{"id":8114,"date":"2022-07-17T02:41:48","date_gmt":"2022-07-16T18:41:48","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/07\/17\/sekolah-dai-dpd-imm-diy-hadirkan-prof-abdul-muti\/"},"modified":"2022-07-17T02:41:48","modified_gmt":"2022-07-16T18:41:48","slug":"sekolah-dai-dpd-imm-diy-hadirkan-prof-abdul-muti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=8114","title":{"rendered":"Sekolah Da\u2019i DPD IMM DIY Hadirkan Prof Abdul Mu\u2019ti"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p><strong>Yogyakarta, InfoMu.co<\/strong> \u2013 \u2013 Bidang Tabligh Dan Kajian Keislaman (TKK) DPD IMM DIY menyelenggarakan Sekolah Da\u2019i sebagai program awal dari Pusat Studi Agama yang dilaunching Prof Haedar Nashir pada 14 Maret 2022. Program ini dilaksanakan sejak 15-17 Juli 2022 dengan tema \u201cSekolah Da\u2019i: Mencetak Ulama Intelektual.\u201d Peserta Sekolah Da\u2019i berjumlah 20 orang kader terbaik dari seluruh cabang yang ada di Indonesia.<\/p>\n<p>Sekolah da\u2019i yang diselenggarakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai pentingnya metode metodologi pengkajian hukum Islam multiperspektif dan memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai metode dakwah yang cerah dan mencerahkan. Dalam program ini turut hadir Prof Abdul Mu\u2019ti, Prof Yudian, Prof Wawan Gunawan, Ikhwan Ahada, Saptoni, Dr. Okrisal dan Pradana Boy selaku pemateri.<\/p>\n<p>Dalam Sambutannya pada pembukaan acara, Akmal Ahsan (Ketua Umum DPD) mengatakan hadirnya pusat studi agama, sebagai wadah inkubasi yang akan melahirkan Ulama-intelektual dan Intelektual-Ulama.<\/p>\n<p>\u201cKeberadaan Pusat studi agama, harapannya mampu menjadi wadah inkubasi bagi para intelektual-ulama dan \u00a0ulama-intelektual pada ranah publik.\u201d Ucapnya<\/p>\n<p>Selanjutnya pada penutup sambutannya Akmal menyoroti persoalan dakwah pada saat ini yang cenderung konservatif dan sering kali menyalahkan salah satu kelompok ketika berbeda pendapat.<\/p>\n<p>\u201cSekarang ini dinamika dakwah umat Islam cenderung mengarah pada dakwah konservatif dan kadang kala dakwah kita juga menolak dan menyangsikan dakwah kelompok lain.\u201d Tutupnya.<\/p>\n<p>Setelah sambutan Akmal, kemudian dilanjut sambutan Untung Cahyono (Perwakilan PWM DIY) yang sekaligus membuka program sekolah da\u2019i. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa untuk mencetak muballigh tidak cukup hanya dengan tiga hari saja, tapi perlu dengan program yang panjang dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Setelah acar dibuka, Sabtu 16 juli 2022 diadakan kuliah umum dan prof Abdul Mu\u2019ti sebagai pemateri. Beliau menyampaikan da\u2019i pada masa sekarang ini harus memiliki penampilan yang menarik.<\/p>\n<p>\u201cDa\u2019i merupakan seseorang yang berpenampilan menarik dan harus serba bisa dengan konsep kerang keilmuan.\u201d Terangnya<\/p>\n<p>Selanjutnya, melihat realitas dakwah saat ini Prof Abdul Mu\u2019ti mengatakan bahwa sering kali dakwah kita sebatas verbalistik dan menakut-nakuti.<\/p>\n<p>\u201cSekarang ini, dinamika dakwah umat Islam menawarkan sesuatu dengan sifat verbalistis, tapi harus lebih dari itu, maka dakwah harus membuat umat percaya diri bukan menakut-nakuti dengan nilai agama sehingga membuat umat tidak percaya diri dan sering kali menyalahkan orang lain atas ketidak percayaan kita.\u201d Tutupnya.\u00a0 (***)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/infomu.co\/sekolah-dai-dpd-imm-diy-hadirkan-prof-abdul-muti\/\">sumber berita dari infomu.co<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta, InfoMu.co \u2013 \u2013 Bidang Tabligh Dan Kajian Keislaman (TKK) DPD IMM <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=8114\" title=\"Sekolah Da\u2019i DPD IMM DIY Hadirkan Prof Abdul Mu\u2019ti\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8115,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2314],"class_list":["post-8114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2314,"user_id":9,"is_guest":0,"slug":"infomu","display_name":"Infomu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/20a1c6136139a776494236406eb4515022f20942b676f8116da8454f72d3025f?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Infomu","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8114"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8114\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8114"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=8114"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=8114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}