjut Jay, akan berlangsung selama satu minggu, 10-16 November 2024 di berbagai titik di kampus UIN Sunan Kalijaga, bertujuan untuk merayakan keberagaman dan mempromosikan toleransi di Indonesia.<\/p>\n<p>Selain menjadi peringatan bagi Gus Dur, festival ini juga menjadi ruang untuk belajar dan berdialog tentang keberagaman antarumat beragama. Salah satu rangkaian dalam festival ini adalah Pasar Bestari, yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai wadah untuk dialog rasa dan keberagaman antar masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cPasar Bestari tidak hanya sebagai ruang transaksi ekonomi, tapi juga bagaimana dialog rasa dan dialog keberagaman muncul di pasar,\u201d tambah Jay.<\/p>\n<p>Selama festival, akan ada berbagai kegiatan menarik, antara lain Forum Belajar, yang memberikan kesempatan kepada kaum muda dan pelajar untuk mendalami berbagai tradisi dan keyakinan agama dan keyakinan yang ada di Indonesia, termasuk Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Katolik, dan Konghucu. Forum ini akan berlangsung setiap sore, 11-15 November 2024, di mana peserta bisa belajar langsung dari para praktisi dan tokoh agama.<\/p>\n<p>Festival Beda Setara juga akan menampilkan Panggung Budaya dan Bioskop Rakyat, yang menyajikan film-film bertemakan keberagaman dari berbagai agama. Melalui pemutaran film ini, diharapkan publik dapat memahami lebih dalam tentang agama-agama yang berbeda dan mengembangkan empati terhadap sesama.<\/p>\n<p>\u201cKita hadirkan agar khalayak publik bisa melihat dan belajar bersama tentang apa itu agama-agama di luar dirinya,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Puncak acara festival ini adalah Simposium Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, yang mengundang civitas akademika dari UIN dan perguruan tinggi lain, serta praktisi keberagaman untuk berdiskusi dan berbagi pemikiran tentang bagaimana menjaga kebebasan beragama di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cSebagai upaya kita untuk terus memperjuangkan bagaimana hak konstitusi beragama masyarakat Indonesia itu terus terjaga,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Tak kalah menarik, akan ada Pameran \u201cSengketa Rumah Tuhan\u201d, yang mengangkat isu sengketa tempat ibadah dan bagaimana permasalahan tersebut bisa mengganggu keharmonisan antar umat beragama. Pameran ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga rumah ibadah sebagai simbol keberagaman.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/ibtimes.id\/keberagaman-bukan-hanya-soal-kerukunan-tapi-juga-penegakan-hak-konstitusi\/\">sumber ini berita dari ibtimes.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IBTimes.ID, Yogyakarta \u2013 Koordinator Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan GUSDURian, Jay Akhmad, menyebut <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=33316\" title=\"Keberagaman Bukan Hanya Soal Kerukunan, tapi Juga Penegakan Hak Konstitusi\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":33317,"comment_status":"","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1463],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2325],"class_list":["post-33316","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-wawasan","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2325,"user_id":13,"is_guest":0,"slug":"ibtimes-id","display_name":"Ibtimes.id","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ddfcba50a81c483153313f64c939c18bea3fc7aaeb40ee764c3e4cb1e2177da?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33316","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=33316"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33316\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/33317"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=33316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=33316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=33316"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=33316"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=33316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}