{"id":4895,"date":"2022-05-02T10:02:03","date_gmt":"2022-05-02T02:02:03","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/05\/02\/kemuliaan-sang-pemaaf-pwmu-co\/"},"modified":"2022-05-02T10:02:03","modified_gmt":"2022-05-02T02:02:03","slug":"kemuliaan-sang-pemaaf-pwmu-co","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=4895","title":{"rendered":"Kemuliaan sang Pemaaf | PWMU.CO"},"content":{"rendered":"<div>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" loading=\"lazy\" width=\"982\" height=\"688\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/IMG-20190806-WA0007_EDIT_1-1068x721-1-2_EDIT_1.jpg\" alt=\"Syuhada dan Pahlawan, Bedakah? Tulisan Dr H Achmad Zuhdi Dh MFil I\u2014Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya dan Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jatim\u2014ini diawali dengan hadis dari Abu Hurairah riwayat Muslim.\" class=\"wp-image-158197\" srcset=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/IMG-20190806-WA0007_EDIT_1-1068x721-1-2_EDIT_1.jpg 982w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/IMG-20190806-WA0007_EDIT_1-1068x721-1-2_EDIT_1-300x210.jpg 300w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/IMG-20190806-WA0007_EDIT_1-1068x721-1-2_EDIT_1-150x105.jpg 150w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/IMG-20190806-WA0007_EDIT_1-1068x721-1-2_EDIT_1-768x538.jpg 768w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/IMG-20190806-WA0007_EDIT_1-1068x721-1-2_EDIT_1-750x525.jpg 750w\" sizes=\"auto, (max-width: 982px) 100vw, 982px\"\/><figcaption>Ustadz Ahmad Zuhdi, penulis Kemuliaan sang Pemaaf (Istimewa\/PWMU.CO) <\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>PWMU.CO <\/strong>\u2013 Kemuliaan sang Pemaaf; oleh<a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/achmad-zuhdi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> <strong>Dr H Achmad Zuhdi Dh MFil I<\/strong><\/a>; Dosen Pascasarjana <a href=\"https:\/\/uinsby.ac.id\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">UIN Sunan Ampel<\/a> Surabaya<\/p>\n<p class=\"has-text-align-right has-normal-font-size\">\u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0650\u0649 \u0647\u064f\u0631\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 -\u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645- \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0642\u064e\u0635\u064e\u062a\u0652 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064c \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0645\u064e\u0627\u0644\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0627\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0641\u0652\u0648\u064d \u0625\u0650\u0644\u0627\u064e\u0651 \u0639\u0650\u0632\u064b\u0651\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0627\u0636\u064e\u0639\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c \u0644\u0650\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0627\u064e\u0651 \u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f (\u0631\u0648\u0627\u0647 \u0645\u0633\u0644\u0645)<\/p>\n<p>Dari Abu Hurairah RA Rasulullah SAW bersabda: \u201cTidaklah sedekah itu mengurangi harta, tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba yang suka memberi maaf (kepada saudaranya) kecuali kemuliaan (di dunia dan akhirat), dan tidaklah seseorang bersikap rendah hati karena Allah kecuali Allah akan meninggikan (derajat)nya (di dunia dan akhirat)\u201d (HR. Muslim No. 6757).<\/p>\n<h4><strong>Status Hadits<\/strong><\/h4>\n<p>Hadits tersebut dinilai sahih oleh Imam Muslim dalam <em>al-Shahih<\/em> No. 6757. Selain Imam Muslim, ada beberapa ulama hadis yang juga meriwayatkan hadits tersebut, di antaranya Imam Malik dalam <em>al-Muwaththa<\/em> No. 3663, Imam Ahmad dalam <em>al-Musnad<\/em> No. 9008, Imam al-Darimi dalam <em>al-Musnad<\/em> No. 1718, Imam al-Mundziri dalam <em>al-Targhib Wa al-Tarhib<\/em> No. 4390, dan Ibn al-Atsir dalam <em>Jami\u2019 al-Ushul<\/em> No. 4660. Muhammad Nashiruddin al-Albani juga menilai hadis tersebut shahih (al-Albani, <em>Shahih al-Targhib Wa al-Tarhib,<\/em> II\/322).<\/p>\n<h4><strong>Kandungan Hadits<\/strong><\/h4>\n<p>Hadits tersebut menerangkan tentang tiga sikap atau perilaku yang sangat disukai dan dipuji Allah, yaitu dermawan, pemaaf, dan tawaduk. Mengenai kedermawanan, Nabi SAW menegaskan bahwa gemar sedekah itu tidak akan mengurangi harta (tidak akan menjadikan pelakunya menjadi miskin). Sedangkan sikap pemaaf, Nabi SAW memberitahukan bahwa Allah akan membalas dengan kemuliaan kepada orang yang mau memaafkan saudaranya yang bersalah kepadanya. Adapun tentang tawaduk, Nabi SAWmenjanjikan bahwa orang yang suka bersikap tawaduk (rendah hati) maka Allah akan meninggikan derajatnya.<\/p>\n<h4><strong>Kemuliaan Memaafkan<\/strong><\/h4>\n<p>Mengingat keterbatasan, dari tiga sikap yang disukai oleh Allah tersebut, hanya sikap pemaaf yang dibahas dalam artikel ini. Sikap suka memaafkan merupakan sifat yang terpuji dan merupakan bagian dari akhlak mulia yang telah diperintahkan. Allah swt. berfirman: \u201cJadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh\u201d (al-A\u2019raf 199). Juga firman-Nya: \u201cSekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, maka mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka\u201d (Ali Imran, 159), dan firman-Nya: \u201c\u2026dan hendaklah mereka memaafkan serta berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang\u201d (Al-Nur 22).<\/p>\n<p>Orang-orang yang suka memaafkan dalam al-Qur\u2019an disebut <em>al-\u2018afina<\/em> (\u0627\u0644\u0639\u0627\u0641\u064a\u0646). Asal katanya adalah al-\u2018Afwu (\u0627\u0644\u0639\u0641\u0648). Al-Kafawi dalam kitabnya <em>al-Kulliyat, <\/em>menjelaskan bahwa <em>al-\u2018Afwu<\/em> artinya tidak menyakiti (orang yang telah berbuat jahat kepadanya) walaupun mampu untuk membalasnya. Setiap orang yang berhak mendapat balasan yang setimpal atas perilakunya, lalu orang yang disakitinya tidak menuntut balas, kemudian dirinya ikhlas padahal ia mampu membalasnya, dan ia membiarkannya, maka itulah yang dinamakan <em>al-\u2018Afwu<\/em>, memaafkan (al-Kafawi, <em>al-Kulliyat,<\/em> I\/53,598).<\/p>\n<p>Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang paling pemaaf dan berlapang dada. Dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Jabir ra. bahwasanya Nabi Muhammad saw. bersabda: \u201cAda seseorang yang datang kepadaku dan ketika itu aku sedang tertidur, lalu dirinya menghunuskan pedang, aku pun terbangun, dan dia berdiri tepat di atas kepalaku namun aku tidak merasakannya dengan pedang terhunus yang berada di tangannya. Kemudian dia berkata padaku, \u201cSiapakah sekarang yang akan membelamu? Aku menjawab: \u201cAllah\u201d. Kemudian dia mengulangi kembali: \u201cSiapakah yang akan menolongmu? Aku menjawab kembali: \u201cAllah\u201d. Nabi saw. mengatakan: \u201cSeketika itu orang tadi menyarungkan pedangnya, lalu dirinya duduk dan Rasulallah saw. tidak membalasnya\u201d (HR al-Bukhari No. 2910 dan Muslim No. 843). Dalam redaksi lain disebutkan: \u201cKemudian Rasulallah saw. tidak menyakiti orang tersebut\u201d (HR al-Bukhari No. 4135).<\/p>\n<p>Ibnu Abbas ra. berkata: \u201cUyainah bin Hishan bin Hudzaifah pernah datang menemui Umar bin Khatab, kemudian dia berkata: \u201cInilah wahai Ibnu Khatab, demi Allah kamu tidak pernah memberi pemberian pada kami, tidak pula menghukumi kami secara adil\u201d. Mendengar hal itu, Umar langsung naik pitam, marah sampai dirinya berkeinginan buruk padanya. Lalu al-Hur bin Qais mengingatkan: \u201cWahai Amirul mukminin, (ingatlah) sesungguhnya Allah Ta\u2019ala berkata pada Nabi-Nya, Muhammad saw.:\u00a0<\/p>\n<p class=\"has-text-align-right has-normal-font-size\">\u00a0 \u062e\u064f\u0630\u0650 \u0671\u0644\u06e1\u0639\u064e\u0641\u06e1\u0648\u064e \u0648\u064e\u0623\u06e1\u0645\u064f\u0631\u06e1 \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0639\u064f\u0631\u06e1\u0641\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u06e1\u0631\u0650\u0636\u06e1 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0671\u0644\u06e1\u062c\u064e\u0670\u0647\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e<\/p>\n<p>\u201cJadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh\u201d (al-A\u2019raf, VII: 199). Sikap seperti ini adalah sikapnya orang jahiliyah\u201d. Sang rawi mengatakan: \u201cDemi Allah tidak sampai sempurna ayat tersebut dibacakan pada Umar melainkan dirinya langsung meredam emosinya. Dan beliau adalah orang yang paling memuliakan terhadap firman Allah\u201d (HR. al-Bukhari No. 4642; Ibn Katsir, Tafsir al-Qur\u2019an al-\u2018Adzim, III\/532).<\/p>\n<p>Baca sambungan di halaman 2: <strong>Akhlak Orang Shalih<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/238881\/05\/02\/kemuliaan-sang-pemaaf\/\">sumber berita<\/a> by <a href=\"\">[pwmu.co]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ustadz Ahmad Zuhdi, penulis Kemuliaan sang Pemaaf (Istimewa\/PWMU.CO) PWMU.CO \u2013 Kemuliaan sang <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=4895\" title=\"Kemuliaan sang Pemaaf | PWMU.CO\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":4896,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2322],"class_list":["post-4895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2322,"user_id":8,"is_guest":0,"slug":"pwmu-co","display_name":"PWMU CO","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f15f1d1322b4c7ebbc526efeb445a60ad49b675f17de7d9b1484949e600541a?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"PWMU","last_name":"CO","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4895"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4895\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4895"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=4895"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=4895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}