{"id":7561,"date":"2022-07-04T15:00:00","date_gmt":"2022-07-04T07:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/07\/04\/konferensi-internasional-feb-fisip-umm-kaji-isu-lingkungan\/"},"modified":"2022-07-04T15:00:00","modified_gmt":"2022-07-04T07:00:00","slug":"konferensi-internasional-feb-fisip-umm-kaji-isu-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=7561","title":{"rendered":"Konferensi Internasional FEB-FISIP UMM Kaji Isu Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG \u2013 Ilmu sosial memiliki beragam peran dalam aspek penanganan isu lingkungan. Hal itu disampaikan Assisten Deputi Kajian Dampak Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Ary Sudjianto di International Conference on Humanities and Social Science (ICHSoS) pada Sabtu (2\/7) lalu.<\/p>\n<p>Konferensi internasional itu merupakan kolaborasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Fakultas Ilmu Sosial dan  Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).<\/p>\n<p>Ary, sapaan akrabnya melanjutkan bahwa kebijakan lingkungan yang diambil pemerintah harus didukung oleh banyak pihak. Tidak hanya terbatas oleh para ilmuwan atau proses produksi dari hulur ke hilir saja. Namun juga didukung dengan kepedulian akan lingkungan yang tinggi. Begitupun dengan peran ilmu sosial yang bisa mensupport upaya tersebut.<\/p>\n<p>\u201cImplementasi kebijakan lingkungan hidup yang kami usahakan memuat beberapa variabel. Di antaranya Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+), indigenous community, dan pembatasan distribusi kayu. Semua itu kami lakukan dalam rangka menjaga keberlanjutkan ekosistem lingkungan hidup. Saya rasa, ICHSos yang mengangkat tema environmental issues and social inclusion in sustainable era ini bisa memberikan sumbangsih dari para akademisi mumpuni,\u201d ungkap Ary yang mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Wakil Rektor I UMM Syamsul Arifin menyebut bahwa selain mengangkat isu lingkungan, ICHSoS juga bertujuan untuk memperluan khazanah penelitian. Di samping itu juga sebagai upaya mnejaga atsmosfer akademik yang ada di kampus. \u201cSemoga konferensi ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang agar mampu memberikan sumbangsih pemikiran serta inovasi solutif untuk permasalahan yang ada,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Konferensi yang dilangsungkan secara luring terbatas dan daring ini dihadiri oleh pembicara dan pakar internasional. Di antaranya dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dan Institut Penelitian Kehutanan Ghana. Turut hadir para akademisi dari dari Malaysia dan Indonesia.<\/p>\n<p>Jewel Andoh yang merupakan peneliti institut kehutanan Ghana memaparkan tentang REDD+ yang diadopsi oleh pemerintah Ghana dalam mengurangi polusi. Adapun REDD+ adalah langkah-langkah yang didesain menggunakan insentif keuangan untuk mengurangi emisi dari gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan. <\/p>\n<p>\u201cREDD+ juga mencantumkan peran dari konservasi, manajemen hutan yang berkepanjangan, dan peningkatan stok hutan karbon. Skema ini akan membantu menurunkan tingkat kemiskinan dan mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Proses penerapan REDD+ menitikberatkan pada keterlibatan para pemangku kepentingan. Suara dari masyarakat, penduduk asli dan komunitas tradisional harus dijadikan pertimbangan untuk memastikan hak mereka yang tinggal di dalam dan sekitar hutan,\u201d tambah Jewel.<\/p>\n<p>Di sisi lain, pembicara dari UMM Tri Sulistyaningsih membahas tentang bagaimana manajemen aliran sungai terintegrasi bisa mengambil peran dalam menangani isu lingkungan. Berdasarkan hasil riset yang ia lakukan, pemerintah pusat Indonesia mempunyai peran dominan dibandingkan dengan pemerintah daerah di dalam manajemen daerah aliran sungai. Selain itu terdapat kebijakan yang tumpang tindih dari pemerintah pusat dan juga agensi dalam manajemennya. <\/p>\n<p>A\u201cDalam membahas isu lingkungan, manajemen daerah aliran sungai yang terintegrasi sangat dibutuhkan. Khususnya untuk ekonomi, sosial, budaya dan konservasi lingkungan. Keberlanjutan sistem sosial ekologi bergantung pada keterlibatan dari pemerintah dan berbagai stakeholder yang terlibat di dalamnya, \u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, R. Alam Surya Putra dari The Asia Foundation (TAF) menyampaikan bahwa skema Ecological Fiscal Transfer (EFT) dinilai cukup berhasil dalam mendorong konservasi lingkungan hidup di Indonesia. Saat ini, beberapa daerah di Indonesia telah menerapkan EFT yang berhasil meningkatkan tutupan lahan, pengembangan taman hutan raya (Tahura), pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>\n<p> \u201cPun dengan peningkatan ruang terbuka hijau, serta pengelolaan sampah,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Kemudian, adapula dua pemateri terakhir yakni Djoko Sigit, dari UMM dan  Nik Hazimah Bt Nik Mat dari Universitas Trengganu Malaysia.<\/p>\n<p>Djoko memaparkan terkait inovasi data internet untuk keputusan konsumsi yang lebih baik dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Sementara Hazimah tiga pilar penting dalam keberlanjutan kehidupan yakni ekonomi, lingkungan dan sosial. <\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\/konferensi-internasional-feb-fisip-umm-kaji-isu-lingkungan\/\">sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG \u2013 Ilmu sosial memiliki beragam peran dalam aspek penanganan isu <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=7561\" title=\"Konferensi Internasional FEB-FISIP UMM Kaji Isu Lingkungan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":7562,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440,438],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2321],"class_list":["post-7561","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","category-muhammadiyah-or-id"],"authors":[{"term_id":2321,"user_id":7,"is_guest":0,"slug":"muhammadiyah-or-id","display_name":"Muhammadiyah","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c326460c3d94b5ad869f5993c9d2e3ec78bbe22b0e2c9c944f2f01cca83adff2?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Muhammadiyah","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":"muhammadiyah.or.id adalah website resmi persyarikatan Muhammadiyah. Dan dikelolah oleh PP Muhammadiyah"}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7561","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7561"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7561\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7562"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7561"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7561"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7561"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=7561"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=7561"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}