{"id":4478,"date":"2022-04-23T20:00:59","date_gmt":"2022-04-23T12:00:59","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/04\/23\/terjadi-kesenjangan-antara-idealita-uud-45-dengan-realitas-rakyat-indonesia-2\/"},"modified":"2022-04-23T20:00:59","modified_gmt":"2022-04-23T12:00:59","slug":"terjadi-kesenjangan-antara-idealita-uud-45-dengan-realitas-rakyat-indonesia-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=4478","title":{"rendered":"Terjadi Kesenjangan Antara Idealita UUD \u201945 dengan Realitas Rakyat Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Jakarta, InfoMu.co \u2013 Merujuk mukadimah UUD \u201945, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Anwar Abbas menyebut bahwa berdirinya Negara Indonesia bertugas untuk melindungi rakyat, mensejahterakannya, mencerdaskan, dan secara aktif berkontribusi menciptakan ketertiban dunia.<\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_ads  \">\n<p>Cita-cita luhur tersebut telah diemban dan berusaha dijalankan oleh Indonesia sejak tahun 1945, akan tetapi antara idealita dan realitas menurut Abbas terasa dan tampak masih ada kesenjangan.<\/p>\n<\/div>\n<p>\u201cKita ingin bangsa kita menjadi bangsa yang beragama, kita ingin bangsa kita yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, kita ingin bangsa kita menjadi bangsa yang menjunjung persatuan dan kesatuan, kita ingin bangsa kita bangsa yang mengedepankan musyawarah dan mufakat, kita ingin negeri kita adil \u2013 keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>\u201cTetapi pesan-pesan itu, tugas-tugas itu tampaknya belum bisa kita laksanakan dengan baik, apalagi dengan sebaik-baiknya\u201d. Imbuhnya di acara Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah \u2013 \u2018Aisyiyah ke-48 di UMKT pada, Kamis (21\/4) secara hybrid.<\/p>\n<p>Terlebih dalam bidang ekonomi, di mana seharusnya kekayaan Indonesia yang dikandung di bumi, di atas bumi, dan di udara diperuntukkan seluas-luasnya untuk rakyat. Hal itu dimaksudkan agar rakyat Indonesia sejahtera, akan tetapi melihat realitas yang ada sekarang ini menjadi sebuah ironi.<\/p>\n<p>\u201cTetapi undang-undang dan kebijakan yang kita buat itu nampaknya ketika diimplementasikan dia lebih berpihak dan bias kepada kelompok rakyat yang ada di lapis atas, dan tengah. Dan kurang berpihak pada kelompok rakyat di lapis bawah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Padahal, sambung Abbas, jika dilihat secara kuantitatif jumlah masyarakat lapis atas dan tengah jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok masyarakat lapis bawah. Meski telah disebut dengan jelas dalam UUD \u201945, namun kenyataannya masih jauh panggang dari api. Menurutnya, perhatian sudah diberikan oleh negara, tapi amat sangat sedikit perhatian tersebut.<\/p>\n<p>\u201cPada kenyataannya dan yang kita rasakan, bahwa yang berdaulat di negeri kita hari ini bukanlah rakyat, tetapi yang ada adalah penguasa. Jadi semestinya kedaulatan itu di tangan rakyat. Bahkan yang lebih mengenaskan lagi yang berdaulat itu bukan hanya penguasa, tapi juga pengusaha,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Abbas khawatir \u2018perselingkuhan\u2019 antara penguasa dan pengusaha akan menyebabkan pelaksanaan tugas dan fungsi pemimpin tidak bisa dilaksanakan sebaik-baiknya. Oleh karena itu ia berpesan kepada pemangku kebijakan supaya peraturan turunan dari UUD \u201945 harus disesuaikan dengan ruhnya UUD \u201945. (muhammadiyah.or.id)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/infomu.co\/terjadi-kesenjangan-antara-idealita-uud-45-dengan-realitas-rakyat-indonesia\/\">sumber berita dari infomu.co<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 Jakarta, InfoMu.co \u2013 Merujuk mukadimah UUD \u201945, Ketua PP Muhammadiyah Bidang <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=4478\" title=\"Terjadi Kesenjangan Antara Idealita UUD \u201945 dengan Realitas Rakyat Indonesia\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4479,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2314],"class_list":["post-4478","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2314,"user_id":9,"is_guest":0,"slug":"infomu","display_name":"Infomu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/20a1c6136139a776494236406eb4515022f20942b676f8116da8454f72d3025f?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Infomu","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4478","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4478"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4478\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4478"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=4478"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=4478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}