{"id":5263,"date":"2022-05-12T20:42:30","date_gmt":"2022-05-12T12:42:30","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/05\/12\/surat-al-hujurat-panduan-protokoler-dan-birokrasi-pwmu-co\/"},"modified":"2022-05-12T20:42:30","modified_gmt":"2022-05-12T12:42:30","slug":"surat-al-hujurat-panduan-protokoler-dan-birokrasi-pwmu-co","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=5263","title":{"rendered":"Surat Al-Hujurat, Panduan Protokoler dan Birokrasi | PWMU.CO"},"content":{"rendered":"<div>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" loading=\"lazy\" width=\"1600\" height=\"1064\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/IMG-20220512-WA0003.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-240669\"\/><\/figure>\n<p>Surat Al-Hujurat, Panduan Protokoler dan Birokrasi Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Sayyidah Nuriyah.<\/p>\n<p><strong>PWMU.CO<\/strong> \u2013 Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu\u2019ti MEd mengingatkan peserta Halalbihalal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur agar senantiasa menjunjung sopan santun kepada pimpinan di tengah egaliterianisme, Selasa (10\/5\/22).<\/p>\n<p>Dia menekankan pesan surat al-Hujurat yang banyak memuat penjelasan tuntunan membangun relasi sosial. \u201cDalam relasi sosial kita, memang ada sekat-sekat, ada kamar-kamar, ada aturan-aturan yang memang kita itu tidak bisa semaunya dalam bergaul dengan orang yang lain,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Surat itu juga menerangkan ketika ada sahabat yang masuk ke rumah Nabi tanpa izin. Dia menganggap rumah Nabi seperti rumahnya sendiri. Tidak memperhatikan adab. Bahkan ketika menyapa nabi juga dengan sapaan yang egaliter namun tidak sopan.<\/p>\n<p>\u201cSebagian sahabat itu memang mirip orang Muhammadiyah, karena saking egaliternya ini ada tidak sopan kepada pimpinan,\u201d ujarnya bersambut gerrr peserta. \u201cSaya tidak sedang curhat, saya hanya menceritakan saja,\u201d Spontan peserta gerrr lagi.<\/p>\n<h4><strong>Protokoler dan Birokrasi<\/strong><\/h4>\n<p>Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu pun mengingatkan pesan dalam al-Hujurat ayat 1 berikut.<\/p>\n<p class=\"has-text-align-right\">\u064a\u0670\u06e4\u0627\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u06e1\u0646\u064e \u0627\u0670\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u06e1\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0642\u064e\u062f\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u06e1\u0627 \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u0649\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u06e1\u0644\u0650\u0647\u0656\u200c \u0648\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064e\u200c\u0615 \u0627\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064e \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u06e1\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u06e1\u0645\u064c<\/p>\n<p>Artinya, \u201cWahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.\u201d<\/p>\n<p>Prof Mu\u2019ti menjelaskan, \u201cKamu itu pinter ya pinter, tapi ojo kewanen. Wong ada Rasul, tetap harus menghormati Rasul. Kreatif ya kreatif, tapi ada levelnya. Bicara ya bicara, tapi jangan suaranya melebihi suara Nabi!\u201d<\/p>\n<p>Dia memperjelas, \u201cBicara dengan Pak Saad tentu beda ketika bicara dengan Pak Said. Itu bagian yang kadang-kadang, karena kita merasa dekat atau egaliter, kita terabas saja.\u201d<\/p>\n<p>Maka, menurutnya, ayat-ayat pada surat al-Hujurat itu tentang protokoler dan birokrasi. Sehingga moderasi juga terjadi karena faktor protokoler dan birokrasi. \u201cKadang-kadang unggah-ungguh tidak diutamakan dalam bermuamalah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<h4><strong>Primordialisme Berbasis Rasial<\/strong><\/h4>\n<p>Bagaimana kita bisa membangun relasi sebaik-baiknya dan spirit silaturahmi, Prof Mu\u2019ti memaparkan beberapa tuntunan menurut surat al-Hujurat. Sebab, dengan relasi yang baik, hidup dengan baik, maka bisa membangun relasi sosial yang penuh kasih sayang dan penuh kebahagiaan.<\/p>\n<p>Salah satunya, tidak merendahkan satu sama lain. \u201cBanyak persoalan muncul karena ada kelompok yang merasa lebih superior dibanding dengan kelompok yang lain. Class supremacy sering menjadi sumber persoalan dalam kelas sosial,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Banyak orang menjadi rasis karena merasa superior, ras atau silsilahnya lebih unggul dari yang lain. Padahal al-Hujurat ayat 13 melarang kita mengedepankan primordialisme berbasis rasial.<\/p>\n<p>\u201cQuran tidak mencela orang yang menjadi berbeda suku-suku itu, bahkan perbedaan suku dan bangsa itu menjadi bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Kesimpulannya, terlalu primordial, apalagi primordialisme itu dibangun di atas konstruksi supremasi rasial, maka bertentangan dengan tuntunan al-Quran.<\/p>\n<h4><strong>Masalah Rasial<\/strong><\/h4>\n<p>\u201cAyat itu diawali dengan \u2018Ya ayyuhannas\u2019 itu menunjukkan sikap al-Quran mengajak manusia untuk kembali pada the origin of creation (asal penciptaaannya), yakni dari orangtua yang sama. Al-Quran meletakkan dasar-dasar egaliterianisme kemanusiaan,\u201d sambung Prof Mu\u2019ti.<\/p>\n<p>Menurutnya, sekarang orang hidup dalam masa yang orang heboh dengan muktikultural. Tapi rasialisme masih menjadi masalah yang serius. Berbagai persoalan politik muncul karena persaingan rasial.<\/p>\n<p>Sehingga ketika Taliban berkuasa, menang di Afganistan, sebagian orang sangat euforia dengan kemenangan itu. \u201cTermasuk sebagian orang Muhammadiyah. Seakan-akan sebagian itu menjadi juru bicara Taliban,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>\u201cSaya waktu itu tidak termasuk yang ikut euforia itu karena agak sedikit tahu soal yang terjadi di Afganistan itu sebenarnya bukan soal perbedaan agama tapi konflik rasial di mana suku Pashtun yang merasa paling elit itu belum pernah berkuasa di situ, yang berkuasa selalu kelompok minoritas,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Dalam penilaiannya, banyak konflik di Timur Tengah terjadi karena persoalan rasial. Khadafi dari Sunni yang minoritas tapi memimpin di Libya, karena dia minoritas, maka gaya kepemimpinanya harus otoriter. \u201cKalau minoritas demokratis mesti kalah,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<h4><strong>Persoalan Rasial Afganistan<\/strong><\/h4>\n<p>Menurutnya, kadang orang-orang melihat persoalan secara black and white. \u201cKetika melihat persoalan di Afganistan baru sadar itu persoalan rasial karena mereka sebagian besar Sunni mazhab Hanafi,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Prof Mu\u2019ti pun menceritakan pemandangan baru di sana. Mereka sekarang mulai melarang perempuan beraktivitas di luar, bahkan mewajibkan memakai cadar sekarang ditekankan lagi<\/p>\n<p>Menurutnya, sekarang Indonesia gelisah karena termasuk yang ikut mensponsori Afganistan. Walaupun Indonesia cukup elegan dalam konteks ini. Termasuk Muhammadiyah waktu itu ditanya oleh menteri luar negeri, \u201cApa yang bisa Muhammadiyah bantu terkait Afganistan?\u201d<\/p>\n<p>Pihaknya bilang, \u201cAmi tidak akan membuka Muhammadiyah di Afganistan.\u201d<\/p>\n<p>Sebab, dia menyatakan tahu kondisi di sana. \u201cSaya pernah ke kantor kedutaan Indonesia di Afganistan. Harus jalan kaki dari jalan utama, semua diplomat menginap di situ. Situasinya memang sangat rumit tapi persoalannya itu rasial. Sekarang Taliban muncul aslinya,\u201d jelas dia.<\/p>\n<p>Terlepas dari itu, Prof Mu\u2019ti menyatakan, Muhammadiyah siap menampung mahasiswa Afganistan untuk kuliah di perguruan tinggi Muhammadiyah.<\/p>\n<h4><strong>Golonganisme Berlebihan<\/strong><\/h4>\n<p>Prof Mu\u2019ti menyatakan, masalah rasial itu di tanah kita mulai muncul. Sebagian menunjukkan sentimen primordial. Menurutnya itu mengagetkan. \u201cSentimen-sentimen itu justru dibangkitkan ketika kita sudah 76 tahun merdeka sebagai suatu bangsa,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ada juga golonganisme berlebihan, di mana suatu kelompok merasa ultranasionalis\u2014meminjam istilah Haedar Nashir\u2014merasa paling Indonesia di antara yang lainnya. \u201cHal seperti ini juga mengusik dan mengoyak ukhuwah di antara kita,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Sehingga, dia menegaskan, al-Hujurat mengingatkan, orang-orang yang beriman adalah mereka yang bersaudara. \u201cWalaupun selanjutnya diikuti perintah untuk mendamaikan di antara saudara-sadaramu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dia lalu menekankan pentingnya membangun Halalbihalal dengan rasa cinta dan memaafkan, kemudian saling bersinergi satu dengan yang lain. (*)<\/p>\n<p>Editor <strong>Mohammad Nurfatoni<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/240667\/05\/12\/surat-al-hujurat-panduan-protokoler-dan-birokrasi\/\">sumber berita<\/a> by <a href=\"\">[pwmu.co]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surat Al-Hujurat, Panduan Protokoler dan Birokrasi Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Sayyidah Nuriyah. <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=5263\" title=\"Surat Al-Hujurat, Panduan Protokoler dan Birokrasi | PWMU.CO\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":5264,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2322],"class_list":["post-5263","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2322,"user_id":8,"is_guest":0,"slug":"pwmu-co","display_name":"PWMU CO","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f15f1d1322b4c7ebbc526efeb445a60ad49b675f17de7d9b1484949e600541a?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"PWMU","last_name":"CO","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5263","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5263"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5263\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5264"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5263"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5263"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5263"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=5263"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=5263"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}