{"id":5554,"date":"2022-05-19T20:48:34","date_gmt":"2022-05-19T12:48:34","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/05\/19\/abad-kedua-aisyiyah-terus-berperan-membangun-peradaban\/"},"modified":"2022-05-19T20:48:34","modified_gmt":"2022-05-19T12:48:34","slug":"abad-kedua-aisyiyah-terus-berperan-membangun-peradaban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=5554","title":{"rendered":"Abad Kedua \u2018Aisyiyah, Terus Berperan Membangun Peradaban"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p><strong>Yogyakarta, InfoMu.co<\/strong> \u2013 Genap 105 Tahun, \u2018Aisyiyah menyelenggarakan Tasyakur Milad ke-105 \u2018Aisyiyah dan Halal Bihalal pada 19 Mei 2022 (Berdiri pada 19 Mei 1917 dalam bilangan Miladiyah) atau milad ke-108 menurut hitungan Hijriyah (27 Rajab 1335 H \u2013 27 Rajab 1443 H). Perayaan yang berlangsung di Gedung Siti Bariyah Universitas \u2018Aisyiyah tersebut juga dihadiri oleh ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir MSi serta Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi SH LLM.<\/p>\n<p>Dalam pidato miladnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat \u2018Aisyiyah Dr Siti Noordjannah Djohantini MM MSi menegaskan bahwa milad memiliki artin penting, yakni sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah swt berupa perjalanan panjang melintasi zaman dalam mengemban misi dakwah dan tajdid untuk mencerahkan kehidupan.<\/p>\n<p>\u201cMilad menjadi momentum penting melakukan refleksi ruhani dan pemikiran atas usaha-usaha yang dilakukan \u2018Aisyiyah selama ini. Setelah itu seraya memperbaiki dan menyempurnakan langkah menuju masa depan yang lebih baik dalam spirit berkemajuan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Melalui tema \u201cSukses Muktamar ke-48: Perempuan Mengusung Peradaban Utama\u201d Siti Noordjannah menerangkan bahwa \u2018Aisyiyah bermaksud meneguhkan dan mendorong perempuan untuk membangun peradaban utama secara kolektif. Serta mensyiarkan Muktamar yang akan dilaksanakan pada bulan November mendatang.<\/p>\n<p>\u201cKeduanya terangkai menjadi komitmen \u2018Aisyiyah dalam mendinamisasi gerakannya yang semakin unggul dan meluas dalam kehidupan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan semesta,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Pada perayaan milad yang berlangusng di bulan syawal, Siti Noordjanah juga mengingatkan untuk tetap mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kualitas ketaqwaan agar dapat menjadi insan yang semakin baik, dalam hubungannya dengan sang pencipta\u00a0<em>(habluminallah),<\/em>\u00a0maupun hubungannya dengan sesama manusia\u00a0<em>(habluminannas).<\/em><\/p>\n<p>\u201cMari kita wujudkan nilai-nilai taqwa dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan hubungan kemanusiaan semesta,\u201d himbaunya.<\/p>\n<h2>Tantangan Abad Kedua<\/h2>\n<p>\u2018Aisyiyah menurut Siti Noordjannah merupakan gerakan Islam yang mengemban misi dakwah dan tajdid untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Memasuki abad kedua, \u2018Aisyiyah dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah serta permasalahan yang semakin kompleks. Sebut saja dampak pandemi Covid-19 yang menjerang berbagai aspek kehidupan. Karena itu menurut Noordjannah dakwah \u2018Aisyiyah semakin dituntut untuk memperluas jangkauan pembinaan dakwahnya sesuai era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta zaman.<\/p>\n<p>\u201cHal yang demikian memerlukan intensitas dan kualitas dakwah pencerahan \u2018Aisyiyah agar masyarakat lebih mengedepankan keadaban mulia, kebaikan, kecerdasan, keilmuan, dan keutamaan sebagai bentuk peradaban utama,\u201d harapnya.<\/p>\n<p>Selain itu, dengan sederet tantangan yang membentang, dakwah \u2018Aisyiyah juga dituntut untuk semakin memperluas pembinaannya di tingkat Jemaah maupun komunitas. Terlebih masyarakat Indonesia yang terdiri dari beraneka ragam agama, suku bangsa, golongan, kelompok, kedaerahan, dan latar belakang sosial budaya. Sehingga memerlukan ta\u2019awun atau kebersamaan saling membantu, saling menolong, saling mengingatkan dan bekerja sama dalam perbedaan untuk meraih kemajuan hidup bersama.<\/p>\n<p>\u201cKarenanya melalui kerja-kerja dakwah, \u2018Aisyiyah harus menjadi kekuatan perekat sosial yang membawa misi rahmatan lil-\u2018alamin,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>\u201c\u2018Aisyiyah hadir dengan dakwah yang melintas-batas, artinya menyebarluaskan dakwah untuk membangun peradaban di tengah keragaman sosial masyarakat yang membawa pada kehidupan yang lebih baik, kedamaian, kebaikan, toleransi, kebersamaan, keunggulan, dan nilai-nilai luhur kehidupan,\u201d lanjunya.<\/p>\n<p>Dengan dakwah pencerahan, \u2018Aisyiyah menyuarakan serta mempelopori gerakan hidup damai, sehat, bersih, dan berkeadaban mulia sebagai budaya kolektif umat dan masyarakat, sehingga mencerminkan\u00a0<em>uswah hasanah<\/em>\u00a0dan peradaban utama sebagamana aktualisasi pembentukan\u00a0<em>Khairah Ummah.<\/em><\/p>\n<p>Dalam kehidupan politik kebangsaan menurut Noordjannah \u2018Aisyiyah menyebarkan nilai-nilai luhur pencerhan dalam bentuk menyuarakan pesan dan mengembangkan sikap kebangsaan yang berpijak pada kebenaran dan kebaikan, moderat, damai, toleransi, jujur, demokratis, dan berakhlak mulia untuk membawa Indonesia yang bersatu, berdaulat, bermartabat, adil, makmur, dan berkemajuan.<\/p>\n<p>Berbagai kemajuan tersebut dapat teraktualisasi menurut Noordjannah atas gerakan perempuan-perempuan \u2018Aisyiyah yang memiliki karakter dan potensi beretos kemajuan seperti gemar bekerja keras, militansi tinggi, berkhidmat sepenuh hati, ikhlas, kerelawanan, hemat, gigih, dan menebar kebaikan yang semuanya lahir dari komitmen keislaman, keilmuan dan orientasi amaliah yang bermisi dakwah untuk membangun peradaban hidup yang lebih baik.<\/p>\n<p>Dakwah \u2018Aisyiyah juga telah membawa kemajuan umat dan bangsa di seluruh sudut negeri sampai ke daerah-daerah terdepan, terjauh, hingga tertinggal. Berbagai bidang kehidupan mulai dari peneguhan keagamaan (spiritualitas), pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, hukum, ekonomi, pendidikan politik kewarganegaraan, hingga perkaderan.<\/p>\n<p>\u201chal ini merupakan ikhtiar membangun peradaban utama,\u201d jelas dosen Fakultas Ekonomi Universtias Muhammadiyah Yogyakarta itu.<\/p>\n<p>Menurut Noordjannah gerakan \u2018Aisyiyah di seluruh tingkatan dituntut untuk semakin tanggap dalam memahami dan memberi solusi atas masalah-masalah sosial sekitar. Khususnya masalah keluarga, anak dan perempuan. Termasuk menjadi kekuatan keagamaan yang memberikan edukasi dan menjadi pemandu moral yang mencerahkan generasi milenial yang hidup di tengah perbubahan sosial dan tantangan zaman yang semakin kompeks.<\/p>\n<p>\u201cBerbagai kelompok sosial termasuk generasi milenial memelukan sentuhan dakwah dan tabligh yang menggembirakan, memberikan optimisme, menggelorakan daya hidup maju, menanamkan budaya nir-kekerasan, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan utama sehingga masyarakat makin berkeadaban dan berkemajuan,\u201d tutur Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) 2003-2008.<\/p>\n<h2>Peran Perempuan<\/h2>\n<p>Peradaban lanjut Noordjannah merupakan puncak tertinggi dari sistem pengetahuan kolektif manusia dalam membangun tata kehidupan bersama. Menurut para ahli, tata kehidupan bersama yang hidup dalam kebudayaan suatu masyarakat atau bangsa memiliki unsur penting, yaitu sistem religi, Bahasa, pengetahuan, kesenian, organisasi sosial, bahasa, pengetahuan, kesenian, organisasi sosial, peralatan hidup dan teknologi, dan mata pencaharian atau ekonomi.<\/p>\n<p>Perempuan menurut Noordjannah memiliki peran penting dalam membangun peradaban. Beberapa catatan sejarah menegaskan hal tersebut. Pertama ada Siti Khadidjah, Siti \u2018Aisyiyah sebagai tokoh utama\u00a0<em>Ummahatul Mukminun<\/em>; ada sufi ternama Rabiah Al-Adawiyyah; Zubaidah sang permaisuri Khaifah Harun Ar-Rasyid yang dermawan; Nusaybah binti Ka\u2019ab tokoh pejuang perempuan yang ikut bertempur di perang Uhud; Rufaida Al-Aslamia pelopor kesehatan pada periode awal Islam masuk ke kota Madinah (abad 6 hingga 7 Masehi); Zainab binti Ahmad seorang ilmuan Muslimah yang punya pendalaman di bidang hadits dan mengajar di madrasah Hanbali di Damaskus; Aziza Uthmania seorang filantropi Tunisia yang mendirikan Sadiki Bimaristan\u2014rumah sakit modern pertama di Tunisia; serta Fathimmah Al-Fihri yang mendirikan Universits Al-Qarawiyyin sebagai salah satu universitas tertua di dunia.<\/p>\n<p>Demikian halnya dengan beberapa tokoh di Indonesia seperti Siti Walidah, Siti Moendjiyah, Siti Hayyinah, Tjut Nyak Dien, RA Kartini, hingga ibu Fatmawati.<\/p>\n<p>\u201cApa yang ditampilkan oleh para tokoh perempuan Islam teresbut merupakan bukti sejarah dari kehadirnanya dalam membangun peradaban dunia,\u201d kisah Noordjannah yang juga pendiri Yasanti.<\/p>\n<p>\u201cPerempuan tampil bersama laki-laki dalam martabat yang sama untuk berbuat kebaikan bagi kehidupan bersama sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran Surah An-Nahl ayat 97,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Pada pidatonya, Noordjannah yang juga pernah aktif di pimpinan pusat IPM periode 1983-1986 menghimbau agar Muktamar ke-48 yang akan berlangsung pada 18-22 November 2022 di Surakarta dapat dipersiapkan dengan baik.<\/p>\n<p>\u201cBuktikan bahwa \u2018Aisyiyah dan Muhammadiyah sebagai organisasi modern dan pembaruan mampu bermuktamar dalam berbagai keadaan secara cerdas, optimis dan bergembira, menggunakan iptek dengan optimal, memupuk kebersamaan dan ukhuwah, mengembangkan syiar melalui berbagai media dan sarana, serta mempersiapkan isi dan rancangan keputusan yang terbaik dan membawa kemaslahatan bagi kemajuan organisasi, umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta,\u201d titah ketua umum Nasyiatul \u2018Aisyiyah periode 1990-1995. (SM)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/infomu.co\/abad-kedua-aisyiyah-terus-berperan-membangun-peradaban\/\">sumber berita dari infomu.co<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta, InfoMu.co \u2013 Genap 105 Tahun, \u2018Aisyiyah menyelenggarakan Tasyakur Milad ke-105 \u2018Aisyiyah <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=5554\" title=\"Abad Kedua \u2018Aisyiyah, Terus Berperan Membangun Peradaban\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":5555,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2314],"class_list":["post-5554","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2314,"user_id":9,"is_guest":0,"slug":"infomu","display_name":"Infomu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/20a1c6136139a776494236406eb4515022f20942b676f8116da8454f72d3025f?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Infomu","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5554","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5554"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5554\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5555"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5554"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5554"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5554"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=5554"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=5554"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}