{"id":3686,"date":"2022-04-08T02:26:16","date_gmt":"2022-04-07T18:26:16","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/04\/08\/banyak-orang-muhammadiyah-yang-mualaf-hatinya-pwmu-co\/"},"modified":"2022-04-08T02:26:16","modified_gmt":"2022-04-07T18:26:16","slug":"banyak-orang-muhammadiyah-yang-mualaf-hatinya-pwmu-co","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=3686","title":{"rendered":"Banyak Orang Muhammadiyah yang Mualaf Hatinya | PWMU.CO"},"content":{"rendered":"<div>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" loading=\"lazy\" width=\"1200\" height=\"670\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/WhatsApp-Image-2022-04-07-at-20.36.40-1200x670.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-236056\" srcset=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/WhatsApp-Image-2022-04-07-at-20.36.40-1200x670.jpeg 1200w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/WhatsApp-Image-2022-04-07-at-20.36.40-300x168.jpeg 300w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/WhatsApp-Image-2022-04-07-at-20.36.40-150x84.jpeg 150w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/WhatsApp-Image-2022-04-07-at-20.36.40-768x429.jpeg 768w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/WhatsApp-Image-2022-04-07-at-20.36.40-750x419.jpeg 750w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/WhatsApp-Image-2022-04-07-at-20.36.40-1140x637.jpeg 1140w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/WhatsApp-Image-2022-04-07-at-20.36.40.jpeg 1529w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\"\/><figcaption>Prof Abdul Mu\u2019ti (kanan): Banyak Orang Muhammadiyah yang Mualaf Hatinya (Sayyidah Nuriyah\/PWMU.CO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Prof Abdul Mu\u2019ti: Banyak Orang Muhammadiyah yang Mualaf Hatinya. liputan Kontributor PWMU.CO Gresik<strong> <a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/sayyidah-nuriyah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sayyidah Nuriyah<\/a><\/strong>.\u00a0<\/p>\n<p><strong>PWMU.CO<\/strong>\u00a0\u2013 Meski hari sudah bergulir siang, tapi diskusi di lantai 13 at-Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya masih berlangsung penuh semangat. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan kepada pemateri: Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu\u2019ti MEd.\u00a0<\/p>\n<p>Muhammad\u00a0Zayyin\u00a0Chudlori\u2014salah satu peserta Kajian Ramadhan 1443 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur\u2014menilai, \u201cDi satu sisi amal usahanya Muhammadiyah mencuat, di sisi lain, kader-kader dan anggota Muhammadiyah di tingkat bawah belum bisa berkembang mengimbangi.\u201d\u00a0<\/p>\n<p>Perwakilan PDM Surabaya itu lantas bertanya bagaimana pendapat Prof Mu\u2019ti terhadap fenomena tersebut, Ahad (3\/4\/22).\u00a0<\/p>\n<h4 id=\"langgar-ad-art-sendiri\" class=\"joli-heading\"><strong>\u2018Langgar\u2019 AD\/ART Sendiri\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p>Prof Mu\u2019ti menyatakan, \u201cBukannya kami di PP (Pimpinan Pusat) tidak menyadari itu, kami di PP memang ketika melihat data, <a href=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Muhammadiyah <\/a>agak unik.\u201d\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, Muhammadiyah sudah \u2018melanggar\u2019 AD\/ART-nya sendiri. Karena jumlah cabang lebih banyak daripada jumlah ranting. \u201cPadahal persyaratan untuk mendirikan cabang itu harus ada sekurang-kurangnya tiga ranting,\u201d\u00a0<\/p>\n<p>Itupun PP Muhammadiyah sudah memberi kelonggaran. \u201cAda yang namanya ranting istimewa. Yang mereka tidak tinggal di tempat itu, tapi warga Muhammadiyah yang bekerja di sana,\u201d terangnya.\u00a0<\/p>\n<p>Misalnya pada Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sudirman di Jakarta. Anggotanya adalah warga Muhammadiyah yang bekerja di sepanjang perkantoran elit di Jalan Sudirman, meski tidak bermukim di sana.\u00a0<\/p>\n<h4 id=\"kebijakan-aktifkan-pekerja-aum\" class=\"joli-heading\"><strong>Kebijakan Aktifkan Pekerja AUM\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p>Sebagai Badan Pengurus Harian (BPH), Prof Mu\u2019ti membaca data riil dosen dan karyawan di tempatnya bekerja. Tiap kali menguji calon pimpinan, dia selalu melontarkan pertanyaan yang sama.\u00a0<\/p>\n<p>Bahkan para peserta sudah hafal pertanyaan ala Prof Mu\u2019ti. Pertama, apa tujuan Muhammadiyah. Kedua, baca doa Iftitah dan doa Tasyahud.\u00a0<\/p>\n<p>\u201c90 persen tidak seperti yang dituntunkan oleh Tarjih. Bahkan ada calon pimpinan yang mengatakan, \u2018Ini yang ingat saya, Pak. Dan saya tidak akan mengubah\u2019,\u201d ungkapnya.\u00a0<\/p>\n<p>Dia menduga juga mendapat jawaban serupa jika pertanyaan itu diajukan di amal usaha Muhammadiyah lainnya. Untuk itu, sekarang pihaknya mulai mengajak rektor membuat kebijakan bagaimana semua pekerja di sana harus aktif di semua struktur atau di level tertentu di struktur.\u00a0<\/p>\n<p>Maka, pihaknya sekarang menggunakan penilaian kinerja utama dan penilaian kinerja individual. \u201cItu masuk bagian penilaian kinerja individu!\u201d tegasnya.\u00a0<\/p>\n<p>Dia menduga, kondisi minimnya kader itu karena belum ada sinergi antara amal usaha Muhammadiyah dengan persyarikatan Muhammadiyah. Maka, Prof Mu\u2019ti mendorong sinergitas itu. \u201cLebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,\u201d ujarnya.\u00a0<\/p>\n<h4 id=\"bunglon\" class=\"joli-heading\"><strong>Bunglon\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p>\u201cOrang Muhammadiyah itu banyak yang\u00a0<em>muallafatu qulubuhum<\/em>.\u00a0<em>Nggak<\/em>\u00a0berani menunjukkan kemuhammadiyahannya,\u201d terangnya menggambarkan warga Muhammadiyah yang kemudian dia analogikan seperti bunglon.\u00a0<\/p>\n<p>Menurut dia, di era multikultural ini malah perlu menunjukkan bahwa diri kita Muhammadiyah. \u201cSupaya kalau perlu representasi mesti akan ada yang dipilih supaya anggota dari kelompok itu menampilkan unsur-unsur yang menggambarkan kebhinekaan Indonesia. Itu kalau normal!\u201d terangnya.\u00a0<\/p>\n<p>Seperti halnya di Fate to Action Network (F2A), di mana Muhammadiyah salah satu pendirinya. Lembaga ini terdiri dari Muhammadiyah, DSW Jerman, Christian Connection for International Act, dan organisasi Katolik.\u00a0<\/p>\n<p>Di F2A, karena ingin menggambarkan lembaga antariman, sehingga orang-orang yang bekerja di dalamnya juga representasi dari masing-masing agama. Itulah dinamika yang betul menurutnya, tidak menonjolkan salah satunya saja. (*)\u00a0<\/p>\n<p>Editor\u00a0<strong>Mohammad Nurfatoni<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/236054\/04\/07\/banyak-orang-muhammadiyah-yang-mualaf-hatinya\/\">sumber berita<\/a> by <a href=\"\">[pwmu.co]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prof Abdul Mu\u2019ti (kanan): Banyak Orang Muhammadiyah yang Mualaf Hatinya (Sayyidah Nuriyah\/PWMU.CO) <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=3686\" title=\"Banyak Orang Muhammadiyah yang Mualaf Hatinya | PWMU.CO\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":3687,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2322],"class_list":["post-3686","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2322,"user_id":8,"is_guest":0,"slug":"pwmu-co","display_name":"PWMU CO","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f15f1d1322b4c7ebbc526efeb445a60ad49b675f17de7d9b1484949e600541a?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"PWMU","last_name":"CO","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3686","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3686"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3686\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3686"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=3686"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=3686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}