{"id":5613,"date":"2022-05-20T23:02:43","date_gmt":"2022-05-20T15:02:43","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/05\/20\/prof-haedar-nashir-sampaikan-8-karakter-gerakan-perempuan-islam-berkemajuan\/"},"modified":"2022-05-20T23:02:43","modified_gmt":"2022-05-20T15:02:43","slug":"prof-haedar-nashir-sampaikan-8-karakter-gerakan-perempuan-islam-berkemajuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=5613","title":{"rendered":"Prof Haedar Nashir Sampaikan 8 Karakter Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p><strong>Yogyakarta, InfoMu.co<\/strong> \u2013 Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi memberikan amanat penting dalam acara Milad \u2018Aisyiyah Ke-105 tahun pada Kamis, 19 Mei 2022. Milad \u2018Aisyiyah kali ini mengambil tema \u201c<em>Sukseskan Muktamar ke-48: Perempuan Mengusung Peradaban Utama<\/em>\u201d.<\/p>\n<p>Acara puncak Milad \u2018Aisyiyah dipusatkan di Gedung Siti Bariyah Universitas \u2018Aisyiyah Yogyakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi, SH., LLM, Ketua Umum Pimpinan Pusat \u2018Aisyiyah, Dr Hj Siti Noordjannah Djohantini, MM., MSi, Rektor Universitas \u2018Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, SKp., MKep., Sp., Mat, seluruh Pimpinan Muhammadiyah dan \u2018Aisyiyah, dan beberapa tamu unngan lainnya.<\/p>\n<p>Prof Haedar sangat mengapresiasi \u2018Aisyiyah yang telah berkiprah nyata bagi kehidupan. Hal tersebut diungkapkannya saat memberikan percikan amanah Milad \u2018Aisyiyah Ke-105 tahun. Ada beberapa apresiasi yang disampaikan.<\/p>\n<p>Pertama, menggerakan seluruh sendi kehidupan umat dan masyarakat luas untuk menjadi masyarakat maju, berkarya amal usaha yang mencerdaskan, mencerahkan dan membangun kebersamaan dan persatuan.<\/p>\n<p>Kedua, \u2018Aisyiyah sebagai pelopor gerakan inklusif dalam percaturan dan panggung nasional dalam bingkai keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan universal.<\/p>\n<p>\u201cKetika gerakan perempuan lain masih berkutat berbicara tentang dirinya dari perempuan untuk perempuan, \u2018Aisyiyah selain berbicara tentang perempuan untuk perempuan, tetapi melampaui dari itu, perempuan untuk semua. Inilah karakter \u2018Aisyiyah yang menjadi DNA sejak kelahirannya sampai saat ini dan ke depan,\u201d terangnya saat memberikan amanah.<\/p>\n<p>Ketiga, \u2018Aisyiyah selain menjadi pelopor gerakan perempuan Islam berkemajuan yang\u00a0<em>rahmatan lil \u2018alamin<\/em>. Karakter gerakan perempuan Islam ini melekat dan menyatu bukan hanya saja pada jiwa dan alam pikir, namun terwujud dalam seluruh amal usahanya. \u2018Aisyiyah sampai pelosok negeri telah berkiprah nyata untuk membangun umat, bangsa, dan keumatan semesta.<\/p>\n<p>Selain itu, Prof Haedar membentangkan karakteristik dari gerakan perempuan Islam berkemajuan.<\/p>\n<p><em><strong>Pertama<\/strong><\/em>, berpaham Islam berkemajuan. Tentunya akan menjadikan Islam sebagai\u00a0<em>dinul hadharah\u00a0<\/em>(agama yang membangun peradaban). Hal ini telah dibuktikan oleh Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun yang mengubah masyarakat Jahiliyah menjadi\u00a0<em>al-madinah al-munawwarah.\u00a0<\/em>Selama berabad-abad telah menghadirkan kejayaan, mendunia, dan mencerahkan semesta.<\/p>\n<p>\u201cIslam yang berkemajuan tentu memiliki paham\u00a0<em>Ar-Ruju\u2019 ila al-Qur\u2019an wa as-Sunnah\u00a0<\/em>(Kembali kepada Al-Quran dan as-Sunnah), tetapi mengembangkan ijtihad. Dan itulah yang membedakan dari gerakan-gerakan Islam lain yang kembali pada Al-Quran dan As-Sunnah, tetapi tidak mengembangkan ijtihad atau alam pikiran maju berdasarkan rasionalitas, ilmu pengetahuan, dan kontekstualisasi kehidupan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p><em><strong>Kedua<\/strong><\/em>, bercita-cita membangun\u00a0<em>khaira ummah\u00a0<\/em>(masyarakat terbaik). Menurut Rasulullah Muhammad SAW, masyarakat terbaik yakni\u00a0<em>khoirunnas anfa\u2019uhum linnas\u00a0<\/em>(memberi manfaat kepada manusia lain).\u00a0<em>Khaira Ummah\u00a0<\/em>selain bermakna umat yang unggul dalam aspek ibadah, akidah, dan akhlak, tetapi pada saat yang sama unggul dalam muamalah duniawiyah yang kemudian dikonstruksi menjadi peradaban utama.<\/p>\n<p>\u201cYang tentu tidak sekali jadi (membangun\u00a0<em>khaira ummah<\/em>), bahkan sampai satu hari sebelum Kiamat, kita pun belum tuntas menyelesaikannya. Tetapi kewajiban kita adalah berikhtiar membangun\u00a0<em>khaira ummah<\/em>\u201d, tukasnya.<\/p>\n<p><em><strong>Ketiga<\/strong><\/em>, bermisi dakwah dan tajdid yang mencerahkan. Kata mencerahkan menurut bahasa Al-Quran diartikan sebagai\u00a0<em>takrij min al-dhulumat ila al-nur,\u00a0<\/em>yakni mendendangkan manusia keluar dari kegelapan menuju pada keadaan penuh cahaya. Dengan kata lain mengeluarkan manusia dari keterjeratan keterbelakangan pada kondisi yang terbaik, termasuk pada pemenuhan dasar perempuan dalam kehidupan kolektif.<\/p>\n<p><em><strong>Keempat<\/strong><\/em>, menjunjung tinggi dan memuliakan martabat manusia, baik perempuan maupun laki-laki, tanpa diskriminasi. \u201cUsaha-usaha kita membangun kesetaraan keadilan lahir dari pesan Ilahi. Dan pesan langit ini bersifat trensenden untuk kita wujudkan dalam kehidupan. sehingga kita manusia baik laki-laki tidak mempunyai hak untuk mendiskriminasi, merendahkan, apalagi menzalimi sesama, hatta karena berbeda jenis kelamin. Justru Allah mengangkat dan memuliakannya sebagaimana QS al-Hujurat [49]: 13,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p><em><strong>Kelima<\/strong><\/em>, membangun keluarga sakinah sebagai basis dari masyarakat dan bangsa yang berkeadaban utama. Keluarga adalah fondasi terpenting dalam kehidupanmasyarakat, bangsa, dan negara. Tanpa keluarga, musykil dapat membangun kehidupan secara kokoh.<\/p>\n<p>\u201cMaka pada aspek inilah, \u2018Aisyiyah telah bergerak lama membangun keluarga sakinah. Dan saat ini tantangannya sangat besar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><em><strong>Keenam<\/strong><\/em>, gerakan yang menguasai IPTEK dan pemikiran maju. \u201cKami percaya Indonesia akan maju, jaya, dan bersaing dengan bangsa lain, ketika kita menguasai IPTEK dan berpikiran maju,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p><em><strong>Ketujuh<\/strong><\/em>, mengembangkan sumber daya insani. Hal ini sebagai kekuatan\u00a0<em>\u2018Abdullah wa khalifah fil ardh.<\/em>\u00a0\u201cTugas kita para orangtua Muhammadiyah dan \u2018Aisyiyah adalah mengantarkan mereka menjadi pewaris masa depan bangsa. Cintailah mereka, didiklah mereka, dan mereka harus menjadi bagian dari masa depan kita yang kita rencanakan. Sehingga menjadi\u00a0<em>qurrata\u2019ayun\u00a0<\/em>dan bukan menjadi generasi\u00a0<em>dhi\u2019afan\u00a0<\/em>(generasi yang lemah),\u201d jelasnya.<\/p>\n<p><em><strong>Kedelapan<\/strong><\/em>, berperan proaktif di dalam membangun umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta. Menurut Prof Haedar, \u2018Aisyiyah dan Muhammadiyah menggerakkan roda kemajuan, ide-ide kemajuan, dan karya-karya kemajuan yang melintas batas untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta.<\/p>\n<p>Di akhir amanatnya, Prof Haedar berharap pada diselenggarakannya Milad \u2018Aisyiyah ini senantiasa terus mencerahkan, mencerdaskan, dan memajukan \u2018Aisyiyah sebagai Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan untuk umat, bangsa, dan\u00a0<em>rahmatan lil \u2018alamin\u00a0<\/em>bagi semesta.\u00a0<strong>(Cris\/SM)<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/infomu.co\/prof-haedar-nashir-sampaikan-8-karakter-gerakan-perempuan-islam-berkemajuan\/\">sumber berita dari infomu.co<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta, InfoMu.co \u2013 Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=5613\" title=\"Prof Haedar Nashir Sampaikan 8 Karakter Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":5614,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2314],"class_list":["post-5613","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2314,"user_id":9,"is_guest":0,"slug":"infomu","display_name":"Infomu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/20a1c6136139a776494236406eb4515022f20942b676f8116da8454f72d3025f?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Infomu","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5613","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5613"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5613\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5614"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5613"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5613"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5613"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=5613"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=5613"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}