{"id":4162,"date":"2022-04-17T18:31:23","date_gmt":"2022-04-17T10:31:23","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/04\/17\/surat-al-maun-adalah-dna-nya-orang-muhammadiyah\/"},"modified":"2022-04-17T18:31:23","modified_gmt":"2022-04-17T10:31:23","slug":"surat-al-maun-adalah-dna-nya-orang-muhammadiyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=4162","title":{"rendered":"Surat Al-Ma\u2019un Adalah DNA-nya Orang Muhammadiyah"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA \u2013 Surat Al-Ma\u2019un merupakan salah satu surat paling populer bagi warga Muhammadiyah. Dari surat ini, bahkan terlahir apa yang dinamakan sebagai \u2018teologi Al-Ma\u2019un\u2019, pikiran yang mendasari lahirnya gerakan amal dan khidmat sosial Muhammadiyah.<\/p>\n<p>Menurut Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK) PP Muhammadiyah, Faiz Rafdhi, pemaknaan Surat Al-Ma\u2019un di kalangan Muhammadiyah selaras dengan poin pertama dan poin kedua Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah yaitu \u201cHidup manusia harus berdasar tauhid, bertuhan, beribadah serta tunduk dan taat kepada Allah SWT\u201d, dan \u201cHidup manusia itu bermasyarakat.\u201d<\/p>\n<p>\u201cOrang yang agamanya baik, yang tauhidnya baik, pasti saat bermasyarakat juga baik,\u201d tutur Faiz dalam program Ideologi Muhammadiyah di Tvmu, Senin (11\/4).<\/p>\n<p> \u201cJadi bagi warga Muhammadiyah, bagi murid-murid Kiai Dahlan, orang akan dianggap pendusta agama jika menghardik anak yatim, tidak menyantuni mereka, tidak membuat cerdas anak yatim, tidak membuat anak yatim menjadi orang-orang yang mandiri dari orang lain,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Selain kepada anak yatim, umat muslim juga akan disebut sebagai pendusta agama jika tidak peduli terhadap orang fakir-miskin atau bahkan jika dalam beribadah itu seseorang melakukannya karena riya\u2019 atau ingin mendapatkan citra yang baik dari orang lain. <\/p>\n<p>\u201cMaka inilah yang kemudian jadi DNA Muhammadiyah, DNA Muhammadiyah adalah teologi Al-Ma\u2019un. Yaitu orang yang senantiasa tidak menghardik anak yatim. Maka berdiri panti asuhan di manapun itu adalah dalam rangka tidak mendustakan agama. Kemudian kita memberi fakir miskin. Dan terakhir dalam beribadah kita tidak riya\u2019,\u201d ungkapnya. <\/p>\n<p>Nilai terakhir dari pemaknaan Surat Al-Ma\u2019un, adalah sifat inklusif. Yakni beramal baik untuk menolong siapapun tanpa melihat latar belakang agama, suku, dan organisasi.<\/p>\n<p> \u201cMarilah kita tidak segan-segan menolong orang lain, jangan dilihat karena mazhabnya, jangan dilihat itu karena sama-sama warga Muhammadiyah, tetapi sama-sama kemanusiaan, sama-sama ciptaan Tuhan. Inilah yang diajarkan oleh Kiai Ahmad Dahlan bahwa hidup manusia adalah bermasyarakat sehingga aspek-aspek ini menjadi penting,\u201d pungkas Faiz. (afn)  <\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\/surat-al-maun-adalah-dna-nya-orang-muhammadiyah\/\">klik sumber berita ini <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA \u2013 Surat Al-Ma\u2019un merupakan salah satu surat paling populer bagi <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=4162\" title=\"Surat Al-Ma\u2019un Adalah DNA-nya Orang Muhammadiyah\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":4163,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[438],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2321],"class_list":["post-4162","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-or-id"],"authors":[{"term_id":2321,"user_id":7,"is_guest":0,"slug":"muhammadiyah-or-id","display_name":"Muhammadiyah","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c326460c3d94b5ad869f5993c9d2e3ec78bbe22b0e2c9c944f2f01cca83adff2?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Muhammadiyah","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":"muhammadiyah.or.id adalah website resmi persyarikatan Muhammadiyah. Dan dikelolah oleh PP Muhammadiyah"}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4162","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4162"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4162\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4163"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4162"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=4162"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=4162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}