{"id":9105,"date":"2022-08-05T15:37:12","date_gmt":"2022-08-05T07:37:12","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/08\/05\/wa-kepoh-pendongeng-legendaris-dari-tatar-sunda\/"},"modified":"2022-08-05T15:37:12","modified_gmt":"2022-08-05T07:37:12","slug":"wa-kepoh-pendongeng-legendaris-dari-tatar-sunda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=9105","title":{"rendered":"Wa Kepoh, Pendongeng Legendaris dari Tatar Sunda"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<div class=\"majalahpro-core-banner-beforecontent\"><a href=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Banner-2-Muktamar-48-Muhammadiyah-Aisyiyah.png\" width=\"\u201d468\u2033\" height=\"\u201d100\u2033\"\/><\/a><\/div>\n<p><strong>BANDUNGMU.COM\u00a0\u2013<\/strong> Wa Kepoh, pendongeng legendaris dari tatar Sunda, pendapat ini tidak berlebihan karena karya dan faktanya memang membuktikan hal tersebut.<\/p>\n<p>Bagi masyarakat <a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/\">Bandung<\/a> atau tatar Sunda khususnya mereka generasi zaman dulu, nama Wa Kepoh bukanlah nama yang asing. Nama aslinya yakni Drs H Ahmad Sutisna.<\/p>\n<p>Saat itu, pada sebuah radio terdapat acara drama atau dongeng radio yang begitu populer. Acara tersebut dibawakan oleh Akhmad Sutisna dengan nama radio <a href=\"https:\/\/www.nubandung.id\/\">Wa Kepoh<\/a>.<\/p>\n<p>Nama ini begitu melegenda karena punya suara yang sangat khas, selalu diingat, dengan pembawaan suara setiap karakter dongeng yang sungguh membuat pendengar beranggapan bahwa yang mendongeng itu orang yang berbeda-beda.<\/p>\n<p>Padahal, berbagai karakters suara tokoh-tokoh dalam dongeng yang dibawakan itu hanya dikeluarkan oleh satu orang saja yakni Wa Kepoh sendiri. Luar biasa memang. Pendongeng cerita berbahasa Sunda legendaris tersebut sudah meninggalkan dunua.<\/p>\n<h3>Sosok panutan<\/h3>\n<p>Wa Kepoh yang terkenal karena mendongengkan cerita pendekar berbudi baik dari tatar Sunda \u201cSi Rawing\u201d karya Yayat R, melalui stasiun radio di Bandung sekitar 1980 dan 1990-an, itu meninggal pada usianya menjelang 63 tahun pada 2013.<\/p>\n<p>Juru dongeng kahot, kelahiran Bandung 15 Januari 1951, itu merupakan sosok ayah panutan.<\/p>\n<div class=\"majalahpro-core-banner-insidecontent majalahpro-core-center-ads\">\n<div class=\"gmr-embed-responsive gmr-embed-responsive-16by9 gmr-video-responsive\"><iframe loading=\"lazy\" title=\"Megahnya Gedung Dekat Masjid Al- Jabbar | Kampus Universitas Muhammadiyah Bandung\" width=\"1140\" height=\"641\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/12ER7lJyZOc?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<\/div>\n<p>Selain tak kenal lelah dalam bekerja, Wa Kepoh juga konsisten dengan profesinya yang ternyata banyak memberikan manfaat bagi orang lain.<\/p>\n<p>Sosoknya yang banyak dinilai orang sebagai pekerja keras itu terlihat, meski dalam kondisi sakit, Wa Kepoh tetap ingin menuturkan cerita-cerita dongengnya.<\/p>\n<p>Wa Kepoh yang bisa memerankan banyak suara ini membuat peran dalam sandiwara radio begitu sentral.<\/p>\n<p>Suara anak, ibu, bapak, kakek-kakek, atau suara karakter apa saja, bisa diperankannya. Saking tenarnya ia sempat show keliling ke beberapa daerah.<\/p>\n<h3>Sukses diangkat ke layar lebar<\/h3>\n<p>Dongeng \u201cSi Rawing\u201d, misalnya, yang dibawakan Wa Kepoh setidaknya menjadi kenangan tersendiri bagi urang Sunda kala itu.<\/p>\n<p>Bayangkan, selain Persib yang menjadi aspek pemersatu masyarakat Sunda, dongeng ini pun seakan-akan menjadi media keakraban orang Sunda.<\/p>\n<p>Di mana-mana orang Sunda hampir semua mengenal dongeng tentang kisah pendekar dari tanah Sunda ini.<\/p>\n<p>Ceritanya hampir sama dengan film-film silat waktu itu yang diperankan Advent Bangun dan Barry Prima juga mirip dengan kisah dalam buku silat Kho Ping Ho atau Wiro Sableng.<\/p>\n<p>Memang, cerita silat waktu itu sedang tren. Kisah petualangan pendekar, kasih sayang, hingga nilai-nilai kehidupan ada terbungkus rapi dalam kisah dongeng \u201cSi Rawing\u201d.<\/p>\n<p>Masyarakat Sunda ketika itu seolah-olah kecanduan dongeng \u201cSi Rawing\u201d yang dibawakan Wa Kepoh.<\/p>\n<p>Bahkan, menurut cerita, banyak orang yang membawa radio transistor ke ladang, ke tempat kerja, agar tidak ketinggalan mendengarkan cerita \u201cSi Rawing\u201d.<\/p>\n<p>Tidak ingin rasanya pendengar ketinggalan satu episode pun kisah petualangan \u201cSi Rawing\u201d dalam menghadapi musuh-musuhnya.<\/p>\n<p>Walaupun waktunya tidak satu jam penuh karena kadang-kadang lama diselingi oleh iklan yang kebanyakan sudah di-blocking oleh sponsor utama.<\/p>\n<p>Uniknya, iklan sendiri dibawakan oleh Wa Kepoh dengan kepiawaiannya dengan aneka jenis suara. Wa Kepoh multitalenta.<\/p>\n<p>Suasana akan hening kalau si pencerita di radio atau pendongeng membeberkan kesedihan dalam cerita.<\/p>\n<p>Misalnya, tokoh dalam dongeng sedang mengalami masalah diganggu setan, kena santet, atau tersesat di hutan.<\/p>\n<p>Namun, bisa langsung berubah heboh ketika dalam dongeng terjadi pertarungan sengit dan habis-habisan.<\/p>\n<h3>Imajinasi lebih terasa<\/h3>\n<p>Efek dramatis dari dongeng radio, justru ketika terjadi duel keras. Sang tokoh dalam dongeng perang tanding dengan musuh, lengkap dengan segala jurus dan ilmu-ilmu kanuragan.<\/p>\n<p>Latar suara menjadi sedemikian panas lantaran diiringi dengan musik pencak silat (kendang rampag).<\/p>\n<p>Pendongeng pun heboh berkicau. Belum lagi ada pekikan menjerit, meraung, atau malah sumpah serapah.<\/p>\n<p>Tak jarang, dalam dongeng pun terbetik ucapan ucapan lucu yang menggerojok perut (untuk tertawa terbahak).<\/p>\n<p>Semua itu bisa dibawakan oleh satu orang pendongeng kahot Wa Kepoh. Sekarang memang zamannya sudah berubah, orang sudah sangat jarang mendengarkan dongeng di radio.<\/p>\n<p>Selain karena sudah sangat jarang stasiun radio menyiarkan dongen Sunda khususnya, juga orang-orang sudah teralihkan pusat hiburannya ke salura lain, Youtube misalnya.<\/p>\n<p>Di Youtube sendiri sebetulnya banyak sekali video atau rekaman suara dongen Sunda. Meskipun ada yang tidak full, tetapi dongeng Sunda yang dibawakan Wa Kepoh bisa kita dengarkan di sana. Kalau penasaran, silakan ketik saja di Youtube \u201cdongeng sunda wa kepoh\u201d.<\/p>\n<h3>Dongeng Sunda saat ini<\/h3>\n<p>Memang saat ini masyarakat sudah jarang mendengarkan radio. Saluran hiburan dan informasi bisa didapatkan dari berbagai platform.<\/p>\n<p>Meskipun ada pendengar radio, mungkin tidak semilitan tahun 1980-an atau 1990-an yang ketika itu radio seakan-akan menjadi primadona untuk mendengarkan musik dan dongeng (termasuk yang berbahasa Sunda).<\/p>\n<p>Namun, saat ini juga di Radio Cakra 90.5 FM setiap Senin-Sabtu menyiarkan dongeng Sunda. Pendongengnya yakni Kang Dora Dori, seorang seniman Sunda, penyanyi, dan juga penyiar senior.<\/p>\n<p>______________________________________________<\/p>\n<p>Sumber: Diolah dari berbagai sumber<\/p>\n<p>Editor: Feri A<\/p>\n<div class=\"majalahpro-core-banner-aftercontent majalahpro-core-center-ads\"><!-- Composite Start --><\/p>\n<p><!-- Composite End --><br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/rotiyu.id\/?hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/iklan-roti-kotak.jpg\"\/><\/a><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id-ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><script async defer src=\"https:\/\/platform.instagram.com\/en_US\/embeds.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/wa-kepoh-pendongeng-legendaris-dari-tatar-sunda\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM\u00a0\u2013 Wa Kepoh, pendongeng legendaris dari tatar Sunda, pendapat ini tidak berlebihan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=9105\" title=\"Wa Kepoh, Pendongeng Legendaris dari Tatar Sunda\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":9106,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[101,440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-9105","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kabar","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9105"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9105\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9105"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=9105"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=9105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}