{"id":9091,"date":"2022-08-05T11:36:21","date_gmt":"2022-08-05T03:36:21","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/08\/05\/cita-cita-pendidikan-kemuhammadiyahan-sejarahwan-um-bandung-ikhtiar-siapkan-generasi-pelanjut\/"},"modified":"2024-01-26T20:50:04","modified_gmt":"2024-01-26T12:50:04","slug":"cita-cita-pendidikan-kemuhammadiyahan-sejarahwan-um-bandung-ikhtiar-siapkan-generasi-pelanjut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=9091","title":{"rendered":"Cita-Cita Pendidikan Kemuhammadiyahan, Sejarahwan UM Bandung: Ikhtiar Siapkan Generasi Pelanjut!"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<div class=\"majalahpro-core-banner-beforecontent\"><a href=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Banner-2-Muktamar-48-Muhammadiyah-Aisyiyah.png\" width=\"\u201d468\u2033\" height=\"\u201d100\u2033\"\/><\/a><\/div>\n<p><strong>BANDUNGMU.COM<\/strong> \u2014 <a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/\">KH Ahmad Dahlan<\/a> adalah salah satu tokoh Islam Indonesia yang sangat sadar akan pentingnya pendidikan dalam masyarakat bawah guna mencapai perubahan hidup ke arah yang lebih baik.<\/p>\n<p>Hal ini terbukti bahwa empat tahun sebelum didirikannya organisasi <a href=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\/\">Muhammadiyah<\/a> tepatnya tahun 1908, KH Ahmad Dahlan telah melakukan pembaruan dalam bidang pendidikan. Beliau mendirikan sekolah formal di kampung Kauman, Yogyakarta.<\/p>\n<p>Jauh sebelum itu juga telah merintis pendidikan non formal di tempat yang sama (atau istilah sekarang dikenal dengan madrasah diniyah).<\/p>\n<p>Pendidikan bisa dikatakan sebagai wahana untuk mempersiapkan manusi dalam memecahkan problematika kehidupan di masa kini ataupun masa yang akan datang.<\/p>\n<p>Oleh kerena itu, sistem pendidikan yang baik harus disusun atas dasar kondisi lingkungan masyarakat, baik kondisi masa kini maupun masa yang akan datang.<\/p>\n<p>\u201cPerubahan kondisi lingkungan merupakan tantangan dan peluang yang harus direspon secara cepat dan tepat hingga memberikan nilai tambah,\u201d ujar sejarahwan dan Dosen UM Bandung Sopaat Rahmat Selamet SHum MHum.<\/p>\n<p>Dia juga mengatakan bahwa organisasi Muhammadiyah yang sejak didirikannya telah menegaskan bahwa sebagai gerakan Islam sudah tentu membutuhkan sumber daya manusia yang tidak sedikit dan berkualitas untuk meraih tujuannya.<\/p>\n<p><div class=\"gmr-embed-responsive gmr-embed-responsive-16by9 gmr-video-responsive\"><iframe loading=\"lazy\" title=\"Megahnya Gedung Dekat Masjid Al- Jabbar | Kampus Universitas Muhammadiyah Bandung\" width=\"1140\" height=\"641\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/12ER7lJyZOc?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<\/p>\n<p>\u201cMaksud dan tujuan berdirinya Muhammadiyah adalah \u201cmenegakan dan menjunjung tinggi agama Islam, sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Tujuan ini tidak mungkin bisa dipikul secara sendirian oleh pimpinan organisasi, tetapi diperlukan keterlibatan semua anggota dan masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sebagai sebuah peryarikatan setiap anggota organisasi memiliki kekuasaan dan hak yang sama dalam Muhammadiyah, yaitu hak menyampaikan pendapat, hak suara, hak memilih, dan dipilih.<\/p>\n<p>\u201cNamun yang perlu dijadikan catatran, tidak semua orang bebas masuk di Muhammadiyah, kecuali mereka yang mau mendukung cita-cita organisasi dan memahami hakikat dan tujuannya,\u201d jelas Kang Sopaat.<\/p>\n<h3>Cita-cita pendidikan Muhammadiyah<\/h3>\n<p>Muhammadiyah sebagai organisasi, memerlukan piranti pendukung yang terdidik dan militan serta memiliki kemampuan menggerakan roda organisasi.<\/p>\n<p>Hal inilah, menurut Kang Sopaat, yang menjadikan Muhammadiyah harus memiliki dan mencetak kader-kader sebagai upaya regenerasi yang mampu memikul tanggung jawab melanjutkan cita-cita Muhammadiyah.<\/p>\n<p>Kader adalah mereka yang diharapkan mampu menjadi penggerak roda organisasi Muhammadiyah, memikirkan, dan menyusun program perjuangan di masa yang akan datang.<\/p>\n<p>\u201cKarena terkait erat dengan organisasi Muhammadiyah, sudah berang tentu kader yang diharapkan itu adalah mereka yang benar-benar memahami hakikat Muhammadiyah. Pemahaman inilah yang kemudian akan diaplikasikan dalam <a href=\"https:\/\/lordsgymchurch.com\/advice-on-tren-cycle\/\" title=\"test tren cycle\" style=\"text-decoration:none;color:#333;\">test tren cycle<\/a> berbagai program kegiatan untuk melaksanakan tugas amar maruf nahyi munkar. Cita-cita mulia yang ingin dicapai oleh Muhammadiyah tersebut tentu memerlukan kader pemikir, penggerak dan pelaksananya,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Hal ini bisa terlaksana jika Muhammadiyah menyiapkan kader yang mempuni melalui pendidikan, baik di sekolah (formal) maupun di masyarakat.<\/p>\n<p>Dengan pendidikan semacam ini para kader akan mengerti dan memahami Muhammadiyah sebagai suatu organisasi dan gerakan Islam untuk berdakwah \u201camar makruf nahi munkar\u201d, serta gerakan tajdid yang selalu menyandarkan gerakannya kepada Al-Quran dan As-Sunnah Nabi Muhammad SAW.<\/p>\n<p>Jadi, yang dimaksud dengan pendidikan kemuhammadiyahan adalah salah satu upaya pimpinan Muhammadiyah untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada para keder dan anggotanya supaya mengerti tujuan dan cita-cita Muhammadiyah sebagai gerakan Islam.<\/p>\n<p>\u201cPendidikan merupakan ikhtiar Muhammadiyah dalam mempersiapkan generasi yang diharapkan mampu menjawab persoalan yang akan dihadapi Muhammadiyah di masa yang akan datang.\u201d pungkas dosen dan sejarawan UM Bandung ini.***<\/p>\n<div class=\"majalahpro-core-banner-aftercontent majalahpro-core-center-ads\"><!-- Composite Start --><\/p>\n<p><!-- Composite End --><br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/rotiyu.id\/?hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/iklan-roti-kotak.jpg\"\/><\/a><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id-ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><script async defer src=\"https:\/\/platform.instagram.com\/en_US\/embeds.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/cita-cita-pendidikan-kemuhammadiyahan-sejarahwan-um-bandung-ikhtiar-siapkan-generasi-pelanjut\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM \u2014 KH Ahmad Dahlan adalah salah satu tokoh Islam Indonesia yang <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=9091\" title=\"Cita-Cita Pendidikan Kemuhammadiyahan, Sejarahwan UM Bandung: Ikhtiar Siapkan Generasi Pelanjut!\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":9092,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[101,440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-9091","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kabar","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9091","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9091"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9091\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27187,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9091\/revisions\/27187"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9092"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9091"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9091"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9091"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=9091"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=9091"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}