{"id":5033,"date":"2022-05-07T04:45:11","date_gmt":"2022-05-06T20:45:11","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/05\/07\/orang-orang-yang-dipojokkan-pembangunan-pwmu-co\/"},"modified":"2022-05-07T04:45:11","modified_gmt":"2022-05-06T20:45:11","slug":"orang-orang-yang-dipojokkan-pembangunan-pwmu-co","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=5033","title":{"rendered":"Orang-Orang yang Dipojokkan Pembangunan | PWMU.CO"},"content":{"rendered":"<div>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"670\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG-20200603-WA0000-1.jpg\" alt=\"Rezeki Mahal di Tengah Covid. Kolom ditulis oleh Mohammad Nurfatoni, Pemimpin Redaksi PWMU.CO.\" class=\"wp-image-160809\" srcset=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG-20200603-WA0000-1.jpg 1024w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG-20200603-WA0000-1-300x196.jpg 300w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG-20200603-WA0000-1-150x98.jpg 150w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG-20200603-WA0000-1-768x503.jpg 768w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG-20200603-WA0000-1-750x491.jpg 750w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\"\/><figcaption>Mohammad Nurfatoni, penulis Orang-Orang yang Dipojokkan Pembangunan. (Sketsa ulang foto Atho\u2019 Khoiron\/PWMU.CO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Orang-Orang yang Dipojokkan Pembangunan, oleh<strong> <a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/mohammad-nurfatoni\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mohammad Nurfatoni<\/a><\/strong>, Pemimpin Redaksi PWMU.CO.<\/p>\n<p><strong>PWMU.CO \u2013\u00a0<\/strong><em>Pojok Kehidupan<\/em>. Demikian, kami menamai sebuah rubrik pada majalah\u00a0<em>Eksis<\/em>, yang pernah terbit setiap bulan dan beredar untuk kalangan terbatas\u00a0beberapa tahun silam.\u00a0<\/p>\n<p>Pada rubrik tersebut, kami tampilkan sosok-sosok \u2018pejuang\u2019 kehidupan. Ada sosok Pak Reban, pria\u00a0berumur lebih dari setengah abad, sang\u00a0penjual kerupuk. Dalam sekali keliling,\u00a0dia\u00a0harus berjalan kaki mengarungi jejalanan aspal sejauh 30 km, sepanjang Dawar Blandong, Mojokerto\u2013Menganti, Gresik. Perjalanan yang biasa ditempuh tiga hari itu menghasilkan keuntungan\u00a0Rp 15\u00a0ribu, dari penjualan 50-60 renteng krupuk yang dibawanya.<\/p>\n<p>Ada pula Pak Widji, penjual harum manis. Pria yang telah berumur\u00a070 tahun lebih\u00a0ini, sehari bekerja selama 11 jam, sejak pukul tujuh pagi sampai enam petang. Waktu sebanyak itu dilaluinya dengan berjalan kaki, sambil menenteng\u00a0\u2018biola\u2019\u00a0sebagai alat yang dibunyikan untuk pertanda dan penarik perhatian calon pembelinya, sang anak-anak kecil. Dalam perjalanan panjang itu, dia berhasil mengais keuntungan lima belas ribu perak sehari.<\/p>\n<p>Dua sosok di atas hanyalah sedikit dari potret masyarakat kecil kita, yang seringkali tak tersentuh, bahkan dipojokkan, oleh proses pembangunan. Mereka tidak merasakan pesatnya kemajuan. Mereka adalah orang-orang yang terpinggirkan dan terpojokkan pada sudut-sudut kehidupan. Mereka bekerja, sebatas apa yang bisa dia usahakan; sebatas yang bisa dilakukan.<\/p>\n<p>Tetapi, justru dalam keterpojokan itulah kita menemukan sosok-sosok pekerja keras. Bayangkan, untuk mendapatkan uang yang\u00a0\u2018hanya\u2019\u00a0Rp 15 ribu, mereka harus berjalan kaki puluhan kilometer; meluangkan waktu puluhan jam; rela termakan oleh terik panas mentari; terhembus oleh angin kencang; berpeluh kecut campur debu.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-style-large\">\n<p>\u201cApabila engkau telah berada di dalam keluangan (setelah tadinya engkau sibuk), maka (bersungguh-sungguhlah bekerja) sampai engkau letih, atau tegakkanlah (persoalan baru) sehingga menjadi nyata.\u201d<\/p>\n<p><cite><em>Terjemah bebas M. Quraish Shihab dari surat\u00a0Alam Nasrah\u00a0ayat 7<\/em><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p>Dalam persoalan kerja keras ini, Pak Reban dan Pak Widji adalah contoh tafsir hidup dari firman suci surat\u00a0Alam Nasrah\u00a0ayat 7 di atas; firman yang memberi motivasi tentang kerja keras;\u00a0bekerja tanpa letih, dan tanpa sedikit pun terbuai oleh waktu luang yang melenakan.<\/p>\n<p>Bahkan, mereka bukan saja pekerja keras. Tetapi sosok-sosok yang sangat jujur, dan sama sekali tak tersentuh oleh hal-hal yang (berbau) haram. Mereka mendapat penghasilan murni dari kerja kerasnya. Tidak ada sama sekali unsur korupsi, kolusi, dan nepotisme.<\/p>\n<h4><strong>Nilai Seseorang<\/strong><\/h4>\n<p>Mereka sadar betul bahwa nilai seseorang tidak dilihat dari harta kebendaan\u2014sehingga mengharuskan mereka bekerja dengan melanggar nilai-nilai\u2014melainkan betul-betul dinilai dari proses mereka dalam bekerja; sejauh mana mereka telah bergerak, berupaya, dan berketetapan, dengan sungguh-sungguh. Soal hasil, mereka tidak terlalu terpana oleh impian-impian. Mereka merasa cukup bisa hidup, bisa makan, bisa menyekolahkan anak; sesederhana apa pun sekolah itu.<\/p>\n<p>Lebih dari itu, mereka sadar bahwa segala kekayaan bersumber dari Allah Yang Mahakaya:\u00a0<em>wawajadaka ailan fa aghna<\/em>\u00a0(dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, maka Dia memperkaya kamu\u2014adh-Dhuha 8).<\/p>\n<p>Oleh karena itu, siapa yang menginginkannya, maka dekatilah Allah; pasrahlah pada Allah. Maka, bisa kita lihat bahwa mereka adalah sosok-sosok yang memiliki tingkat \u2018kepasrahan\u2019 tinggi pada Tuhannya.\u00a0<\/p>\n<p>Tentu, bukan kepasrahan dalam konotasi negatif. Sebab mereka telah sangat keras berusaha. Tetapi sebuah kepasrahan yang menakjubkan; bahwa nilai manusia adalah bekerja (keras); sementara hasilnya sepenuhnya digantungkan pada Allah, Yang Mahahidup dan Pemberi Kehidupan. Sementara Allah Mahakaya.<\/p>\n<p>Pak Reban dan Pak Widji\u2014semoga\u2014adalah tafsir nyata dari firman Allah, \u201cSiapa yang bertakwa kepada Allah, Dia akan memberi jalan keluar (bagi kesulitannya), dan memberinya rezeki dari arah yang tak pernah dia duga\u201d (ath-Thalak\u00a02-3).<\/p>\n<p>Bisa jadi, jejak-jejak tapak mereka adalah panjatan doa. Kucuran keringat mereka adalah pengharapan, bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang terpojokkan; orang-orang yang lemah (<em>dhuafa<\/em>) dan dilemahkan (<em>mustadhafin<\/em>).\u00a0(*)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/240174\/05\/06\/orang-orang-yang-dipojokkan-pembangunan\/\">sumber berita<\/a> by <a href=\"\">[pwmu.co]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mohammad Nurfatoni, penulis Orang-Orang yang Dipojokkan Pembangunan. (Sketsa ulang foto Atho\u2019 Khoiron\/PWMU.CO) <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=5033\" title=\"Orang-Orang yang Dipojokkan Pembangunan | PWMU.CO\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":5034,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2322],"class_list":["post-5033","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2322,"user_id":8,"is_guest":0,"slug":"pwmu-co","display_name":"PWMU CO","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f15f1d1322b4c7ebbc526efeb445a60ad49b675f17de7d9b1484949e600541a?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"PWMU","last_name":"CO","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5033"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5033\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5034"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5033"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=5033"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=5033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}