{"id":4941,"date":"2022-05-04T13:22:08","date_gmt":"2022-05-04T05:22:08","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/05\/04\/idul-fitri-di-aussie-ada-lontong-kare-dan-bakso-pwmu-co\/"},"modified":"2022-05-04T13:22:08","modified_gmt":"2022-05-04T05:22:08","slug":"idul-fitri-di-aussie-ada-lontong-kare-dan-bakso-pwmu-co","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=4941","title":{"rendered":"Idul Fitri di Aussie Ada Lontong Kare dan Bakso | PWMU.CO"},"content":{"rendered":"<div>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" loading=\"lazy\" width=\"800\" height=\"529\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Komunitas-Adelaide.jpg\" alt=\"Idul Fitri di Aussie\" class=\"wp-image-240089\"\/><figcaption>Shalat Id di Cosgrove Hall  Adelaide. (abcnews)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>PWMU.CO<\/strong>\u2013 Idul Fitri di Aussie oleh warga muslim termasuk dari Indonesia juga berkumandang takbir, tahlil, dan tahmid. Di tiap kota mengadakan shalat Id bersama komunitas muslim.<\/p>\n<p><em><a href=\"https:\/\/www.abc.net.au\/indonesian\/2022-05-02\/lebaran-warga-indonesia-di-australia\/101031000\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">ABCNews<\/a><\/em> melaporkan, di Adelaide, Australia Selatan, Senin (2\/5\/2022) pukul 08:15 pagi ratusan warga berkumpul di gedung\u00a0<em>Cosgrove Hall<\/em>\u00a0 untuk shalat Idul Fitri.<\/p>\n<p>Masyarakat Islam Indonesia Australia Selatan (MIIAS) menyebut sekitar 350 warga hadir dan duduk saling berdekatan. Pemerintah sudah melonggarkan protokol kesehatan Covid-19 dan mengizin shalat berjamaah.<\/p>\n<p>\u201dSekarang bebas banget, istilahnya udah enggak wajib masker,\u201d kata Siti R Fitriani, pengurus MIIAS.<\/p>\n<p>\u201dTahun lalu Idul Fitri ada\u00a0restriksi\u00a0maksimal 200 orang. Tahun lalu pakai sistem\u00a0<em>booking<\/em>, tahun ini sudah enggak, siapa saja boleh datang,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Setelah shalat dijalankan dan khotbah disampaikan, warga disuguhkan hidangan bakso dengan lontong, juga beberapa snack dan buah-buahan.<\/p>\n<p>\u201dKita menciptakan suasana kayak di Indonesia walaupun banyak juga yang mengadakan shalat Idul Fitri di lapangan dan ada banyak masjid, tapi kita terus mencoba kayak di Indonesia,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201dHabis shalat kita makan-makan kayak di Indonesia sambil ngobrol, jadi tidak terasa sepi,\u201d ujarnya menceritakan <a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/lebaran-di-australia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Lebaran di Australia<\/a>.<\/p>\n<p>Selepas acara tersebut, Siti langsung menjamu para tamu di rumahnya sendiri, sebelum pergi mengunjungi rumah warga Indonesia lainnya di Adelaide.<\/p>\n<p>\u201dTahun ini lebih terasa Lebarannya dibandingkan tahun lalu,\u201d ujarnya gembira.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" loading=\"lazy\" width=\"800\" height=\"534\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Komunitas-Darwin.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-240090\"\/><figcaption>Komunitas Indonesia di Darwin merayakan idul Fitri. (abcnews)<\/figcaption><\/figure>\n<h4><strong>Open House\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p>Sudah menjadi tradisi keluarga Nia Basyaruddin\u00a0 menerima tamu di rumah mereka di Darwin, <a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/australia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Australia <\/a>Utara, sejak usianya masih belia. Tahun ini, rumah Nia (29) sudah dipadati pengunjung sejak pukul 10 pagi waktu setempat.<\/p>\n<p>Nia yang lahir dan besar di Darwin bersyukur bisa merayakan <a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/idul-fitri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Idul Fitri<\/a> bersama ibunya yang keluar dari rumah sakit sejak tiga bulan terakhir.<\/p>\n<p>\u201dMama saya kena Covid dan punya\u00a0<em>underlying\u00a0condition<\/em>\u00a0sakit ginjal \u2026 pas Idul Fitri alhamdulillah bisa keluar RS,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Di rumah, masakan tradisional Lebaran seperti opor, kare ayam, rendang, siomay, lontong dan kue-kue kering sudah tersedia.<\/p>\n<p>Idul Fitri tahun lalu, Nia tidak merayakan hari tersebut bersama ketiga saudara kandungnya di Melbourne karena <em>lockdown<\/em>. Namun suasana Ramadan tetap terasa dengan adanya kunjungan dari warga Indonesia lain maupun teman kuliah dan kantornya di sana.<\/p>\n<p>Dibanding tahun lalu, Nia juga merasa kondisi pandemi tahun ini memungkinkan lebih banyak orang untuk datang.<\/p>\n<p>\u201dBerhubung di sini juga\u00a0<em>public holiday\u00a0<\/em>Hari Buruh, jadi ekspektasinya akan banyak yang datang karena banyak yang enggak kerja,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201dKarena\u00a0<em>open house<\/em>, acaranya bisa sampai sore atau mungkin juga ada yang datang malam.\u201d<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" loading=\"lazy\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Komunitas-Melbourne.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-240091\"\/><figcaption>Komunitas Indonesia di Melbourne merayakan Lebaran.<\/figcaption><\/figure>\n<h4><strong>Perayaan Budaya<\/strong><\/h4>\n<p>Beda lagi Idul Fitri di Aussie dengan Erna Sukardi dan keluarga sudah bermukim di Melbourne sejak tahun 2008. Itu berarti sudah 15 Lebaran ia lalui selama ia tinggal di ibu kota negara bagian Victoria.<\/p>\n<p>Dari tiga tempat shalat Id komunitas Indonesia di Melbourne tahun ini,\u00a0Erna dan keluarganya mendatangi Brunswick Sport Hall.<\/p>\n<p>\u201dTahun lalu kami masih takut dan memilih shalat Id di taman dan enggak ketemu dengan orang-orang Indonesia, tapi sekarang kami bisa ketemu,\u00a0<em>ngobrol,\u00a0<\/em>silaturahmi, dan panitia juga menyediakan snack, jadi kita bisa makan di situ.\u201d<\/p>\n<p>Rasa kangen dengan keluarga saat Lebaran, sambung dia, bisa terobati kalau kita shalat dengan sesama orang Indonesia, kemudian salaman.<\/p>\n<p>\u201dRasanya tadi itu seneng banget,\u00a0sebenarnya senangnya sudah saat mulai Tarawih dan bisa ngumpul buka bersama, yang baru bisa tahun ini, \u2026 alhamdulillah tadi bisa shalat, duduk sama-sama tanpa ketakutan lagi, aduh enaknya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain salat Id, Erna dan keluarga juga mendatangi beberapa kerabat yang sudah dianggapnya sebagai orangtua, sebelum pulang dan berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia.<\/p>\n<p>Lebaran bagi Erna bukan hanya perayaan keagamaan, tapi juga perayaan budaya. \u201dSaya dan suami, serta komunitas Indonesia lain di sini berusaha juga mempertahankan budaya Indonesia saat Ramadhan dan Lebaran supaya anak-anak kami yang besar dan tumbuh di Australia dan enggak kenal Indonesia, tetap punya memori tentang Lebaran, jadi kami\u00a0<em>making memories\u00a0<\/em>tentang Lebaran untuk mereka,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Tradisi budaya Idul Fitri di Aussie yang masih dilakukan dan diteruskan Erna kepada kedua anaknya antara lain adalah kumpul keluarga dan membuat\u00a0<em>lantern\u00a0<\/em>(lentera)di malam takbiran.<\/p>\n<p>Meski mengaku sudah menemukan banyak kawan di Melbourne yang sudah dianggapnya sebagai keluarga, Erna tetap rindu pada keluarganya di Indonesia. Dia berharap bisa merayakan Lebaran bersama mereka.<\/p>\n<p>\u201dKami bisa merayakan Lebaran di sini, tapi keluarga di Indonesia tidak tergantikan \u2026 selamat merayakan untuk semua di Indonesia,\u00a0<em>take care\u00a0<\/em>dan jangan lupa, Covid masih ada,\u201d tutur Erna.\u00a0<\/p>\n<p>Editor <strong>Sugeng Purwanto<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/240088\/05\/04\/idul-fitri-di-aussie-ada-lontong-kare-dan-bakso\/\">sumber berita<\/a> by <a href=\"\">[pwmu.co]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Shalat Id di Cosgrove Hall Adelaide. (abcnews) PWMU.CO\u2013 Idul Fitri di Aussie <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=4941\" title=\"Idul Fitri di Aussie Ada Lontong Kare dan Bakso | PWMU.CO\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":4942,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2322],"class_list":["post-4941","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2322,"user_id":8,"is_guest":0,"slug":"pwmu-co","display_name":"PWMU CO","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f15f1d1322b4c7ebbc526efeb445a60ad49b675f17de7d9b1484949e600541a?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"PWMU","last_name":"CO","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4941","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4941"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4941\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4942"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4941"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4941"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4941"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=4941"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=4941"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}