{"id":6146,"date":"2022-06-03T12:30:11","date_gmt":"2022-06-03T04:30:11","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/06\/03\/jika-pemimpin-berbohong-pwmu-co-portal-berkemajuan\/"},"modified":"2022-06-03T12:30:11","modified_gmt":"2022-06-03T04:30:11","slug":"jika-pemimpin-berbohong-pwmu-co-portal-berkemajuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=6146","title":{"rendered":"Jika\u00a0Pemimpin\u00a0Berbohong | PWMU.CO | Portal Berkemajuan"},"content":{"rendered":"<div>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" width=\"768\" height=\"545\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Pemimpin-Berbohon.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-242755\" srcset=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Pemimpin-Berbohon.jpg 768w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Pemimpin-Berbohon-300x213.jpg 300w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Pemimpin-Berbohon-150x106.jpg 150w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Pemimpin-Berbohon-120x86.jpg 120w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Pemimpin-Berbohon-750x532.jpg 750w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\"\/><figcaption><a href=\"https:\/\/www.basis13.com\/kronik\/pr-1681481838\/suka-berbohong-adalah-salah-satu-ciri-pemimpin-bodoh\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ilustrasi<\/a> jika pemimpin berbohong<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Jika\u00a0Pemimpin\u00a0Berbohong,<\/strong> oleh\u00a0<a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/muhammad-hidayatulloh\/amp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ustadz Muhammad Hidayatulloh<\/a>,\u00a0Pengasuh Kajian Tafsir al-Quran Yayasan Ma\u2019had Islami (Yamais), Masjid al-Huda Berbek,\u00a0<a href=\"https:\/\/id.m.wikipedia.org\/wiki\/Waru,_Sidoarjo\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Waru, Sidoarjo<\/a>.\u00a0<\/p>\n<p><strong>PWMU.CO<\/strong>\u00a0\u2013 Kajian\u00a0ini berdasarkan hadits riwayat at-Tirmidzi<\/p>\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0639\u0646 \u0627\u0644\u062d\u0633\u0646 \u0628\u0646 \u0639\u0644\u064a \u0628\u0646 \u0623\u0628\u0649 \u0637\u0627\u0644\u0628 \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647\u0645\u0627 \u0642\u0627\u0644 : \u062d\u0641\u0638\u062a \u0645\u0646 \u0631\u0633\u0648\u0644 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645 : \u062f\u064e\u0639\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064f\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064f\u0643\u064e, \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0635\u0650\u0651\u062f\u0652\u0642\u064e \u0637\u064f\u0645\u064e\u0623\u0652\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064c, \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e \u0631\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u064c. \u0623\u062e\u0631\u062c\u0647 \u0627\u0644\u062a\u0631\u0645\u0630\u064a, \u0648\u0623\u062d\u0645\u062f, \u0648\u0627\u0628\u0646 \u062d\u0628\u0627\u0646, \u0648\u0642\u062f \u0635\u062d\u062d\u0647 \u0627\u0644\u0634\u064a\u062e \u0627\u0644\u0623\u0644\u0628\u0627\u0646\u064a \u0631\u062d\u0645\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647.<\/p>\n<p>Dari\u00a0al-Hasan bin \u2018Ali bin Abi Thalib\u00a0<em>radhiyallahu \u2018anhuma<\/em>\u2014cucu kesayangan Rasulullah\u00a0<em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>\u2014dia berkata: \u2018Aku hafal dari Rasulullah\u00a0<em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>:\u00a0<em>\u201d<\/em>Tinggalkanlah sesuatu yang membuatmu ragu, dan kerjakanlah sesuatu yang tidak membuatmu ragu. Sesungguhnya kejujuran itu menentramkan dan kedustaan itu meresahkan.<em>\u201d\u00a0(<\/em>HR\u00a0at-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Hibban. At Tirmidzi berkata: hadits ini derajatnya hasan shahih, dan Syech al-Albani menshahihkannya).<\/p>\n<h4><strong>Hingga\u00a0<\/strong><strong>T<\/strong><strong>idak\u00a0<\/strong><strong>R<\/strong><strong>agu<\/strong><\/h4>\n<p>Ragu merupakan kelemahan yang harus diberantas dalam jiwa setiap\u00a0Mukmin. Bahkan dalam hadits di atas keraguan itu harus ditinggalkan. Sehingga apa saja yang dalam diri ini masih ada keraguan maka sebaiknya yang diragukan itu ditinggalkan. Bagaimana supaya tidak ragu? Jalan keluarnya tidak ada lain adalah dengan meyakinkan diri.\u00a0<\/p>\n<p>Segala seuatu ada ilmuya, maka untuk menghapus keraguan dalam diri tiada lain haruslah dengan mengilmuinya secara benar. Itulah sebabnya menuntut ilmu menjadi kewajiban setiap\u00a0Mukmin, sebagaimana kewajiban yang termasuk dalam rukun islam dan\u00a0Rukun\u00a0Iman. Oleh karena itu, memahami\u00a0<em>ad<\/em><em>\u2013<\/em><em>dinul\u00a0<\/em><em>I<\/em><em>slam<\/em>\u00a0sebagai satu-satunya konsepsi kebenaran menjadi hal mutlak bagi setiap\u00a0Mukmin.\u00a0<\/p>\n<p>Dengan ilmu,\u00a0keraguan dapat berubah menjadi keyakinan, walaupun keraguan tetap ada dan hal itu menjadi proses menuju ke arah keyakinan. Jadi ragu merupakan proses yang kemudian harus ditindaklanjuti dengan menuntut ilmu atau mencari tahu terhadap yang diragukan itu. Dengan cara demikian ragu itu menjadi suatu keyakinan.\u00a0<\/p>\n<p>Di awal surah al-Baqarah, Allah menyampaikan bahwa al-\u00a0\u00a0Quran ini tiada keraguan, hal itu menunjukkan bahwa al Quran merupakan satu-satunya kitab yang dijamin kebanaran yang wajib di Yakini. Al-Quran diturunkan oleh Allah untuk manusia yang diciptakan-Nya, maka sudah pasti akan ada kesesuaian hati dan akal manusia terhadap al-Quran.\u00a0<\/p>\n<p>Jika ada yang dianggap tidak sesuai apa yang terdapat dalam al-Quran, pasti ada yang salah dalam memahaminya, entah factor sudut pandang yang salah atau karena salah persepsi terhadap makna suatu ayat.<\/p>\n<p>Jadi untuk menepis keraguan tiada lain adalah dengan mengilmuinya. Dan sumber ilmu itu adalah al-Quran, sebagai kitab yang dijamin mutlak kebenarannya. Sedangkan kitab-kitab lainnya selain al-Quran tidak ada jaminan kebenarannya secara mutlak atau secara keseluruhannya. Termasuk kitab-kitab hadits yang ternyata juga membutuhkan selektifitas yang sangat tinggi.\u00a0<\/p>\n<p>Apakah kitab-kitab para ulama juga tidak dijamin mutlak kebenarannya? Tentu jawabannya adalah ya.\u00a0Bagaimanapun para ulama menulis sebuah kitab akan dipengaruhi banyak faktor di dalamnya, termasuk tingkat subjektifitas pribadi dan keadaan lingkungan dan pengalaman perjalanan kehidupannya. Sehingga kemutlakan kebenaran itu tidak dapat disandarkan begitu saja. Tetap ada celah yang kemudian akan mendapatkan masukan atau kritikan dari lainnya. Dan hal itu sah dan wajar-wajar saja.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Bagaimanapun kitab-kitab para ulama itu merupakan literatur yang sangat penting, sehingga setiap pembelajar akan memiliki pendekatan dalam memahami kebenaran sesuai dengan perspektif penulisnya. Sehingga jika terjadi perbedaan pandangan dari ulama lainya maka hal itu merupakan literatur juga yang kemudian bisa jadi akan ada pemahaman yang berbeda-beda. Hanya saja kita telah diberikan rujukan utama oleh Allah yaitu al-Quran, dengan demikian semua pandangan itu akan dikembalikan terhadap al-Quran, dan juga hadits-hadits Rasulullah yang sudah mengalami seleksi kesahihannya yang sangat ketat itu.<\/p>\n<h4><strong>Jika\u00a0<\/strong><strong>P<\/strong><strong>emimpin\u00a0<\/strong><strong>B<\/strong><strong>erbohong<\/strong><\/h4>\n<p>Jujur lawan katanya adalah bohong. Kejujuran menentramkan jiwa dan sebaliknya kebohongan menggelisahkan jiwa. Tidak akan ada kedamaian dan ketentraman jika berbohong sudah menjadi budaya dalam masyarakat.\u00a0<\/p>\n<p>Apalagi kebohongan itu dilakukan oleh pemimpin. Dampak dari adanya budaya bohong ini adalah adanya saling ketidakpercayaan atau kecurigaan. Apalagi sebelumnya masyarakat telah memberikan kepercayaanya yang begitu besar. Disamping di dalamnya ada suatu harapan untuk lebih berpihak pada kepentingan masyarakat itu sendiri.<\/p>\n<p>Adanya suatu perasaan dikhianati dan dibohongi dengan hanya penyampaian lewat kata-kata atau retorika saja tanpa bukti konkret, merupakan pemicu adanya kehilangan kepercayaan itu dalam masyarakat.\u00a0<\/p>\n<p>Kejujuran untuk menyampaikan apa adanya sesungguhnya justru akan memberikan masyarakat bangga terhadap para pemimpinnya sekaligus menentramkan. Tetapi ternyata tidak mudah untuk melakukan dan menegakkan kejujuran itu. Kemungkinan karena banyaknya faktor yang melingkupinya sehingga kujujuran sebagai sikap yang mulia itu justru tidak dapat dilaksanakan dengan sejujur-jujurnya.<\/p>\n<p>Baca sambungan di halaman 2: <strong>Hukum Islam paling\u00a0Adil<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/242753\/06\/03\/jika-pemimpin-berbohong\/\">sumber berita<\/a> by <a href=\"\">[pwmu.co]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi jika pemimpin berbohong Jika\u00a0Pemimpin\u00a0Berbohong, oleh\u00a0Ustadz Muhammad Hidayatulloh,\u00a0Pengasuh Kajian Tafsir al-Quran Yayasan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=6146\" title=\"Jika\u00a0Pemimpin\u00a0Berbohong | PWMU.CO | Portal Berkemajuan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":6147,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2322],"class_list":["post-6146","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2322,"user_id":8,"is_guest":0,"slug":"pwmu-co","display_name":"PWMU CO","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f15f1d1322b4c7ebbc526efeb445a60ad49b675f17de7d9b1484949e600541a?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"PWMU","last_name":"CO","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6146","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6146"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6146\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6147"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6146"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=6146"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=6146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}