{"id":5816,"date":"2022-05-25T20:00:00","date_gmt":"2022-05-25T12:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/05\/25\/belajar-dari-sejarah-untuk-merajut-kerukunan-dalam-keragaman\/"},"modified":"2022-05-25T20:00:00","modified_gmt":"2022-05-25T12:00:00","slug":"belajar-dari-sejarah-untuk-merajut-kerukunan-dalam-keragaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=5816","title":{"rendered":"Belajar dari Sejarah untuk Merajut Kerukunan dalam Keragaman"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p><strong>MUHAMMADIYAH.OR.ID, KUPANG\u2014<\/strong>Sumpah Pemuda Indonesia yang digaungkan pertama kali pada tahun 1928 merupakan alasan sejarah persatuan bangsa Indonesia. Sejarah Sumpah Pemuda tersebut juga digunakan sebagai akar bagi bangsa Indonesia dalam merajut kerukunan.<\/p>\n<p>Dalam merajut kerukunan di negara dengan multikulturalisme yang tinggi seperti Indonesia, kata Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Kupang, Zainur Wula tidak boleh menjauhkan perbedaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia, termasuk keragaman agama. Sejara Sumpa Pemuda membuktikan itu.<\/p>\n<p>Tujuan mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menurutnya juga didasari oleh kesadaran kolektif bangsa yang dahulunya merupakan dipisahkan kesukuan dan berbagai latar belakang yang berbeda. Dia mengajak kepada bangsa Indonesia kini untuk belajar dari Sumpa Pemuda yang lahir tanpa mempersoalkan identitas agama, suku, ras, dan golongan.<\/p>\n<p>\u201cKemudian puncaknya bapak-ibu, 17 Agustus \u201945. Apakah ketika kita merdeka itu mempersoalkan identitas-identitas itu lagi ? Tidak sama sekali\u201d. Ucapnya pada, Rabu (25\/5) di acara Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah \u2013 \u2018Aisyiyah ke-48 di UM Kupang.<\/p>\n<p>Termasuk dalam merajut kerukunan dalam keragaman dari sejarah Piagam Jakarta yang kemudian karena kebesaran hati tokoh-tokoh pendahulu, disepakati menjadi Pancasila sebagai falsafah Negara Indonesia.<\/p>\n<p>Perbedaan yang dimiliki oleh bangsa ini bukan oleh tokoh-tokoh pendahulu bukan dijadikan alasan untuk saling terbelah, melainkan sebagai khazanah untuk saling melengkapi dan bersatu. Sejarah panjang pendirian NKRI ini menurut Zainur perlu untuk disyukuri dan menjadi acuan dalam menyatukan visi dan misi untuk membangun Indonesia kedepan.<\/p>\n<p>\u201cBerbagai macam perbedaan itu lalu kita satukan pandangan kita, visi-misi kita untuk keindonesiaan kita, nasionalisme kita untuk kita membangun secara lebih cepat tanpa mempersoalkan, membesar-besarkan tentang perbedaan-perbedaan tadi\u201d. Tuturnya.<\/p>\n<p>Zianur menjelaskan, dalam konteks Nusa Tenggara Timur, kerukunan dirajut oleh tradisi-tradisi lokal yang kuat mengakar. Kesepakatan adat istiadat yang meskipun tidak tertulis, menurutnya menjadi suatu yang sakral untuk senantiasa dihargai dan didukung. Aliansi tradisional masyarakat NTT sebagai kearifan lokal dalam merajut kerukunan.<\/p>\n<p>\u201cMeskipun kita beda agama ataupun keyakinan, tapi ketika pesta adat di Nusa Tenggara Timur dari semua pelosok daerah itu semua ramai-ramai ke sana. Jadi itu menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan sosial, budaya masyarakat kita,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\/belajar-dari-sejarah-untuk-merajut-kerukunan-dalam-keragaman\/\">sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MUHAMMADIYAH.OR.ID, KUPANG\u2014Sumpah Pemuda Indonesia yang digaungkan pertama kali pada tahun 1928 merupakan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=5816\" title=\"Belajar dari Sejarah untuk Merajut Kerukunan dalam Keragaman\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":5817,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440,438],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2321],"class_list":["post-5816","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","category-muhammadiyah-or-id"],"authors":[{"term_id":2321,"user_id":7,"is_guest":0,"slug":"muhammadiyah-or-id","display_name":"Muhammadiyah","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c326460c3d94b5ad869f5993c9d2e3ec78bbe22b0e2c9c944f2f01cca83adff2?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Muhammadiyah","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":"muhammadiyah.or.id adalah website resmi persyarikatan Muhammadiyah. Dan dikelolah oleh PP Muhammadiyah"}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5816","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5816"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5816\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5817"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5816"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5816"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5816"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=5816"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=5816"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}