{"id":4877,"date":"2022-05-01T21:58:04","date_gmt":"2022-05-01T13:58:04","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/05\/01\/setelah-kesepian-tiga-hari-anak-yatim-piatu-itu-dijemput-ayah-tirinya-pwmu-co\/"},"modified":"2022-05-01T21:58:04","modified_gmt":"2022-05-01T13:58:04","slug":"setelah-kesepian-tiga-hari-anak-yatim-piatu-itu-dijemput-ayah-tirinya-pwmu-co","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=4877","title":{"rendered":"Setelah Kesepian Tiga Hari, Anak Yatim Piatu Itu Dijemput Ayah Tirinya | PWMU.CO"},"content":{"rendered":"<div>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" loading=\"lazy\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Arya-Dijemput.jpg\" alt=\"Setelah kesepian tiga hari\" class=\"wp-image-239884\"\/><figcaption>Arya dirangkul Ivan Widiya saat dijemput di panti. (Nashiiruddin\/PWMU.CO)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>PWMU.CO<\/strong>\u2013 Setelah kesepian tiga hari di panti tanpa teman, anak yatim piatu Arya Saputra Nugraha akhirnya dijemput ayah tirinya di <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/Panti-Asuhan-Muhammadiyah-Kenjeran-Kota-Surabaya-109876583726224\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran <\/a>Jl. Tambak Wedi, Jumat (30\/4\/2022) siang.<\/p>\n<p>Ivan Widiya Suseno (44), ayah tiri Arya, tergerak menjemput anak itu setelah membaca berita viral PWMU.CO yang menceritakan kisah malang <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/anak-yatim-piatu\/\" target=\"_blank\">anak yatim piatu <\/a>ini. Anak ini tinggal sendiri di panti ketika teman-temannya dijemput keluarganya untuk merayakan Idul Fitri di rumah, Arya tak ada yang menjemput.<\/p>\n<p>Ivan Widiya sekarang tinggal di Candi Sidoarjo. Tinggal bersama ibunya. Dia tahu kondisi Arya setelah membaca berita PWMU.CO yang di-forward adiknya, Hasan. Setelah membaca berita itu dia langsung mengajak Hasan ke <a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/pam-kenjeran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PAM Kenjeran <\/a>Surabaya.<\/p>\n<p>Ivan ditemui oleh Kepala PAM Kenjeran Ustadz Wasyib Tirtanang SH MPd dan Kaur Pendidikan dan Pengasuhan Ustadz M. So\u2019im SPdI.<\/p>\n<p>Ivan menceritakan, dia sudah lama pindah dari kampung Sukolilo sejak istinya meninggal dunia. Dia bekerja serabutan di Sidoarjo \u00a0seperti menyebarkan brosur. Nomor teleponnya juga sudah ganti. Dia minta maaf \u00a0karena tidak konfirmasi ke panti.<\/p>\n<p>Ustadz Wasyib menceritakan, Rabu (28\/4\/2022) lalu semua wali santri dihubungi Humas panti untuk hadir menjemput anak-anak di sini untuk merayakan liburan <a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/idul-fitri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Idul Fitri<\/a>. Semua wali santri bisa hadir. Hanya wali Arya yang tidak bisa dihubungi.<\/p>\n<p>\u201dWaktu itu ada kegiatan silaturahmi dengan pengurus panti di asrama putra Jalan Tambak Wedi Baru No 77. Kita bingung, pihak Humas melaporkan hanya satu orang yang tidak bisa dihubungi dan melacak keberadaannya,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>\u201dSaya tanyakan ke pengembang dana, Ibu Rosin, yang dulu membawa Arya ke sini juga tidak tahu informasi keluarganya. Jadi kita mau menghubungi dan bertemu dengan siapa lagi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pengurus lalu mengambil keputusan Arya disuruh memilih Idul Fitri ikut dengan siapa di antara pengelola panti. \u201dTernyata Arya memilih ikut dengan saya. Rencananya akan saya ajak mudik ke Lamongan,\u201d \u00a0ujarnya.<\/p>\n<p>\u201dSaya merasa sedih dengan Arya.Tiga hari ini dia tinggal di panti tanpa teman-temannya. Raut mukanya juga tak seperti biasanya. Pengurus panti selalu menghiburnya termasuk anak saya Aira,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Bahkan Satpam hingga kepala urusan juga menghibur Arya. Televisi yang berada di panti tiga hari itu remotnya dipegang\u00a0 Arya supaya bisa menonton televisi.<\/p>\n<p>Sebelum pulang Ustadz Wasyib berpesan kepada ayah Arya supaya benar-benar menjaga dengan baik. \u201dKami di sini tidak mau mendengar terjadi apa-apa dengan Arya. Saya berpesan jaga shalatnya, puasanya, dan hafalan al-Qurannya harus dilaksanakan dengan baik,\u201d pesannya.<\/p>\n<p>Di asrama ini, sambung dia, semua santri putra dan putri sudah diarahkan dengan baik.Sehingga ketika libur di rumah bisa menerapkan apa yang dipelajari di asrama.<\/p>\n<p>\u201dSaya juga bangga dengan Arya meskipun masih duduk di kelas 1 MI Muhammadiyah 25 Surabaya selalu puasa hingga Magrib. Alhamdulillah tidak ada yang lubang puasanya sampai hari ini,\u201d ucap Ustadz Wasyib.<\/p>\n<p>Setelah kesepian tiga hari di panti, Ivan mengajak Arya pulang ke Candi Sidoarjo merayakan liburan Idul Fitri bersamanya dan neneknya. Ivan juga menceritakan, kakak Arya, Tegar, sekarang menjadi marbot masjid di Kota Kediri.<\/p>\n<p>Kaur Tata Usaha Mahdalena Sintania menyampaikan, berita viral Arya itu menyentuh hati donatur yang mengirimkan bantuan ke panti sebesar Rp 1 juta. Yang Rp 500 ribu untuk Arya.<\/p>\n<p>Penulis <strong><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/nashiiruddin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Nashiiruddin<\/a> <\/strong>\u00a0Editor <strong>Sugeng Purwanto<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/239875\/05\/01\/setelah-kesepian-tiga-hari-anak-yatim-piatu-itu-dijemput-ayah-tirinya\/\">sumber berita<\/a> by <a href=\"\">[pwmu.co]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arya dirangkul Ivan Widiya saat dijemput di panti. (Nashiiruddin\/PWMU.CO) PWMU.CO\u2013 Setelah kesepian <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=4877\" title=\"Setelah Kesepian Tiga Hari, Anak Yatim Piatu Itu Dijemput Ayah Tirinya | PWMU.CO\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":4878,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2322],"class_list":["post-4877","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2322,"user_id":8,"is_guest":0,"slug":"pwmu-co","display_name":"PWMU CO","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f15f1d1322b4c7ebbc526efeb445a60ad49b675f17de7d9b1484949e600541a?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"PWMU","last_name":"CO","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4877","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4877"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4877\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4878"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4877"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4877"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4877"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=4877"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=4877"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}