{"id":8021,"date":"2022-07-15T04:10:03","date_gmt":"2022-07-14T20:10:03","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/07\/15\/pondok-pesantren-muhammadiyah-sedang-booming-pwmu-co\/"},"modified":"2022-07-15T04:10:03","modified_gmt":"2022-07-14T20:10:03","slug":"pondok-pesantren-muhammadiyah-sedang-booming-pwmu-co","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=8021","title":{"rendered":"Pondok Pesantren Muhammadiyah Sedang Booming\u00a0 | PWMU.CO"},"content":{"rendered":"<div>\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-14-at-20.44.09-1200x673.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-247888\" width=\"1143\" height=\"641\" srcset=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-14-at-20.44.09-1200x673.jpeg 1200w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-14-at-20.44.09-300x168.jpeg 300w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-14-at-20.44.09-150x84.jpeg 150w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-14-at-20.44.09-768x431.jpeg 768w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-14-at-20.44.09-750x421.jpeg 750w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-14-at-20.44.09-1140x639.jpeg 1140w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-14-at-20.44.09.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1143px) 100vw, 1143px\"\/><figcaption>Suasana Rapat Kerja Terpadu PPM MBS Trenggalek Tahun 2022 (Pipit Rachmawati\/PWMU.CO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pondok Pesantren Muhammadiyah Sedang Booming; Liputan\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/pipit-rachmawati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pipit Rachmawati<\/a><\/strong>, kontributor PWMU.CO Trenggalek.<\/p>\n<p><strong>PWMU.CO<\/strong>\u00a0\u2013 Rapat Kerja (Raker) Terpadu Pondok Pesantren Modern (PPM) <a href=\"http:\/\/www.mbsmu.com\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Muhammadiyah Boarding School (MBS) Trenggalek<\/a> mengundang Ketua Ittihadul Ma\u2019ahid Al Muhammadiyah (Itmam) KH Yunus Muhammadi dan Sekretaris Itmam Nasirul Ahsan, Rabu, (13\/7\/22).<\/p>\n<p>Mengisi Stadium General, KH Yunus Muhammadi menyampaikan perkembangan jumlah pondok pesantren (ponpes) Muhammadiyah se-Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cSekarang tahun 2022 ada perkembangan yang sangat luar biasa. Yaitu dari 67 pada tahun 2010 menjadi 419 pondok pesantren se-Indonesia. Sehingga jika ada orang mengatakan terjadi\u00a0<em>booming<\/em>\u00a0atau ledakan pesantren Muhammadiyah di sana-sini, baik di desa, di kota, di Jawa, maupun di luar Jawa itu bukan pernyataan yang mengada-ada dan bukan\u00a0<em>hoax<\/em>,\u201d ungkapnya.\u00a0<\/p>\n<p>Kiai Yunus, sapaanya, menambahkan, perkembangan pesantren Muhammadiyah tidak hanya secara kuantitatif, tetapi juga secara kualitatif.<\/p>\n<p>\u201cAda perkembangan yang sangat luar biasa dengan semakin banyaknya pesantren Muhammadiyah yang terpaksa menolak sebagian pendaftar karena keterbatasan sarana dan prasarana,\u201d lanjutnya.\u00a0<\/p>\n<p>Dia melanjutkan, \u201cSaya tidak bermaksud mengajak Njenengan untuk bangga karena telah menolak sebagian pendaftar. Menolak itu termasuk hal yang tidak terpuji.\u201d\u00a0<\/p>\n<p>\u201cLalu kenapa menolak? Karena memang terpaksa. Insyaallah kepercayaan warga Muhammadiyah terhadap pesantren Muhammadiyah sudah muncul dengan sangat luar biasa,\u201d tambahnya.\u00a0<\/p>\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-pwmu-co-portal-berkemajuan wp-block-embed-pwmu-co-portal-berkemajuan\"\/>\n<p><strong>Problem Pondok Muhamamdiyah<\/strong><\/p>\n<p>Menurut Kiai Yunus ada beberapa masalah terkait penyelenggaraan pesantren Muhammadiyah di Indonesia. Masalah pertama adalah belum terpadunya antara sekolah formal dan sekolah pondok.<\/p>\n<p>Kyai Yunus juga mengatakan bahwa pondok yang tidak terpadu tidak akan berkembang. \u201cJika kita jumpai ada pesantren Muhammadiyah yang belum terpadu, selalu kita motivasi. Pondok Njenengan ini pondok setengah-setengah. Pondok itu jika tidak terpadu secara total, hasilnya juga setengah-setengah. Maka dari itu saya sampaikan kepada mereka, pondok jika ingin maju harus direformasi, kalau perlu revolusi menjadi pondok terpadu,\u201d tegasnya.\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, masalah kedua yang masih sering di jumpai di beberapa pesantren Muhammadiyah adalah berkaitan dengan struktur organisasi pesantren (SOP). SOP disusun guna mencapai tujuan yang diharapkan oleh suatu pesantren.<\/p>\n<p>\u201cSOP untuk kepala sekolah dan direktur tidak boleh sejajar dan perlu membangun kekompakan yang luar biasa,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Masalah ketiga adalah kurikulum. Menurut dia ada dua model pesantren, yaitu pertama, model terpisah. \u201cDi mana pembelajaran formal dilaksanakan pada pagi hari dan pembelajaran khas pesantren dilaksanakan pada sore hari secara terpisah,\u201d jelasnya.\u00a0<\/p>\n<p>Baca sambungan di halaman 2: <strong>Terpadu<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/247887\/07\/14\/pondok-pesantren-muhammadiyah-sedang-booming\/\">sumber berita<\/a> by <a href=\"\">[pwmu.co]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suasana Rapat Kerja Terpadu PPM MBS Trenggalek Tahun 2022 (Pipit Rachmawati\/PWMU.CO) Pondok <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=8021\" title=\"Pondok Pesantren Muhammadiyah Sedang Booming\u00a0 | PWMU.CO\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":8022,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2322],"class_list":["post-8021","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2322,"user_id":8,"is_guest":0,"slug":"pwmu-co","display_name":"PWMU CO","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f15f1d1322b4c7ebbc526efeb445a60ad49b675f17de7d9b1484949e600541a?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"PWMU","last_name":"CO","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8021"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8021\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8021"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=8021"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=8021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}