{"id":5887,"date":"2022-05-28T02:26:16","date_gmt":"2022-05-27T18:26:16","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/05\/28\/jangan-takut-berkata-tidak-belajar-dari-hamka-dan-natsir-pwmu-co\/"},"modified":"2022-05-28T02:26:16","modified_gmt":"2022-05-27T18:26:16","slug":"jangan-takut-berkata-tidak-belajar-dari-hamka-dan-natsir-pwmu-co","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=5887","title":{"rendered":"Jangan Takut Berkata Tidak, Belajar dari Hamka dan Natsir | PWMU.CO"},"content":{"rendered":"<div>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" loading=\"lazy\" width=\"737\" height=\"482\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/IMG-20210531-WA0040.jpg\" alt=\"Rokok, Tuhan 9 Senti dan Hilangnya Adab, tenungan di Hari tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei 2021 oleh M. Anwar Djaelani, pegiat Islam tinggal di Sidoarjo.\" class=\"wp-image-194275\" srcset=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/IMG-20210531-WA0040.jpg 737w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/IMG-20210531-WA0040-300x196.jpg 300w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/IMG-20210531-WA0040-150x98.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 737px) 100vw, 737px\"\/><figcaption>M. Anwar Djaelani: Jangan Takut Berkata Tidak, Belajar dari Hamka dan Natsir (Sketsa foto Atho\u2019 Khoironi\/PWMU.CO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Jangan Takut Berkata Tidak, Belajar dari Hamka dan Natsir<strong>;\u00a0<\/strong>Oleh<strong>\u00a0<a href=\"http:\/\/www.anwardjaelani.com\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">M. Anwar Djaelani<\/a><\/strong>, penulis buku-buku termasuk\u00a0<em>Jejak Kisah Pengukir Sejarah<\/em><\/p>\n<p><strong>PWMU.CO<\/strong> \u2013 Bagi<em>\u00a0<\/em>rata-rata orang, tak mudah mengamalkan ajaran nahi munGkar. Untuk kebanyakan orang, tak gampang mengatakan \u201ctidak!\u201d kepada sesuatu yang melanggar syariat Allah terlebih jika pelakunya adalah pihak yang punya kekuasaan.\u00a0\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Atas hal itu, ada baiknya kita belajar berani bernahi munkar.\u00a0<em>Pertama,<\/em>\u00a0belajar kepada al-Quran. Terkait ini, antara lain bisa belajar lewat kajian Buya Hamka di kitab tafsirnya yaitu Al-Azhar.\u00a0<em>Kedua,<\/em>belajar kepada Buya Natsir dengan memperhatikan nasihat yang pernah disampaikannya.\u00a0<\/p>\n<h4><strong>Spirit Ayat dan Kisah Ayah<\/strong><\/h4>\n<p>Setelah beriman kepada Allah, maka beramar makruf dan bernahi munkar termasuk di antara ajaran pokok Islam. Perhatikan ayat ini:\u00a0<em>\u201cKamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah\u201d<\/em>\u00a0(Ali Imran 110).<\/p>\n<p>Pada ayat di atas, ketiga hal yaitu amar makruf, nahi munkar, dan iman kepada Allah adalah hal yang tidak terpotong-potong dan tidak boleh dipotong. Bahwa, umat Islam tetap menjadi sebaik-baik umat selama mereka mempunyai tiga sifat utama itu, yaitu: Berani menyuruh berbuat makruf, berani melarang perbuatan munkar, dan beriman kepada Allah.<\/p>\n<p>Sungguh menarik saat Hamka, di Tafsir\u00a0al-Azhar, mengulas Ali Imran ayat 110 itu. Bahwa, hemat Hamka, hendaklah kita mengambil mafhumnya dari bawah. Kita baca syarat umat terbaik, urut dari bawah:\u00a0<em>Pertama,<\/em>\u00a0beriman kepada Allah. Itulah awal permulaan kebebasan jiwa.\u00a0<em>Kedua,<\/em>\u00a0berani melarang yang munkar. Itulah akibat pertama iman kepada Allah.\u00a0<em>Ketiga,<\/em>\u00a0berani menyuruh dan memimpin sesama manusia kepada yang makruf (2003: 889).<\/p>\n<p>Tampak, bagi Hamka, setelah ada iman di diri kita, maka aktivitas yang harus lebih didahulukan adalah nahi munkar. Memang, pilihan ini lebih beresiko ketimbang amar makruf. Tapi, \u201cItulah tugas hidup,\u201d tegas Hamka.\u00a0\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Hamka punya contoh. Dulu, di masa penjajahan Jepang, ada peraturan rukuk\u00a0(<em>keirei<\/em>) ke istana Kaisar Jepang. Tapi, ayah Hamka yaitu Dr Abdul Karim Amrullah tak mau melakukannya. Padahal, untuk sikap berani berkata \u201ctidak!\u201d itu ada resiko yaitu disiksa kempetai Jepang.\u00a0<\/p>\n<p>Atas sikap berani bernahi mungkar itu, Hamka lalu menanyakannya kepada sang ayah. Apa jawab sang ayah? Ini responnya: \u201cAyah tidaklah takut kepada mati, hai Anakku! Hal yang Ayah takuti ialah yang sesudah mati!\u201d<\/p>\n<p>Alhasil, simpul Hamka, selama amar makruf nahi mungkar masih ada maka selama itu pula Islam masih akan tetap hidup dan memberikan hidup. Selama itu pula umat Islam akan menjadi yang sebaik-baik umat yang dikeluarkan di antara manusia.<\/p>\n<p>Baca sambungan di halaman 2:  <strong>Spirit Natsir,\u00a0Belajarlah ke Sejarah<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/242041\/05\/27\/jangan-takut-berkata-tidak-belajar-dari-hamka-dan-natsir\/\">sumber berita<\/a> by <a href=\"\">[pwmu.co]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>M. Anwar Djaelani: Jangan Takut Berkata Tidak, Belajar dari Hamka dan Natsir <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=5887\" title=\"Jangan Takut Berkata Tidak, Belajar dari Hamka dan Natsir | PWMU.CO\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":5888,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2322],"class_list":["post-5887","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2322,"user_id":8,"is_guest":0,"slug":"pwmu-co","display_name":"PWMU CO","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f15f1d1322b4c7ebbc526efeb445a60ad49b675f17de7d9b1484949e600541a?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"PWMU","last_name":"CO","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5887","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5887"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5887\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5888"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5887"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5887"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5887"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=5887"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=5887"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}