{"id":8719,"date":"2022-07-29T19:06:44","date_gmt":"2022-07-29T11:06:44","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/07\/29\/dari-cerenti-ke-pulau-midai-mtt\/"},"modified":"2022-07-29T19:06:44","modified_gmt":"2022-07-29T11:06:44","slug":"dari-cerenti-ke-pulau-midai-mtt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=8719","title":{"rendered":"Dari Cerenti ke Pulau Midai \u2013 MTT"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif; font-size: 14pt;\">Judul buku: Dari Cerenti ke Pulau Midai<em> \u201cCerita Hidup H. Abbas dan Hj. Maryam\u201d<br \/><\/em>Penulis : Syamsul Anwar<\/span><br \/><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif; font-size: 14pt;\">Penerbit : IB Pustaka, PT Litera Cahaya Bangsa<\/span><br \/><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif; font-size: 14pt;\">Tanggal terbit : 1 Februari 2002<\/span><br \/><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif; font-size: 14pt;\">Tempat terbit : Yogyakarta<\/span><br \/><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif; font-size: 14pt;\">Tebal : xviii + 302 halaman<\/span><br \/><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif; font-size: 14pt;\">Nomor ISBN : 978-623-95535-6-2<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif; font-size: 14pt;\">Syamsul Anwar, guru besar UIN Sunan Kalijaga, banyak menulis tentang masalah-masalah di seputar Hukum Islam. Misalnya buku terakhir sebelum buku ini yang beliau tulis adalah <em>Fatwa Ramadan <\/em>\u00a0yang memuat fatwa-fatwa beliau menyangkut ibadah puasa Ramadan dan diterbitkan oleh IB Pustaka (2021). Kali ini Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid ini menulis tentang sejarah dan biogrtafi dalam buku berjudul <em>Dari Cerenti ke Pulau Midai: Cerita Hidup H. Abbas dan Hj. Maryam<\/em>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif; font-size: 14pt;\">Cerenti dan pulau Midai adalah dua negeri\u00a0 berjauhan. Yang pertama terletak di tengah-tengah pedalaman pulau Sumatera (Riau Daratan), dan yang kedua terletak di tengah-tengah Laut Natuna (Riau Lautan). Namun keduanya terkait erat dan dipertautkan satu sama lain oleh kisah-kisah kehidupan warganya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif; font-size: 14pt;\">Buku ini merekam cerita hidup H. Abbas dan Hj. Maryam yang telah menjalani kehidupannya hampir 1 abad. Keduanya adalah orang Kuantan, tetapi lahir di tempat berbeda. Abbas lahir dan dibesarkan di Cerenti, dan Maryam lahir di Midai, dibesarkan di Cerenti. Namun keduanya mencari peruntungan dan menjalani sebagian besar hidup mereka di pulau Midai sebagai perantau.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif; font-size: 14pt;\">Ada beberapa alasan mengapa rekaman cerita hidup ini perlu dibuat. <em>Pertama<\/em> adalah untuk mengabadikan kenangan kedua sosok tersebut, yang merupakan satu dari mata rantai yang mempertalikan dua negeri berjauhan itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif; font-size: 14pt;\"><em>Kedua<\/em> adalah bahwa sejarah hidup seseorang tidak hanya sejarah khusus bagi orang itu saja. Cerita hidup seseorang adalah juga cerita hidup satu kelompok masyarakat di mana orang itu menjadi bagiannya. Manusia adalah makhluk sosial yang hidup dalam kebersamaan dengan yang lainnya dalam suatu ruang sosio-budaya dan historis yang sama dan diikat oleh tradisi kultural\u00a0 yang sama pula. Walaupun di dalamnya terdapat keragaman, namun keragaman itu tidak dapat meniadakan unsur-unsur umum yang menjadi milik bersama komunitas tersebut. Oleh karenanya penulisan cerita hidup dua warga Midai ini juga dapat mewakili gambaran tentang masyarakat pulau Midai secara umum.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif; font-size: 14pt;\">Buku ini terdiri dari tiga bab. Bab pertama memuat deskripsi kondisi geografis dan klimatologis serta kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan agama kedua negeri tersebut, Cerenti dan pulau Midai. Bab kedua memuat sejarah pulau Midai secara lebih detail, tempat di mana banyak orang-orang Cerenti merantau dan di mana H. Abbas dan Hj. Maryam menghabiskan lebih dari setengah abad hidup mereka. Pulau ini mulai dibuka pada awal perempat terakhir abad ke-19 melalui projek <em>klappercultuur <\/em>(budidaya tanaman kelapa) dan <em>coprahandel<\/em> (perdagangan kelapa) yang diinisiani oleh beberapa pedagang Melayu dan khususnya oleh para bangsawan Kerajaan Riau-Lingga. Projek <em>klappercultuur <\/em>dan <em>coprahandel<\/em> ini berhasil membawa kemakmuran kepada penduduknya pada pertukaran abad ke-19 dan abad ke-20 hingga masa konfrontasi dengan Malaysia dengan kekecualian zaman pendudukan Jepang. Hal ini memancing Belanda untuk menguasainya secara efektif. Sebelum adanya projek tersebut, pulau-pulau yang terserak di Laut Cina Selatan ini, tidak menarik di mata Belanda. Bahkan mereka meramalkan bahwa pulau-pulau tersebut tidak mempunyai masa depan sehingga karena tidak urgen bagi kepentingan materiil kolonial. Namun pada awal abaad ke-20 mereka merevisi pandangannya dan karena itu mengambil alih kekuasaan atas kawasan tersebut setelah berhasil membubarkan Kerajaan Riau-Lingga ke mana pulau-pulau itu terbilang. Bab ketiga memuat cerita hidup kedua figur yang ditulis cerita hidup mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif; font-size: 14pt;\">Perlu dicatat bahwa meskipun judul buku ini mengesankan cerita tentang hidup H. Abbas dan Hj. Maryam, tetapi sesungguhnya banyak menguak dan menggali sejarah pulau Midai. Raja Chadidjah, istri Raja Alias yang menjadi <em>onderdistricthoofd<\/em> (amir\/camat) pulau Midai pertama, pada tahun 1925 mewakafkan sebagian hartanya di Tanjung Kapal, (sekarang Suak) Midai, untuk pembiayaan penyantunan fakir miskin Mekah dan penyediaan air bersih di Masjidil Haram dalam bentuk sabil. Ini adalah bagian yang unik dari sejarah sebuah pulau kecil, Midai, yang terpencil di tengah Laut Natuna, tetapi berpartisipasi dalam penyantunan di tempat lain yang jauh, Mekah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif; font-size: 14pt;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7706\" src=\"https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Cover-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai-226x300.png\" alt=\"\" width=\"226\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Cover-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai-226x300.png 226w, https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Cover-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai.png 750w\" sizes=\"auto, (max-width: 226px) 100vw, 226px\"\/><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7707\" src=\"https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Halaman-1-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai-186x300.png\" alt=\"\" width=\"186\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Halaman-1-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai-186x300.png 186w, https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Halaman-1-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai-635x1024.png 635w, https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Halaman-1-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai.png 750w\" sizes=\"auto, (max-width: 186px) 100vw, 186px\"\/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'times new roman', times, serif; font-size: 14pt;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7708\" src=\"https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Halaman-2-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai-226x300.png\" alt=\"\" width=\"226\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Halaman-2-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai-226x300.png 226w, https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Halaman-2-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai.png 750w\" sizes=\"auto, (max-width: 226px) 100vw, 226px\"\/><\/span><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7709\" src=\"https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Halaman-3-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai-225x300.png\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Halaman-3-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai-225x300.png 225w, https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Halaman-3-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai.png 750w\" sizes=\"auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px\"\/><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7710\" src=\"https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Halaman-4-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai-225x300.png\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Halaman-4-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai-225x300.png 225w, https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Halaman-4-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai.png 750w\" sizes=\"auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px\"\/><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7711\" src=\"https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Halaman-5-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai-225x300.png\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Halaman-5-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai-225x300.png 225w, https:\/\/tarjih.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Halaman-5-Buku-dari-Cerenti-ke-Pulau-Midai.png 750w\" sizes=\"auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px\"\/><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/tarjih.or.id\/book-review-dari-cerenti-ke-pulau-midai-cerita-hidup-h-abbas-dan-hj-maryam\/\">sumber berita dari tarjih.or.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Judul buku: Dari Cerenti ke Pulau Midai \u201cCerita Hidup H. Abbas dan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=8719\" title=\"Dari Cerenti ke Pulau Midai \u2013 MTT\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":8720,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[441],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2324],"class_list":["post-8719","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tarjih"],"authors":[{"term_id":2324,"user_id":11,"is_guest":0,"slug":"tarjih","display_name":"Tarjih Muhammadiyah","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d12eff454745c9dc377e47a1832f0522adf9f2b5c1aa6e8a4263026218d706ed?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Tarjih","last_name":"Muhammadiyah","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8719","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8719"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8719\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8720"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8719"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=8719"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=8719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}