{"id":6736,"date":"2022-06-16T14:39:07","date_gmt":"2022-06-16T06:39:07","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/06\/16\/rahasia-sang-pelukis-dengan-kaki-tampil-percaya-diri-pwmu-co\/"},"modified":"2022-06-16T14:39:07","modified_gmt":"2022-06-16T06:39:07","slug":"rahasia-sang-pelukis-dengan-kaki-tampil-percaya-diri-pwmu-co","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=6736","title":{"rendered":"Rahasia sang \u2018Pelukis dengan Kaki\u2019 Tampil Percaya Diri | PWMU.CO"},"content":{"rendered":"<div>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" width=\"1200\" height=\"675\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-13.22.36-1200x675.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-243928\" srcset=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-13.22.36-1200x675.jpeg 1200w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-13.22.36-300x169.jpeg 300w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-13.22.36-150x84.jpeg 150w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-13.22.36-768x432.jpeg 768w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-13.22.36-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-13.22.36-750x422.jpeg 750w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-13.22.36-1140x641.jpeg 1140w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/WhatsApp-Image-2022-06-16-at-13.22.36.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\"\/><figcaption>Kepala SD Mugeb M Nor Qomari SSi bersama Muhammad Amanatullah di selasar depan SD Mugeb. Rahasia sang \u2018Pelukis dengan Kaki\u2019 Tampil Percaya Diri (Sayyidah Nuriyah\/PWMU.CO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Rahasia sang \u2018Pelukis dengan Kaki\u2019 Tampil Percaya Diri; Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/sayyidah-nuriyah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sayyidah Nuriyah<\/a><\/strong>.\u00a0<\/p>\n<p><strong>PWMU.CO<\/strong>\u00a0\u2013 Sekitar 300 siswa kelas I dan II berkumpul di Lapangan Futsal SD Mugeb, Rabu (15\/6\/22) pagi. Mereka bersiap mengikuti program\u00a0<em>Fun and Happy with Kak Aam<\/em>. Kak Aam ialah panggilan akrab Muhammad\u00a0Amanatullah, pelukis pakai kaki yang bergabung dalam organisasi internasional Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA).\u00a0<\/p>\n<p>Sementara itu, giliran gelombang dua yaitu siswa kelas III-V terjadwal mengikuti kegiatan yang sama pada Kamis (16\/6\/22). Kepala <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/sd_mugeb\/?hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">SD Mugeb<\/a> M Nor Qomari mengajak mereka belajar mewarnai dengan ahlinya: <a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/pelukis-kak-aam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kak Aam<\/a>. Ari\u2014sapaannya\u2014menegaskan, \u201cKalian mewarnai pakai tangan, Kak Aam mewarnai pakai kaki.\u201d\u00a0<\/p>\n<p>Dia lantas mengutip motto Aam untuk menjelaskan kondisi pelukis difabel berprestasi itu, \u201cAllah boleh mengambil tangan atau sebagian dari tubuh saya, tapi Allah tidak mengambil iman dan Islam saya.\u201d Dengan semangat Aam tersebut, Ari mengimbau, \u201cBantu dengan donasi terbaik supaya Kak Aam bisa bawa sepeda terbaru!\u201d\u00a0<\/p>\n<p>Kepada para siswa yang duduk di depannya, Aam dengan santai menyatakan, \u201cTangannya disimpan sama Allah. Kamu yang punya tangan jangan memukul, semua teman itu saudara!\u201d\u00a0<\/p>\n<p>Baca Berita Terkait: <a href=\"https:\/\/pwmu.co\/243885\/06\/16\/bantu-pelukis-dengan-kaki-punya-sepeda-elektrik-sd-mugeb-gelar-pameran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Bantu \u2018Pelukis dengan Kaki\u2019 Punya Sepeda Elektrik, SD Mugeb Gelar Pameran<\/a><\/p>\n<p><strong>Praktikkan Tips Juara Mewarnai\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Di lapangan futsal itu, para guru sigap membagikan lembar yang sudah ada gambar pemandangan. Aam kemudian memandu siswa mewarnainya bagian demi bagian. \u201cKita warna langitnya dulu,\u201d ajaknya.<\/p>\n<p>Aam berbagi tips mewarnai langitnya. Yakni dimulai dari warna yang lebih gelap. \u201cKalau lomba, pakai warna yang tua baru tambah muda, tambah muda,\u201d tutur pria yang mengandalkan sepeda biru khususnya untuk berjalan jarak jauh itu.\u00a0<\/p>\n<p>Dia mencontohkan, di bawah langit biru muda, dia warnai dengan krayon putih. \u201cKanan ke kiri boleh, ke atas boleh, diputar-putar boleh!\u201d imbuhnya.\u00a0<\/p>\n<p>Aam lantas mengajak siswa beralih mewarnai gunung. \u201cKita ikuti garis gunung. Pelan-pelan, pelan-pelan,\u201d ujar mahasiswa berprestasi yang menerima beasiswa itu.\u00a0<\/p>\n<p>Dia juga mengajak siswa mengombinasikan warna abu-abu dan hijau untuk gambar gunung. \u201cKalau lihat gunung dari jauh warna apa? Betul, abu-abu. Tapi kalau dari dekat warnanya hijau,\u201d jelas dia mengapa mengombinasikan dua warna itu.\u00a0<\/p>\n<p>Aam lanjut menerangkan penerapan pencahayaan. \u201cKita lihat dulu cahayanya dari mana. Kalian duduk sekarang cahayanya dari mana?\u201d tanyanya.\u00a0<\/p>\n<p>Para siswa kompak menunjuk atas atap lapangan futsal. Sehingga Aam menekankan, gambar yang bawah digelapkan karena tertutup sama bagian atasnya. \u201cBawahnya kasih abu-abu tua,\u201d imbaunya\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>\u201cSekarang ambil abu-abu muda, kita warnai atasnya abu-abu tadi. Gradasi seperti langit!\u201d tegasnya dengan nada ramah.<\/p>\n<p>Ketika ada siswa bertanya bagaimana jika dia hanya punya satu warna krayon abu-abu, Aam menyarankannya memakai warna putih. Dia juga mengajak siswa berpikir kritis mengapa dia mengajak mereka mewarnai rumput dengan krayon oranye.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKenapa warna tumbuhannya nggak hijau? Itu karena terlihat dari jauh dan terkena matahari. Kita kasih warna merah dulu, baru bawahnya oranye, lalu kuning,\u201d jelasnya.\u00a0<\/p>\n<p>Tak jauh dari Aam, Raditya Surya Hendrastono dan Fatih Asyraff Putrahendi dari kelas II Crissan berusaha mengikuti arahan Aam. Mereka kompak bertanya kepada guru pendampingnya, \u201cWarna oranye yang ini boleh, ustadzah?\u201d\u00a0<\/p>\n<p>Radit mengacungkan krayon warna oranye tua, sementara Fatih mengacungkan warna lebih muda. Asmaul Khusnah SPdI pun mengangguk, meyakinkan dua siswanya itu.\u00a0<\/p>\n<p>Meski tangan kiri Fatih cedera, dia tetap semangat mengikuti petunjuk Aam. Begitupula para siswa lainnya. Penjelasan Aam sukses menyedot perhatian mereka.\u00a0<\/p>\n<p>Baca sambungan di halaman 2: <strong>Rahasia Percaya Diri<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script async defer src=\"https:\/\/platform.instagram.com\/en_US\/embeds.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/243927\/06\/16\/rahasia-sang-pelukis-dengan-kaki-tampil-percaya-diri\/\">sumber berita<\/a> by <a href=\"\">[pwmu.co]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepala SD Mugeb M Nor Qomari SSi bersama Muhammad Amanatullah di selasar <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=6736\" title=\"Rahasia sang \u2018Pelukis dengan Kaki\u2019 Tampil Percaya Diri | PWMU.CO\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":6737,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2322],"class_list":["post-6736","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2322,"user_id":8,"is_guest":0,"slug":"pwmu-co","display_name":"PWMU CO","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f15f1d1322b4c7ebbc526efeb445a60ad49b675f17de7d9b1484949e600541a?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"PWMU","last_name":"CO","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6736"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6736\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6737"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6736"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=6736"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=6736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}