{"id":7966,"date":"2022-07-13T15:56:52","date_gmt":"2022-07-13T07:56:52","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/07\/13\/panduan-menulis-kritis-di-media-menurut-ulama-a-hassan-pwmu-co\/"},"modified":"2022-07-13T15:56:52","modified_gmt":"2022-07-13T07:56:52","slug":"panduan-menulis-kritis-di-media-menurut-ulama-a-hassan-pwmu-co","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=7966","title":{"rendered":"Panduan Menulis Kritis di Media Menurut Ulama A. Hassan | PWMU.CO"},"content":{"rendered":"<div>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" width=\"737\" height=\"482\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Cover-buku-Hai-Anak-Cucuku.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-247720\" srcset=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Cover-buku-Hai-Anak-Cucuku.jpg 737w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Cover-buku-Hai-Anak-Cucuku-300x196.jpg 300w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Cover-buku-Hai-Anak-Cucuku-150x98.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 737px) 100vw, 737px\"\/><figcaption>Buku Hai, Anak Cucuku! karya A. Hassan (Istimewa\/PWMU.CO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Panduan Menulis Kritis di Media\u00a0Menurut\u00a0Ulama A. Hassan;<strong>\u00a0<\/strong>Oleh\u00a0<strong><a href=\"http:\/\/www.anwardjaelani.com\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">M. Anwar Djaelani<\/a><\/strong>,\u00a0dosen Akademi Dakwah Islam (ADI) Jatim serta aktif menulis artikel dan buku.<\/p>\n<p><strong>PWMU.CO<\/strong>\u00a0\u2013\u00a0Di negeri ini, <a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/a-hassan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">A. Hassan<\/a> (1887-1958) adalah ulama besar. Dia guru Persatuan Islam (Persis). Dia sangat kritis dan dikenal sebagai tokoh berilmu tinggi. Dia\u00a0tajam\u00a0menulis dan\u00a0fasih\u00a0berdebat.<\/p>\n<p>Sebagai guru, A. Hassan sukses. Sekadar menyebut,\u00a0M.\u00a0Natsir adalah salah satu muridnya. Natsir ulama dan negarawan. Kecuali itu, Natsir juga dikenal sebagai pendidik, pemikir, intelektual, penulis, dan aktivis.\u00a0<\/p>\n<p>Sebagai penulis, A. Hassan produktif. Karya tulisnya puluhan.\u00a0<em>Tafsir Al-Furqan<\/em>\u00a0salah satunya.\u00a0<\/p>\n<p>Sebagai pemikir, jika perlu, A. Hassan melibatkan diri dalam sebuah polemik bahkan debat. Misal, dia pernah berdebat dengan Soekarno yang mengidolakan sekularisasi ala Mustafa Kamal Attaturk. Dia pernah berdebat dengan tokoh Ahmadiyah yaitu Abubakar Ayyub, pada 1930-an.<\/p>\n<p><strong>Jalan A. Hassan<\/strong><\/p>\n<p>Jalan dakwah A. Hassan terbilang lengkap.\u00a0Dia bisa memanfaatkan semua peluang model dakwah. Dia bisa memberi nasihat yang baik dengan cara berceramah, misalnya. Dia mampu menyodorkan hikmah sehingga terbedakan antara yang haq dengan yang bathil lewat tulisan, misalnya. Bahkan dia tak gentar berdebat untuk menyuarakan kebenaran, dengan siapapun.<\/p>\n<p>Perhatikan, misalnya, debat A. Hassan dengan Sukarno. Bahwa, terkait seruan Soekarno agar Indonesia memisahkan urusan agama dan negara, A. Hassan menyatakan dengan tegas; \u201cTuan Soekarno tidak tahu, bahwa orang Eropa pisahkan agama Kristen dari\u00a0<em>staat<\/em>\u00a0(negara) itu tidak lain melainkan lantaran di dalam agama Kristen tidak ada cara mengatur pemerintahan. Dari zaman Isa sampai sekarang, belum terdengar ada satu\u00a0<em>staat<\/em>menjalankan hukum agama Kristen,\u201c terang A. Hassan dalam tulisan yang kemudian dibukukan dengan judul\u00a0<em>Islam dan Kebangsaan<\/em>\u00a0(baca Artawijaya, di\u00a0<a href=\"https:\/\/hidayatullah.com\/kajian\/sejarah\/read\/2021\/10\/22\/218512\/polemik-a-hassan-natsir-soekarno-kemal-ataturk.html).\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/hidayatullah.com.<\/a><\/p>\n<p>Memang, terutama di dakwah lewat tulisan, kita tak mungkin bisa meragukan kapasitas A. Hassan. Deretan karya tulisnya adalah bukti hidup. Benar, sekali lagi, dia punya \u201cjam terbang\u201d yang tinggi di bidang tulis-menulis.\u00a0<\/p>\n<p>Dengan pengalaman menulis yang panjang dan sebagian berupa kritik kepada pihak lain yang dimuat di media, maka sangat beralasan jika kita perhatikan nasihat-nasihatnya. Adapun nasihat yang dimaksud, khususnya yang terkait dengan tata-krama menulis kritis di media.\u00a0<\/p>\n<p>Beruntung, pada 2020 terbit buku A. Hassan berjudul\u00a0<em>Hai, Anak Cucuku!<\/em>\u00a0Buku setebal total 346 halaman itu menarik dan bermanfaat. Perhatikan misalnya, di halaman 212 ada judul \u201cJadi Pengarang\u201d.\u00a0<\/p>\n<p>Di bahasan itu, A. Hassan memberikan pedoman yang berharga. Dia sampaikan hal-hal fundamental di saat kita harus mengritisi pendapat atau sikap seseoarang atau lembaga lewat media.<\/p>\n<p>Baca sambungan di halaman 2: <strong>Lima Pegangan<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/247719\/07\/13\/panduan-menulis-kritis-di-media-menurut-ulama-a-hassan\/\">sumber berita<\/a> by <a href=\"\">[pwmu.co]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buku Hai, Anak Cucuku! karya A. Hassan (Istimewa\/PWMU.CO) Panduan Menulis Kritis di <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=7966\" title=\"Panduan Menulis Kritis di Media Menurut Ulama A. Hassan | PWMU.CO\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":7967,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2322],"class_list":["post-7966","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2322,"user_id":8,"is_guest":0,"slug":"pwmu-co","display_name":"PWMU CO","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f15f1d1322b4c7ebbc526efeb445a60ad49b675f17de7d9b1484949e600541a?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"PWMU","last_name":"CO","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7966","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7966"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7966\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7966"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=7966"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=7966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}