{"id":33555,"date":"2024-11-22T00:36:45","date_gmt":"2024-11-21T16:36:45","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/kemendikdasmen-bahas-8-isu-strategis-dalam-diskusi-kebijakan-pendidikan-muriamu-id\/"},"modified":"2024-11-22T00:36:45","modified_gmt":"2024-11-21T16:36:45","slug":"kemendikdasmen-bahas-8-isu-strategis-dalam-diskusi-kebijakan-pendidikan-muriamu-id","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=33555","title":{"rendered":"Kemendikdasmen Bahas 8 Isu Strategis dalam Diskusi Kebijakan Pendidikan \u2013 Muriamu.ID"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>Muriamu.id \u2013 Jakarta, 19 November 2024 \u2013 Dalam upaya mewujudkan visi besar pendidikan untuk semua, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) 8 Kajian Kebijakan Pendidikan, di Jakarta, Selasa (19\/11).<\/p>\n<p>Peserta DKT terdiri dari para praktisi, narasumber, dan tenaga ahli pendidikan yang memiliki kepakaran dalam pengembangan pendidikan dasar dan menengah. Para peserta membahas delapan topik yang meliputi 1) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan zonasi; 2) Ujian Nasional; 3) SMK Masa Depan; 4) Artificial Intelligence (AI) untuk pendidikan; 5) Guru Penggerak; 6) Kurikulum Merdeka; 7) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK); dan 8) Sekolah Unggul.<\/p>\n<p>Kegiatan secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu\u2019ti. \u201cDalam forum ini, kami beharap agar masukan Bapak dan Ibu sekalian dapat menjadi referensi yang memperkaya perspektif dan pertimbangan kami dalam mengambil keputusan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Terkait isu PPDB dan zonasi, Mendikdasmen menyampaikan bahwa Kemendikdasmen telah menyelenggarakan kegiatan yang mengundang kepala dinas pendidikan seluruh Indonesia untuk membahas hal tersebut. \u201cDalam kunjungan ke daerah, saya juga menerima masukan dari dinas pendidikan, guru, dan berbagai kalangan di daerah, terkait bagaimana PPDB dan zonasi ini dapat diselenggarakan dengan baik,\u201d ujar Mendikdasmen.<\/p>\n<p>Kemudian terkait SMK Masa Depan, ia menyampaikan, \u201cSesuai amanah dari Presiden Prabowo Subianto, agar pendidikan SMK dapat diperbaiki dan ditingkatkan, kita berikan berbagai terobosan strategis, tidak hanya dari sisi akademik, namun juga dari kemitraan yang strategis dari dunia usaha dan industri.\u201d<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga mengatakan terkait Artificial Intelligence (AI) untuk pendidikan, yang akan menjadi bagian dari kurikulum atau mata pelajaran pilihan mulai dari tingkat sekolah dasar, meskipun tidak dari kelas 1.<\/p>\n<p>Ujian Nasional, Guru Penggerak, dan Kurikulum Merdeka telah menjadi isu yang cukup menyita perhatian masyarakat. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu dikaji agar kegiatan pendidikan dapat berjalan dengan lebih baik.<\/p>\n<p>Selanjutnya, terkait Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sudah ada secercah harapan dari audiensi Kemendikdasmen dengan organisasi penyelenggara pendidikan. \u201cKami sudah bersurat kepada Presiden terkait PPPK, agar guru-guru yang berasal dari sekolah swasta dan kemudian diterima di program PPPK, dapat ditugaskan kembali di sekolah swasta,\u201d kata Mendikdasmen.<\/p>\n<p>Meski demikian, Mendikdasmen melanjutkan bahwa persoalan distribusi guru di Indonesia harus menjadi bagian dari kebijakan di tingkat nasional, \u201cHal ini berkaitan dengan sistem rekrutmen dan pembinaan guru yang dalam beberapa hal tidak dapat dilepaskan dari sistem otonomi daerah.\u201d<\/p>\n<p>Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk melakukan evaluasi perumusan kebijakan pendidikan dasar dan menengah dalam mewujudkan visi pendidikan bermutu untuk semua.<\/p>\n<p>\u201cKita semua meyakini bahwa pendidikan bermutu adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing untuk menuju kesejahteraan. Kita melihat banyak capaian pembangunan pendidikan, namun masih menyisakan tantangan yang harus dituntaskan dari sisi akses, kualitas, relevansi, dan tata kelola pendidikan,\u201d urai Tatang.<\/p>\n<p>Setelah pertemuan ini, konsep kajian akan dibahas secara menyeluruh dalam beberapa pertemuan lanjutan yang akan dituntaskan sebelum akhir tahun 2024.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1020\" height=\"678\" src=\"https:\/\/muriamu.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2-1020x678.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-9460\" srcset=\"https:\/\/muriamu.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2-1020x678.jpg 1020w, https:\/\/muriamu.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2-1083x720.jpg 1083w, https:\/\/muriamu.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2-768x511.jpg 768w, https:\/\/muriamu.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2-1536x1021.jpg 1536w, https:\/\/muriamu.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2-360x239.jpg 360w, https:\/\/muriamu.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1020px) 100vw, 1020px\"\/><\/figure>\n<p><strong>Tampung Aspirasi Pemangku Kepentingan melalui DKT Guna Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua<\/strong><\/p>\n<p>Muriamu.id \u2013 Jakarta, 20 November 2024 \u2013 Wujudkan pendidikan bermutu untuk semua, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) gelar Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) delapan kajian kebijakan pendidikan di Jakarta, Selasa (19\/11). Delapan kebijakan tersebut meliputi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan Zonasi, Artificial Intelligent (AI) untuk Pendidikan, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja (P3K), Guru Penggerak, Kurikulum Merdeka, Ujian Nasional (UN) dan Asesmen, SMK Masa Depan, dan Sekolah Unggulan.<\/p>\n<p>Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu\u2019ti mengatakan bahwa saat ini belum mengambil kebijakan apapun terkait dengan berbagai isu yang sekarang berkembang di masyarakat dan mengharapkan melalui DKT mendapatkan masukan yang komprehensif dari para peserta diskusi.<\/p>\n<p>\u201cKami mohon kepada masyarakat untuk bersabar agar kami dapat mengambil kebijakan yang sebaik-baiknya dengan mendapatkan masukan dari berbagai kalangan. Kami akan analisis berbagai argumen yang disampaikan dan tentu kebijakan yang akan kami ambil adalah kebijakan yang terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara.\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Salah satu peserta diskusi, Widiyaprada Ahli Madya, BBPMP Provinsi Jawa Timur, Kusuma Santi menyatakan persetujuannya bahwa suatu kebijakan yang baik tidak dilakukan secara terburu-buru.<\/p>\n<p>\u201cArahan Pak Menteri sudah tepat, terbuka untuk belanja masalah terlebih dulu. Artinya kebijakan nantinya diambil merupakan hasil identifikasi dan evaluasi. Harapannya kebijakan yang diambil menjadi kebijakan yang lebih sempurna dari sebelumnya,\u201d ujar Santi.<\/p>\n<p>Kusuma juga menyampaikan bahwa pemerintah sudah memfasilitasi pelaksanaan kebijakan yang fleksibel, akomodatif untuk menyelenggarakan PPDB yang transparan, objektif, akuntabel, dan berkeadilan. Namun, setiap kebijakan perlu dikawal implementasinya agar tepat dan sesuai tujuan.<\/p>\n<p>\u201cKebijakan tahun ini, lebih baik dari tahun sebelumnya, contohnya cut-off Dapodik, tegas. Berharapnya tahun depan ada perbaikan- perbaikan dari tahun ini yang kurang optimal dan melalui DKT ini dapat menemukan solusi terbaik untuk menyempurnakan kebijakan yang sebelumnya,\u201d jelas Kusuma.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa kebijakan yang baik berasal dari aspirasi masyarakat dan bisa mengakomodir keobjektivitas, transpransi, akuntabel, dan berkeadilan untuk seluruh masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p>Begitu pun dengan Ki Darmaningtyas, seorang aktivis pendidikan Tamansiswa mengatakan bahwa kedelapan isu pendidikan yang dibahas sejalan dengan aspirasinya.<\/p>\n<p>\u201cKebetulan dari delapan isu yang dibahas, lima isu di antaranya (PPDB, Guru Penggerak, Kurikulum Merdeka, Guru P3K, dan sekolah unggulan) sudah saya sampaikan beberapa waktu lalu, sehingga itu sejalan dengan aspirasi saya. Isu-isu tersebut juga mencuat ke publik. Jadi, saya kira agenda pembahasannya sudah tepat,\u201d kata Darmaningtyas.<\/p>\n<p>Dalam diskusi, Darmaningtyas menyampaikan pendapatnya mengenai PPDB dan Zonasi. Ia mengatakan bahwa sistem zonasi yang sudah berjalan menimbulkan kehobahan karena siswa yang memiliki semangat belajar tinggi (anak pintar) tidak dapat diterima di skolah negeri hanya karena tempat tinggalnya jauh dari sekolah negeri.<\/p>\n<p>Untuk itu, Ia menyampaikan bahwa untuk PPDB dan Zonasi lebih baik diganti dengan kebijakan afirmatif (affirmative action), yaitu anak-anak yang tinggal di sekitar sekolah negeri (magersari) wajib diterima di sekolah negeri tersebut. Namun, untuk sistem penerimannya tidak hanya berdasarkan jarak dari sekolah saja.<\/p>\n<p>\u201cMayoritas murid baru diterima tidak berdasarkan pada jarak dari sekolah, melainkan berdasarkan hasil seleksi, entah melalui tes atau nilai ujian akhir. Kuota untuk golongan ekonomi tidak mampu dan perpindahan orang tua\/walimurid masih tetap dapat dipertahankan. Sedangkan jalur prestasi perlu lebih diperlebar,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Kemudian, Mendikdasmen mengatakan bahwa dalam penjaminan mutu pendidikan berdasarkan undang-undang, terdiri dari penjaminan internal dan ada penjaminan eksternal. Penjaminan mutu internal dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan. Termasuk di dalamnya adalah menyangkut evaluasi belajar peserta didik di masing-masing satuan pendidikan itu. Sedangkan penjaminan eksternal dilakukan oleh institusi-institusi penjaminan mutu.<\/p>\n<p>\u201cMisalnya akreditasi itu kan penjaminan mutu eksternal. Nah, soal ujian apakah itu bernama Ujian Nasional ataukah bernama Asesmen Nasional ataukah dulu ada Ebtanas itu semuanya, kan, bagian dari alat ukur mutu pendidikan. Sehingga, semangat dari penyusunan berbagai macam kebijakan itu untuk penjaminan mutu pendidikan baik eksternal maupun internal,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Menyambung hal tersebut, Widiyaprada Ahli Utama, Direktorat SMK, Yaya Jakari menyampaikan bahwa perlu adanya respon dari delapan isu tersebut, termasuk UN dan AN.<\/p>\n<p>\u201cOleh karena itu, kami ditugaskan untuk mencari data dan informasi mengenai Ujian Nasional dan Asesmen Nasional berdasarkan dari penelitian, evaluasi, maupun praktik baik kepala dinas pendidikan dan berupa data dukungnya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Ia menyampaikan bahwa berdarkan data terdapat pro-kontra dalam pelaksanaan UN, salah satunya adanya \u201cpilih kasih\u201d mata pelajaran yang diujikan dan turunnya semangat pelajar jika tidak ada UN. Selain itu, tolok ukur bagi Asesmen Nasional, pengukuran secara internasional, yaitu hasil dari PISA juga memiliki pro-kontra.<\/p>\n<p>\u201cDalam pelaksanaan PISA pun, masih menjadi pro-kontra, katanya itu hanya contoh saja, karena yang diambil hanya 35\u201340 anak dari kelas 5, 8, dan 11 saja. Sehingga infonya kurang representatif. Nah,melalui DKT hari ini, kami harapkan ada masukan dari pelaksanaan AN ini dan hasilnya dapat digunakan untuk peta mutu secara komprehensif dan dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Jadi, kami akan tampung semua aspirasi untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu,\u201d jelas Yaya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan yang sama, Widiyaprada Ahli Utama, Direktorat SMK, Ade Erlangga dalam kelompok SMK Masa Depan mengatakan lulusan SMK harus bisa menjawab tantangan terhadap masalah tentang pengangguran.<\/p>\n<p>Ade mengatakan terdapat tiga cara dalam menjawab hal tersebut. \u201cYang pertama dijawab bahwa lulusan SMK harus bisa bekerja. Yang kedua, kalau nggak bisa bekerja harus bisa berwirausaha. Yang ketiga, kita memberikan alternatif untuk punya kompetensi sehingga bisa bekerja di luar negeri, karena tren sekarang di beberapa negara maju terjadi penurunan jumlah angkatan kerja dan terjadi minus. Sehingga bisa kita isi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ade juga menegaskan selain ketiga hal di atas, perlu adanya strategi dalam akselerasi dan standardisasi. Standardisasi dilakukan melalui kurikulum\/ program yang menunjang dan sesuai dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), sehingga mengahasilkan lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan DUDI.<\/p>\n<p>Selain itu, pemerataan guru di sekolah SMK perlu diperhatikan, karena saat ini, masih terdapat kekurangan guru di SMK. \u201cHal ini bisa ditangani dengan melibatkan para ahli yang sudah tidak muda namun mempunyai pengalaman,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat<br \/>Sekretariat Jenderal<br \/>Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah<\/p>\n<p>Laman: kemdikbud.go.id<br \/>X: x.com\/Kemdikdasmen<br \/>Instagram: instagram.com\/kemendikdasmen<br \/>Facebook: facebook.com\/kemendikdasmen<br \/>YouTube: KEMDIKDASMEN<br \/>Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/muriamu.id\/kemendikdasmen-bahas-8-isu-strategis-dalam-diskusi-kebijakan-pendidikan\/\">sumber berita ini dari muriamu.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Muriamu.id \u2013 Jakarta, 19 November 2024 \u2013 Dalam upaya mewujudkan visi besar <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=33555\" title=\"Kemendikdasmen Bahas 8 Isu Strategis dalam Diskusi Kebijakan Pendidikan \u2013 Muriamu.ID\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":33556,"comment_status":"","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2326],"class_list":["post-33555","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2326,"user_id":14,"is_guest":0,"slug":"muriamu-id","display_name":"Muriamu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7789f7b07c0356e2cde71ecca1661870c974805df52387c5586520e934ba500?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Muriamu","last_name":"","user_url":"http:\/\/muriamu.id","job_title":"","description":"Portal berita berkemajuan dari Kudus"}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33555","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=33555"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33555\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/33556"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=33555"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=33555"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=33555"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=33555"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=33555"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}