{"id":8409,"date":"2022-07-23T19:03:51","date_gmt":"2022-07-23T11:03:51","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/07\/23\/berqurban-memanusiakan-dan-memajukan-oleh-dr-ustadi-hamsah-m-ag-mtt\/"},"modified":"2022-07-23T19:03:51","modified_gmt":"2022-07-23T11:03:51","slug":"berqurban-memanusiakan-dan-memajukan-oleh-dr-ustadi-hamsah-m-ag-mtt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=8409","title":{"rendered":"Berqurban, Memanusiakan dan Memajukan oleh Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag \u2013 MTT"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p><em>Assalaamu\u2019alaikum wr. wb.<\/em><\/p>\n<h2 style=\"text-align: right;\">\u0627\u064e\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0644\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u0650 (\u0648\u064e\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u062d\u0650\u062c\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0627\u0639\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u0644\u0627\u064b) \u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0623\u0651\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0627\u0625\u0650\u0644\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0627\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0648\u064e\u062d\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0644\u0627\u064e \u0634\u064e\u0631\u0650\u064a\u0652\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0652\u0644\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u0627\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u0627\u064e\u0645\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0622\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0639\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0628\u0650\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0628\u0650\u0625\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u064d \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f<br \/>\u0641\u064e\u064a\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0623\u064f\u0648\u0652\u0635\u0650\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a\u0652 \u0628\u0650\u062a\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0632\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hadirin Yang Dirahmati Allah \u2026<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada pagi ini kita berkumpul di tempat yang barakah ini semata-mata karena panggilan Allah, bukan karena yang lain-lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam merayakan \u2018Idul Qurban ini, marilah kita petik beberapa pelajaran yang terkandung di dalamnya. Tentu, tujuannya adalah untuk menjadikannya pelajaran dan bahan renungan dalam mengarungi kehidupan secara individu atau pun bermasyarakat dalam mengabdi dan memupuk ketakwaan kepada Allah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hadirin yang dirahmati Allah\u2026<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ajaran qurban (<em>sacrifice<\/em>) dalam Islam merupakan bukti transformasi kesadaran sejarah manusia. Qurban adalah revolusi kemanusiaan. Islam yang dibawa para nabi dan rasul telah mengubah dan mentransformasikan ajaran menjadi lebih berkemanusiaan, termasuk dalam berkurban (<em>sacrifice<\/em>). Pada pagi yang indah ini, saya akan sampaikan tiga pelajaran dari qurban yang merupakan transformasi kesadaran kemanusiaan yang patut kita renungkan,<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Qurban: dari <em>offering <\/em>(sesaji-persembahan) ke <em>surrender <\/em>(kepasrahan, ketundukan)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sembelihan yang telah kita laksanakan merupakan bentuk ketundukan dan kedekatan kita kepada Allah, maka ibadah ini disebut dengan <em>qurban<\/em> yang atinya \u201cdekat\u201d. Dengan demikian <em>qurban<\/em> bukanlah korban! Kita harus membedakan dua istilah itu, ber-<em>qurban<\/em> berarti kita mendekat kepada Allah dengan berbagai ketundukan dan ketakwaan yang disimbolkan melalui penyembelihan hewan kurban. Ber-<em>qurban<\/em> artinya menjadikan apa saja yang telah dianugerahkan oleh Allah untuk semata-mata untuk mendekatkan diri (<em>qurban<\/em>) kepada Allah semata. Sebaliknya, kalau ibadah ini kita artikan sebagai \u201ckorban\u201d maka dengan nikmat dan anugerah Allah yang sedemikian besar tidak cukup bagi kita mengorbankan satu ekor sapi atau unta, atau kambing untuk mengimbangi anugrah nikmat yang begitu banyak tersebut. Oleh karena itu, dalam ber-<em>qurban<\/em> Allah tidak membutuhkan darah dan daging hewan <em>qurban<\/em> melainkan \u201cnawaitu\u201d kita, niat kita, ketakwaan kita, dan ketundukan kita kepada Allah semata. Allah berfirman,<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><em>Lan yan\u00e2lall\u00e2h luh\u00fbmuh\u00e2 wa dim\u00e2\u2019-uh\u00e2 wal\u00e2kin yan\u00e2luhut taqw\u00e2<br \/><\/em><em>minkum, kadz\u00e2lika sakharah\u00e2 lakum litukabbirull\u00e2ha \u2018al\u00e2 m\u00e2<br \/><\/em><em>had\u00e2kum, wa basyiril muhsin\u00een.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; padding-left: 40px;\">Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik (QS. Al-Hajj: 37)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjelasan ini mengantarkan kita pada pemahaman bahwa <em>qurban<\/em> dalam Islam bukan persembahan darah dan daging binatang kepada Allah, namun pernyataan iman dan ketundukan kita kepada Allah dengan cara menyisihkan sebagian rezeki yang telah diberikan oleh Allah kepada kita yang berupa binatang untuk disembelih, lalu kita makan, kita simpan, dan kita bagikan kepada orang lain. Mengapa kita mau menyisihkan sebagian harta kita untuk dibelikan hewan <em>udlhiyah<\/em> dan kemudian kita sembelih? Jawabnya adalah karena hal ini merupakan bentuk ketaatan kita pada perintah Allah dalam rangka menjadi orang yang tidak terputus (selalu tersambung) barakah hidup kita dari Allah. Allah mengatakan dalam surah al-Kautsar:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; padding-left: 40px;\"><em>Inn\u00e2 a\u2019thain\u00e2 kal kautsar<br \/><\/em><em>Fashalli li rabbika wanhar<br \/><\/em><em>Inna sy\u00e2ni`aka huwal abtar<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; padding-left: 40px;\">Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daging binatang yang telah disembelih dipersilahkan untuk dimasak, dimakan, disimpan, dan dibagikan kepada sanak saudara di sekeliling kita. Inilah ajaran qurban dalam Islam, yang sangat berbeda dengan sesaji atau persembahan (<em>offerings<\/em>) yang keseluruhan binatang\/apapun yang dikorbankan diserahkan kepada yang disembah. Inilah hal yang membedakan sistem <em>sacrifice<\/em> dalam Islam dengan sistem keyakinan dan kepercayaan lainnya.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Qurban: transformasi dari <em>demonic <\/em>(kekejaman) ke<em> humanity <\/em>(kemanusiaan)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibadah Qurban yang kita lakukan hari ini adalah bentuk ittiba\u2019 (mengikuti) syari\u2019at Nabiullah Ibrahaim ketika diperintahkan untuk berkurban dengan menyembelih Ismail, putranya. Peristiwa itu dimulai dari awal kehidupan Ibrahim sampai datangnya mimpi untuk menyembelih Ismail. Kemudian dilanjutkan dengan kisah pembangunan ka\u2019bah dan kota Makah. Allah menerangkan yang artinya,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; padding-left: 40px;\"><em>Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, \u201cHai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!\u201d Ia menjawab: \u201cHai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar\u201d<\/em> (QS. Al-shaffat [37]: 102)<\/p>\n<p>Kisah itu diabadikan oleh Allah untuk pelajaran dan ikutan bagi generasi sesudahnya,<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><em>Wa tarakn\u00e2 \u2018alaihi fil \u00e2khir\u00eenz<br \/><\/em><em>Wa sal\u00e2mun \u2018ala Ibr\u00e2h\u00eem<\/em><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Kami abadikan Ibrahim itu untuk generasi yang datang kemudian Kesejahteraanlah bagi Ibrahim<br \/>(QS. As-Shaafat: 108-109)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keseluruhan episode kehidupan Ibrahim tersebut kemudian dijadikan tonggak ajaran haji (manasik haji) yang pada hari ini puncaknya, yakni wukuf di Arafah. Para <em>hujj\u00e2j<\/em> (jamaah haji) dari seluruh dunia berkumpul di Padang Arafah, bertafakur, berzikir, dan bermunajat, pasrah total kepada Allah sebagaimana sesosok jenazah terbungkus kain putih (<em>ihram<\/em>). Hanya mengharap ridla dan kasih sayang Allah. Pada hari itu hanya Allah saja yang Maha Besar, Maha Agung, dan Maha Dahsyat. Manusia hanya kecil dan lemah. Di Arafah inilah semuanya tunduk, sederajat, dan sama di hadapan Allah. Hanya ketakwaan saja yang membedakan mereka di hadapan Allah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kisah Ibrahim dalam menunaikan \u201cperintah\u201d untuk menyembelih Ismail, yang kemudian Ismail ditukar dengan gibas yang besar (QS. Al-Shaffat [37]: 107), memberi pelajaran kepada kita bahwa Islam, agama tauhid ini, memberikan transformasi pemikiran dan kesadaran akan pentingnya <em>humanity<\/em>, kemanusiaan, kepada seluruh umat manusia. Bagaimana mungkin ini terjadi?<\/p>\n<p><em>Hadirin yang dirahmati Allah \u2026<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum datangnya agama tauhid, agama hanif, yakni Agama Islam, sebagian besar bangsa manusia melakukan \u201cqurban\u201d dengan cara menyembelih dan mempersembahkan darah dan daging manusia bagi sesembahan mereka, berupa seorang gadis perawan, atau seorang lelaki perjaka. Tujuannya untuk menolak kesengsaraan atau wabah, atau tujuan-tujuan materiil lainnya. Sistem keyakinan dan keagamaan seperti ini adalah sistem <em>demonic religion<\/em>, keyakinan yang anti kemanusiaan! Islam tidak begitu!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agama tauhid datang sejak Nabiullah Adam diajarkan di dalamnya ibadah qurban dengan binatang, bukan manusia! Kisah ini terekan dalam riwayat Qabil dan Habil. Kebiasaan berkurban dengan binatang ini pun dalam sejarahnya akhirnya bergeser menjadi keyakinan <em>demonic<\/em> kembali dengan persembahan darah dan daging manusia. Oleh karena itu, Allah kemudian menyempurnakan <em>qurban<\/em> dengan memberikan gambaran pada kisah Ibrahim dan Ismail sebagaimana di atas. Kisah itu diawali dengan diperintahkannya menyembelih Ismail, anak lelaki perjaka, namun, ketika telah sempurna persiapan penyembelihan, Allah menggantinya dengan gibas yang besar. Inilah transformasi besar kemanusiaan yang diajarkan Islam melalui ibadah qurban ini. Supaya manusia tahu, bahwa humanity adalah pilah ajaran Islam yang lurus!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lafaz <em>wa fadain\u00e2 hu bi dzibhin \u2018adh\u00eem<\/em> (kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar) dalam al-Qur\u2019an di atas memberi gambaran bahwa Allah mengajarkan qurban bukan dengan manusia namun dengan binatang. Ini merupakan sebuah \u201ctransformasi\u201d besar yang menyadarkan bahwa manusia adalah puncak kemuliaan makhluk, sehingga harus dimuliakan sebagaimana Allah telah memuliakannya. Peristiwa Ibrahim ini pun menjadi tonggak sistem keyakinan dan keberagamaan yang <em>humanis<\/em>, manusia adalah pelaku bukan objek. Inilah Islam, inilah kebenaran hakiki itu!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pesan yang dapat kita tangkap adalah bahwa <em>humanity<\/em> (kemanusiaan) dalam Islam adalah puncak kesadaran sebagai manusia. Kesadaran ini pada akhirnya <em>harus<\/em> melandasi sikap dan perilaku kita kepada manusia lainnya, yakni membangun relasi antar manusia secara humanis. Menciptakan kedamaian dan rahmat bagi sekalian alam.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Qurban: dari <em>transaction<\/em> (transaksi) ke <em>piety <\/em>(kesalehan)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><em>Hadirin yang dirahmati Allah \u2026<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seluruh ibadah kepada Allah selalu diorientasikan menuju ketakwaan, seperti sholat, puasa, zakat, haji, pernikahan, pemerintahan, dan lain-lain serta yang hari ini kita rayakan adalah ibadah <em>qurban<\/em>. Semuanya berujung pada ketakwaan., pada kesalehan, dan pada ketaatan mutlak kepada Allah semata!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, terkadang kita semua bertanya, \u201cApa sebenarnya ketakwaan itu? Seperti apa bentuknya? Mengapa semua berpesan supaya bertakwa?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Takwa merupakan sebuah upaya untuk menciptakan hidup berkemajuan, yakni kemajuan yang diiringi oleh kesadaran tertinggi akan kehadiran Allah dalam keseharian kita, baik sendiri atau bersama-sama. Kalau kita mendengar dari para ulama, para kyai, para ustad, mengatakan bahwa, \u201ctakwa adalah menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh larangannya\u201d, maka pengertian itu tidak salah, tetapi perlu diperjelas dan diperdalam lagi supaya mengantarkan kita pada pemahaman dan kesadaran yang mendorong untuk kemajuan. Kalau pengertian takwa hanya berhenti pada pengertian saja (yangtidak mengentarkan pada hidup berkemanjuan), maka pengertian itu menjadi kering dan hampa. Kita butuh pemahaman tentang takwa yang hangat dan transformatif!<\/p>\n<p><em>Hadirin yang dirahmati Allah \u2026<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lantas apa dan bagaimana takwa yang transformatif itu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Takwa adalah bentuk kesadaran tertinggi yang kita miliki, yakni kesadaran bahwa Allah tidak jauh dari kita, Allah selalu menyertai kita, Allah dekat dengan kita, Allah melihat dan mendengar kita, Allah membimbing kita. Allah hadir dalam keseharian kita. Hadir dalam kesadaran kita, kita akan selalu sadar bahwa Allah melihat, mengawasi, mendengar seluruh perbuatan kita. Inilah esensi ketakwaan!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, ketika kita berqurban, kita berusaha mendekat sedekat-dekatnya kepada Allah supaya kita selalu ingat bahwa Allah juga selalu menyertai kita kapan pun di mana pun. Dengan dasar inilah Rasulullah bersabda,<\/p>\n<h2 style=\"text-align: right; padding-left: 40px;\">\u0627\u062a\u0642 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u062d\u064a\u062b\u0645\u0627 \u0643\u0646\u062a\u00a0 \u0648\u0623\u062a\u0628\u0639 \u0627\u0644\u0633\u064a\u0626\u0629 \u0627\u0644\u062d\u0633\u0646\u0629 \u062a\u0645\u062d\u0647\u0627 \u0648\u062e\u0627\u0644\u0642 \u0627\u0644\u0646\u0627\u0633 \u0628\u062e\u0644\u0642 \u062d\u0633\u0646<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; padding-left: 40px;\"><em><br \/>Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada dan iringilah <\/em><em>perbuatan burukmu dengan perbuatan baik (karena perbuatan baik <\/em><em>itu akan menghapus dosa dari perbuatan buruk), dan bergaullah <\/em><em>dengan manusia lain dengan akhlak yang baik \u2026 <\/em>(HR. Ahmad dan Tirmidzi)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan kesadaran takwa yang kita bangun melalui ibadah qurban kita itu, akan melahirkan sikap yang ihsan, sebuah sikap yang akan memberikan kedamaian bagi semuanya. Karena Islam adalah rahmah bagi sekalian alam, maka misi itu harus kita usung dengan semangat <em>ihsan<\/em>. <em>Ihsan<\/em> dalam berbagai hal, termasuk dalam memperlakukan binatang sembelihan seperti sekarang ini. Rasulullah bersabda,<\/p>\n<h2 style=\"text-align: right; padding-left: 40px;\"><strong>\u0639\u0646<\/strong> <strong>\u0623\u0628\u064a<\/strong> <strong>\u064a\u0639\u0644\u0649<\/strong> <strong>\u0634\u062f\u0627\u062f<\/strong> <strong>\u0628\u0646<\/strong> <strong>\u0623\u0648\u0633<\/strong> <strong>\u0631\u0636\u064a<\/strong> <strong>\u0627\u0644\u0644\u0647<\/strong> <strong>\u0639\u0646\u0647<\/strong> <strong>\u0639\u0646<\/strong> <strong>\u0631\u0633\u0648\u0644<\/strong> <strong>\u0627\u0644\u0644\u0647<\/strong> <strong>\u0635\u0644\u0649<\/strong> <strong>\u0627\u0644\u0644\u0647<\/strong> <strong>\u0639\u0644\u064a\u0647<\/strong> <strong>\u0648\u0633\u0644\u0645<\/strong> <strong>\u0642\u0627\u0644<\/strong><strong>:<\/strong><strong>\u0625\u0646<\/strong> <strong>\u0627\u0644\u0644\u0647<\/strong> <strong>\u0643\u062a\u0628<\/strong> <strong>\u0627\u0644\u0625\u062d\u0633\u0627\u0646<\/strong> <strong>\u0639\u0644\u0649<\/strong> <strong>\u0643\u0644<\/strong> <strong>\u0634\u064a\u0621\u0641\u0625\u0630\u0627<\/strong> <strong>\u0642\u062a\u0644\u062a\u0645<\/strong> <strong>\u0641\u0623\u062d\u0633\u0646\u0648\u0627<\/strong> <strong>\u0627\u0644\u0642\u062a\u0644\u0629<\/strong> <strong>\u0648\u0625\u0630\u0627<\/strong> <strong>\u0630\u0628\u062d\u062a\u0645<\/strong> <strong>\u0641\u0623\u062d\u0633\u0646\u0648\u0627<\/strong> <strong>\u0627\u0644\u0630\u0628\u062d\u0629<\/strong> <strong>\u0648\u0644\u064a\u062d\u062f<\/strong> <strong>\u0623\u062d\u062f\u0643\u0645<\/strong> <strong>\u0634\u0641\u0631\u062a\u0647<\/strong> <strong>\u0648\u0644\u064a\u0631\u062d<\/strong> <strong>\u0630\u0628\u064a\u062d\u062a\u0647<\/strong><strong>\u00a0 (<\/strong><strong>\u0631\u0648\u0627\u0647<\/strong> <strong>\u0645\u0633\u0644\u0645)<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; padding-left: 40px;\"><em><br \/>Dari Abu Ya\u2019la Syidad bin Aus Rodhiyallahu \u2018anhu dari Rosulullah Shollallahu \u2018alaihi wa sallam beliau bersabda,\u201d Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan [baik] dalam segala sesuatu, maka jika engkau membunuh, maka hendaknya engkau membunuh dengan baik, dan jika engkau menyembelih [sembelihan], maka hendaklah engkau menyembelih dengan baik, dan hendaknya seseorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan sembelihannya\u201d<\/em> [HR Muslim]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Jamaa\u2019ah yang dirahmati Allah<\/em> \u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana membina kesadaran takwa tersebut supaya bermakna dan membawa kemajuan kita?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Marilah kita secara perlahan memulai dengan memperhatikan seluruh peristiwa di sekitan kita, termasuk kewajiban qurban ini. Allah telah membentangkan seluruh tanda kekuasaan-Nya supaya kita selalu dekat dengan Allah dengan memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><em>Sanur\u00eehim \u00e2y\u00e2tina fil \u00e2f\u00e2-qi wa fi anfusihim <u>h<\/u>atta yatabayyana lahum annahul haq. Awalam yakfi bi Rabbika annah\u00fb \u2018al\u00e2 kulli syai-in syah\u00eed.<\/em><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px; text-align: justify;\">Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (QS. Fushilat: 53)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda-tanda kekuasaan Allah itu akan mengantarkan kepada kesadaran bahwa Allah itu Haqq adanya dan selalu menyaksikan keberadaan dan aktifitas kita sehari-hari. Hidup kita selalu dilingkupi dengan berbagai tanda (<em>ayat<\/em>) kebesaran Allah, baik dalam diri kita maupun alam lingkungan yang berada di luar diri kita. Kesadaran ini akan membawa kita bahwa Allah dekat dengan kita melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya. Allah Maha Dekat, itulah esensi ketakwaan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam konteks keilmuan, ketakwaan itu terungkap dalam bentuk yang paling esensi dalam diri kita sendiri. Namun, manusia terlalaikan dengan dorongan-dorongan negatif. Ketika terbiasa menuruti dorongan-dorongan negatif itu manusia akan semakin menjauh dari Allah dan hilanglah ketakwaan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lantas, bagaimana kita bisa menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah sebagai wujud kedekatan kita kepada Allah?<\/p>\n<p><em>Hadiri yang dirahmati Allah \u2026<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut ini saya sampaikan beberapa tanda kekuasaan Allah yang ada dalam diri kita sebagai wujud kedekatan Allah pada kita \u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang ahli Genetika Molekuler dari Amerika Prof. Dean Hamer setelah meneliti lebih dari 2000 sampel DNA dan dia menemukan terdapat kode gen VMAT2 yang menstimulasi manusia untuk \u201cmenyatu\u201d dengan Tuhan. Menurut Prof. Dean Hamer kode genetik ini akan memberikan stimulasi manusia untuk berkehidupan spiritual dan relijius yang kemudian disebut dengan \u201cGod gene\u201d \u2013gen ketuhanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari penemuan Prof. Dean Hamer ini semakin nyata senyata-nyatanya bahwa Allah telah memperlihatkan tanda kekuasaan-Nya dalam diri kita dan kita ternyata sangat dekat dengan Allah dengan kehidupan relijius dan spiritual kita. Namun, karena terlampau kita menuruti dorongan negatif maka potensi ketuhanan itu tidak dihiraukan bahkan diingkari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian dalam Ilmu Neurologi sekumpulan ahli yang dipimpin oleh Prof. Vilayanur Ramachandaran menemukan gelombang neurotik yang mendorong manusia untuk berkehidupan relijius yang disebut dengan \u201cGod Spot\u201d atau \u201cGod Module\u201d. Penemuan ini memberikan gambaran yang jelas bahwa Allah selalu menghendaki kita untuk menyadari bahwa Dia \u2013Allah selalu bersama kita, selalu menyertai kita bahkan kedekatan Allah kepada kita melebihi kedekatan urat leher kita sendiri. Allah berfirman,<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><em>Wa laqad khalaqnal ins\u00e2na wa na\u2019lamu m\u00e2 tuwaswisu bih\u00ee nafsuh\u00fb, wa na<u>h<\/u>nu aqrobu ilaihi min hablil war\u00eed<\/em><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (QS. Qaf: 16).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan memperhatikan seluruh bentangan tanda-tanda kekuasaan Allah itu maka marilah kita selalu mendekat sedekat-dekatnya kepada Allah melalui apapun yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada kita, dan dalam berbagai bentuk aktifitas kita.<\/p>\n<p><em>Hadirin yang dirahmati Allah \u2026<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika kita telah menyadari bahwa Allah hadir dan mengawasi seluruh perbuatan kita, tibalah saatnya kita mengaplikasikan dalam perbuatan sehari-hari. Ketakwaan kepada Allah yakni ke-Maha Hadir-an Allah itu ketika kita sadari secara penuh akan melahirkan <em>ethics <\/em>dan <em>ethos<\/em>. <em>Ethics<\/em> akan melahirkan sistem nilai yang positif, bersemangat, motivatif, dan penuh gairah untuk mencapai kemajuan. Etika yang dibangun harus selalu bersandarkan pada nilai-nilai yang ditetapkan oleh Allah. Kemudian <em>ethos<\/em> akan melahirkan semangat, jiwa mandiri, karakter yang kuat. Etos ini pun selalu berorientasi pada capaian-capaian yang diridlai oleh Allah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inilah <em>tahq\u00eeqi \u00eem\u00e2n<\/em>, yakni keimanan yang melahirkan ketakwaan dan mengantarkan pada kemajuan secara individu dan sosial dengan landasan kesalehan (<em>piety<\/em>), dan bukan hanya <em>taql\u00eedi \u00eem\u00e2n<\/em>, yakni keimanan yang hanya untuk memenuhi kepuasan pribadi tanpa memperdulikan kehidupan sosial, terlebih bila hanya bernuansa transaksional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan <em>ethics<\/em> dan <em>ethos<\/em> yang dibangun dari ketakwaan, tentu kita akan terhindar dari pemikiran, sikap, dan perbuatan yang negatif karena selalu merasa \u201cdihadiri\u201d oleh Allah. Dengan demikian akan tercipta sebuah masyarakat yang <em>baldatun tayyibatun wa rabbun ghaf\u00fbr<\/em>, sebuah masyarakat yang <em>gemah ripah loh jinawi<\/em>, masyarakat yang adil dan makmur dengan berlandaskan asas-asas kemanusiaan dan ketuhanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibadah qurban kita hari ini adalah awal dan baru permulaan untuk menciptakan masyarakat tersebut dengan memperkuat kesadaran takwa, bukan hanya sekedar daging dan darah hewan. Semoga ibadah qurban kita ini diridali oleh Allah dan dapat meningkatakan kesadaran kita untuk meraih kemajuan di masa mendatang, aamiin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Marilah kita panjatkan doa kepada Allah semoga seluruh amalan kita diterima dan seluruh kesalahan dan dosa kita diampuni oleh Allah, dan kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang muttaqin \u2026<\/p>\n<h2 style=\"text-align: right; padding-left: 40px;\">\u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u0647\u064f\u0645\u0651\u064e \u0635\u064e\u0644\u0650\u0651 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0670\u0644\u0650 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064d \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0670\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e \u0648\u064e\u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u0643\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0670\u0644\u0650 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064d \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0670\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e \u0641\u0650\u064a\u0652 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0652\u062f\u064c \u0645\u064e\u062c\u0650\u064a\u0652\u062f\u064c.<\/h2>\n<h2 style=\"text-align: right; padding-left: 40px;\">\u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650<\/h2>\n<h2 style=\"text-align: right; padding-left: 40px;\">\u0627\u064e\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0627\u0646\u0652\u0635\u064f\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0650\u0646\u064e\u0651\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0627\u0635\u0650\u0631\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0650\u0646\u064e\u0651\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u062a\u0650\u062d\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0650\u0646\u064e\u0651\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0650\u0646\u064e\u0651\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u0627\u062d\u0650\u0645\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0650\u0646\u064e\u0651\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u0627\u0632\u0650\u0642\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0647\u0652\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0650\u0651\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0638\u064e\u0651\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e<\/h2>\n<h2 style=\"text-align: right; padding-left: 40px;\">\u0627\u064e\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u062f\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u0627\u064e \u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u0649 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u0650\u0635\u0652\u0645\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u064e\u0651\u062a\u0650\u0649 \u0641\u0650\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0627\u0634\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u064e\u0651\u062a\u0650\u0649 \u0641\u0650\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0627\u062f\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064e \u0632\u0650\u064a\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u064b \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u0649 \u0643\u064f\u0644\u0650\u0651 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e \u0631\u064e\u0627\u062d\u064e\u0629\u064b \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0650\u0651 \u0634\u0631\u064d\u0651<\/h2>\n<h2 style=\"text-align: right; padding-left: 40px;\">\u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u062f\u0652\u0641\u064e\u0639\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0644\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062d\u0652\u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0652\u0643\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u063a\u0652\u064a\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u064a\u064f\u0648\u0652\u0641\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u062f\u064e\u0627\u0626\u0650\u062f\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u062d\u064e\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0647\u064e\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0637\u064e\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0628\u064e\u0644\u064e\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0647\u0670\u0630\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0635\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0628\u064f\u0644\u0652\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0643\u064f\u0644\u0650\u0651 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0652\u0631\u064c<\/h2>\n<p><em>Wassalaamu\u2019alaikum Wr. Wb.<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/tarjih.or.id\/berqurban-memanusiakan-dan-memajukan-oleh-dr-ustadi-hamsah-m-ag\/\">sumber berita dari tarjih.or.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Assalaamu\u2019alaikum wr. wb. \u0627\u064e\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0644\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u0650 (\u0648\u064e\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u062d\u0650\u062c\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0650 <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=8409\" title=\"Berqurban, Memanusiakan dan Memajukan oleh Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag \u2013 MTT\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":8410,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[441],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2324],"class_list":["post-8409","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tarjih"],"authors":[{"term_id":2324,"user_id":11,"is_guest":0,"slug":"tarjih","display_name":"Tarjih Muhammadiyah","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d12eff454745c9dc377e47a1832f0522adf9f2b5c1aa6e8a4263026218d706ed?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Tarjih","last_name":"Muhammadiyah","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8409","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8409"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8409\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8409"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=8409"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=8409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}