{"id":4425,"date":"2022-04-22T22:44:18","date_gmt":"2022-04-22T14:44:18","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/04\/22\/hadis-hadis-yang-berisi-pesan-toleransi\/"},"modified":"2022-04-22T22:44:18","modified_gmt":"2022-04-22T14:44:18","slug":"hadis-hadis-yang-berisi-pesan-toleransi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=4425","title":{"rendered":"Hadis-Hadis yang Berisi Pesan Toleransi"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>Islam adalah agama yang menjunjung tinggi toleransi. Banyak ajaran tentang pentingnya sikap toleransi dalam Islam, baik yang bersumber dari Al-Qur\u2019an ataupun hadis Nabi Saw. Yang mana, keduanya merupakan sumber utama bagi agama Islam.<\/p>\n<p>Kata toleransi sendiri didefinisikan sebagai bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) atau (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.<\/p>\n<p>Dalam bahasa Arab, istilah yang lazim digunakan sebagai padanan kata toleransi adalah <em>samahah<\/em> atau <em>tasamuh<\/em>. Para pakar leksikograf Arab mengartikan sebagai berlaku lembut dan dan mempermudah (Ma\u2019luf, 1994: 349).<\/p>\n<p>Menurut Ibn al-Mandzur, (tt.: 249), dan Munawwir (1997: 657), kata ini pada dasarnya berarti <em>al-jud<\/em> (kemuliaan), atau <em>sa\u2019atal-sadr<\/em> (lapang dada), dan <em>tasahul<\/em> (ramah, suka, memaafkan).<\/p>\n<p>Makna ini berkembang menjadi sikap lapang dada atau terbuka (<em>welcome<\/em>) dalam menghadapi perbedaan yang bersumber dari kepribadian yang mulia.<\/p>\n<p>Dengan demikian, berbeda dengan kata <em>tolerance<\/em> yang mengandung nuansa keterpaksaan, maka kata <em>tasamuh<\/em> memiliki keutamaan. Karena melambangkan sikap yang bersumber pada kemuliaan diri (<em>al-judwa al-karam<\/em>) dan keikhlasan.<\/p>\n<h2>Hadis-Hadis yang Berisi Pesan Toleransi<\/h2>\n<p>Dalam hadis Rasulullah, ternyata cukup banyak ditemukan hadis-hadis yang memberikan perhatian secara verbal tentang toleransi sebagai karakter ajaran inti Islam. Hal ini tentu menjadi pendorong yang kuat untuk menelusuri ajaran toleransi dalam Al-Qur\u2019an. Sebab, apa yang disampaikan dalam hadis merupakan manifestasi dari apa yang disampaikan dalam Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p>Rasulullah SAW pernah bersabda:<\/p>\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0627\u064e\u062d\u064e\u0628\u064f\u0651 \u0627\u0644\u062f\u0650\u0651\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0646\u0650\u064a\u0652\u0641\u0650\u064a\u064e\u0651\u0629\u064f \u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u0645\u0652\u062d\u064e\u0629\u064f<\/p>\n<p><em>\u201cAgama yang paling dicintai di<\/em><em> <\/em><em>sisi Allah adalah agama yang lurus dan toleran.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani ketika menjelaskan hadis ini. Beliau berkata:<\/p>\n<p>\u201cHadis ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari pada <em>Kitab Iman<\/em> bab <em>Agama itu Mudah.<\/em> Di dalam sahihnya secara Mu\u2019allaq dengan tidak menyebutkan sanadnya karena tidak termasuk dalam kategori syarat-syarat hadis sahih menurut Imam Al-Bukhari.<\/p>\n<p>Akan tetapi beliau menyebutkan sanadnya secara lengkap dalam <em><a href=\"https:\/\/islamiques.net\/download-kitab-adab-al-mufrad-dan-terjemahan\/\">al-Adab al-Mufrad<\/a><\/em> yang diriwayatkan dari sahabat <a href=\"https:\/\/ibtimes.id\/?s=Abdullah+bin+Abbas+\">Abdullah bin Abbas<\/a> dengan sanad yang <em>hasan<\/em>. Sementara Syekh Nashruddin al-Albani mengatakan bahwa hadis ini adalah hadis yang kedudukannya adalah <em>hasan lighairih<\/em>.\u201d<\/p>\n<p>Berdasarkan hadis di atas, dapat dikatakan bahwa Islam adalah agama yang toleran dalam berbagai aspek agama baik aspek Akidah maupun Syariah, akan tetapi toleransi dalam Islam lebih dititikberatkan pada wilayah muamalah di mana Rasulullah SAW bersabda:<\/p>\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0631\u064e\u062d\u0650\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0652\u062d\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0627\u0639\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0642\u0652\u062a\u064e\u0636\u064e\u0649<\/p>\n<p><em>\u201cAllah merahmati atau menyayangi seseorang yang toleran dalam menjual, membeli<\/em><em>, <\/em><em>dan memutuskan perkara.\u201d<\/em><\/p>\n<h6>***<\/h6>\n<p>Imam Al-Bukhari memberikan bab pada kata <em>as-Samahah<\/em> (toleran) dalam hadis ini dengan kata kemudahan. Beliau berkata: <em>Bab Kemudahan dan Toleransi dalam Jual Beli<\/em>. Ibnu Hajar Al-Asqalani ketika mengomentari hadis ini beliau berkata:<\/p>\n<p>\u201dHadis ini menunjukkan anjuran untuk toleransi dalam interaksi sosial dan menggunakan akhlak mulia dan budi yang luhur dengan meninggalkan kekikiran terhadap diri sendiri. <\/p>\n<p>Selain itu juga, menganjurkan untuk tidak mempersulit manusia dalam mengambil hak-hak mereka serta menerima maaf dari mereka. Islam sejak datangnya berdiri di atas azas kemudahan, Rasulullah bersabda:<\/p>\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u062f\u0650\u0651\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064f\u0634\u064e\u0627\u062f\u064e\u0651 \u0627\u0644\u062f\u0650\u0651\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u0651\u0627 \u063a\u064e\u0644\u064e\u0628\u064e\u0647\u064f<\/p>\n<p><em>\u201dSesungguhnya agama itu mudah, dan sama sekali tidak seseorang berlaku keras dalam agama kecuali akan terkalahkan.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata bahwa makna hadis ini adalah larangan bersikap <em>tasyaddud <\/em>(keras) dalam agama yaitu ketika seseorang memaksakan diri dalam melakukan ibadah sementara ia tidak mampu melaksanakannya itulah maksud dari kata: \u201d<em>Dan sama sekali tidak seseorang berlaku keras dalam agama kecuali akan terkalahkan<\/em>,\u201d artinya bahwa agama tidak dilaksanakan dalam bentuk pemaksaan, maka barang siapa yang memaksakan atau berlaku keras dalam agama, maka agama akan mengalahkannya dan menghentikan tindakannya.<\/p>\n<p>Dalam riwayat lain disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah datang kepada Aisyah. Pada waktu itu, terdapat seorang wanita bersama Aisyah. Wanita tersebut memberitahukan kepada Rasulullah perihal salatnya kemudian Rasulullah bersabda:<\/p>\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0645\u064e\u0647\u0652\u060c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0637\u0650\u064a\u0652\u0642\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u0641\u064e\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f\u0651 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u062d\u064e\u062a\u064e\u0651\u0649 \u062a\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f\u0651\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u0628\u064e\u0651 \u0627\u0644\u062f\u0650\u0651\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627\u062f\u064e\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f<\/p>\n<p><em>\u201dHentikan, <\/em><em>k<\/em><em>erjakan apa yang sanggup kalian kerjakan, dan demi Allah sesungguhnya Allah tidak bosan hingga kalian bosan, dan agama yang paling dicintai di<\/em><em> <\/em><em>sisi-Nya adalah yang dilaksanakan oleh pemeluknya secara konsisten.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah tidak memuji amalan-amalan yang dilaksanakan oleh wanita tersebut. Di mana, wanita itu memberitahukan kepada Rasulullah tentang salat malamnya yang membuatnya tidak tidur pada malam hari hanya bertujuan untuk mengerjakannya.<\/p>\n<p>Hal ini ditunjukkan ketika Rasulullah memerintahkan Aisyah untuk menghentikan cerita sang wanita sebab amalan yang dilaksanakannya itu tidak pantas untuk dipuji secara syariat karena di dalamnya mengandung unsur memaksakan diri dalam menjalankan ajaran-ajaran Islam. Sementara, Islam melarang akan hal tersebut sebagaimana yang ditunjukkan pada hadis sebelumnya.<\/p>\n<p><strong><em>Editor: Yahya FR<\/em><\/strong><\/p>\n<div class=\"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft\"><a href=\"#\" rel=\"nofollow\" onclick=\"window.print(); return false;\" title=\"Printer Friendly, PDF &amp; Email\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" style=\"border:none;-webkit-box-shadow:none; -moz-box-shadow: none; box-shadow:none; padding:0; margin:0\" src=\"https:\/\/cdn.printfriendly.com\/buttons\/printfriendly-pdf-button.png\" alt=\"Print Friendly, PDF &amp; Email\"\/><\/a><\/div>\n<\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/ibtimes.id\/hadis-hadis-yang-berisi-pesan-toleransi\/\">sumber berita dari ibtimes.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Islam adalah agama yang menjunjung tinggi toleransi. Banyak ajaran tentang pentingnya sikap <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=4425\" title=\"Hadis-Hadis yang Berisi Pesan Toleransi\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4424,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[101],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2315],"class_list":["post-4425","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kabar"],"authors":[{"term_id":2315,"user_id":1,"is_guest":0,"slug":"girimu","display_name":"Akhmad Sutikhon","avatar_url":{"url":"https:\/\/girimu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/wp-1717317887210.jpg","url2x":"https:\/\/girimu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/wp-1717317887210.jpg"},"author_category":"","first_name":"Akhmad","last_name":"Sutikhon","user_url":"http:\/\/kabargresik.com","job_title":"Editor Senior","description":"Editor Senior girimu.com  "}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4425"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4425\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4424"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4425"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=4425"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=4425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}