{"id":9182,"date":"2022-08-06T19:45:22","date_gmt":"2022-08-06T11:45:22","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/08\/06\/mengenal-h-mutahar-penyusun-tata-cara-pengibaran-bendera-pusaka-dan-pencipta-lagu-hari-merdeka\/"},"modified":"2022-08-06T19:45:22","modified_gmt":"2022-08-06T11:45:22","slug":"mengenal-h-mutahar-penyusun-tata-cara-pengibaran-bendera-pusaka-dan-pencipta-lagu-hari-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=9182","title":{"rendered":"Mengenal H Mutahar, Penyusun Tata Cara Pengibaran Bendera Pusaka dan Pencipta Lagu &#8220;Hari Merdeka&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<div class=\"majalahpro-core-banner-beforecontent\"><a href=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Banner-2-Muktamar-48-Muhammadiyah-Aisyiyah.png\" width=\"\u201d468\u2033\" height=\"\u201d100\u2033\"\/><\/a><\/div>\n<p><strong>BANDUNGMU.COM \u2014 <\/strong>Setiap Agustus kita pasti sering mendengar lagu \u201cHari Merdeka\u201d kan? Tahukah kamu siapa sosok pencipta lagu tersebut? Ya, namanya adalah Sayyid Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad al-Muthahar.<\/p>\n<p>Tokoh yang lebih dikenal dengan nama H Mutahar ini merupakan tokoh negarawan pada masa-masa awal kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n<p>Dikutip dari laman bebas Wikipedia, Sabtu 06 Agustus 2022, tokoh nasional ini lahir pada 05 Agustus 1916 dan meninggal dunia 09 Juni 2004 dalam usia hampir 88 tahun.<\/p>\n<h3>Karya lagu<\/h3>\n<p>Namanya paling dikenal sebagai seorang komponis musik Indonesia, terutama untuk kategori lagu nasional dan kepanduan.<\/p>\n<p>Lagu ciptaannya yang populer adalah hymne Syukur (diperkenalkan Januari 1945) dan mars \u201cHari Merdeka\u201d (1946). Karya terakhirnya yakni \u201cDirgahayu Indonesiaku\u201d menjadi lagu resmi ulang tahun ke-50 Kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n<p>Lagu kepanduan ciptaannya, antara lain \u201cGembira\u201d, \u201cTepuk Tangan Silang-silang\u201d, \u201cMari Tepuk\u201d, \u201cSlamatlah\u201d, \u201cJangan Putus Asa\u201d, \u201cSaat Berpisah\u201d, dan \u201cHymne Pramuka\u201d.<\/p>\n<h3>Jejak karier<\/h3>\n<p>H Mutahar mengecap pendidikan setahun di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada periode 1946-1947, setelah tamat dari MULO B (1934) dan AMS A-I (1938).<\/p>\n<p><div class=\"gmr-embed-responsive gmr-embed-responsive-16by9 gmr-video-responsive\"><iframe loading=\"lazy\" title=\"Megahnya Gedung Dekat Masjid Al- Jabbar | Kampus Universitas Muhammadiyah Bandung\" width=\"1140\" height=\"641\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/12ER7lJyZOc?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<\/p>\n<p>Pada 1945 Mutahar bekerja sebagai Sekretaris Panglima Angkatan Laut RI di Yogyakarta, kemudian menjadi pegawai tinggi Sekretariat Negara di Yogyakarta (1947).<\/p>\n<p>Selanjutnya, ia mendapat jabatan-jabatan yang meloncat-loncat antardepartemen. Puncak kariernya sebagai pejabat negara barangkali adalah sebagai Duta Besar RI di Tahta Suci (Vatikan) (1969-1973).<\/p>\n<p>Ia diketahui menguasai paling tidak enam bahasa secara aktif. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Pejabat Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri (1974).<\/p>\n<h3>Kepanduan<\/h3>\n<p>H Mutahar aktif dalam kegiatan kepanduan. Ia adalah salah seorang tokoh utama Pandu Rakyat Indonesia, gerakan kepanduan independen yang berhaluan nasionalis.<\/p>\n<p>Ia juga dikenal anti-komunis. Ketika seluruh gerakan kepanduan dilebur menjadi Gerakan Pramuka, H Mutahar juga menjadi tokoh di dalamnya.<\/p>\n<p>Namanya juga terkait dalam mendirikan dan membina Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), tim yang beranggotakan pelajar dari berbagai penjuru Indonesia yang bertugas mengibarkan Bendera Pusaka dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI.<\/p>\n<h3>Paskibraka<\/h3>\n<p>Sebagai salah seorang ajudan presiden, H Mutahar diberi tugas menyusun upacara pengibaran bendera ketika Republik Indonesia merayakan hari ulang tahun pertama kemerdekaan pada 17 Agustus 1946.<\/p>\n<p>Menurut pemikirannya, pengibaran bendera sebaiknya dilakukan para pemuda yang mewakili daerah-daerah Indonesia. Ia lalu memilih lima pemuda yang berdomisili di Yogyakarta (tiga laki-laki dan dua perempuan) sebagai wakil daerah mereka.<\/p>\n<p>Pada 1967, sebagai direktur jenderal urusan pemuda dan Pramuka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, H Mutahar diminta Presiden Soeharto untuk menyusun tata cara pengibaran Bendera Pusaka.<\/p>\n<p>Tata cara pengibaran Bendera Pusaka disusunnya untuk dikibarkan oleh satu pasukan yang dibagi menjadi tiga kelompok.<\/p>\n<p>Kelompok 17 sebagai pengiring atau pemandu; kelompok 8 sebagai kelompok inti pembawa bendera; kelompok 45 sebagai pengawal. Pembagian menjadi tiga kelompok tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia.<\/p>\n<h3>Kehidupan pribadi<\/h3>\n<p>H Mutahar terlahir dari keluarga Arab-Indonesia yang mapan dan termasuk kelompok sayyid. Selama hidup ia tidak menikah, namun mempunyai delapan anak semang (6 laki-laki dan 2 perempuan).<\/p>\n<p>Sebagian merupakan \u201dse\u00adrahan\u201d dari ibu mereka\u2014yang janda\u2014atau bapak me\u00adreka\u2014beberapa waktu sebelum meninggal dunia.<\/p>\n<p>Ada pula bapak\/ibu yang sukarela menyerahkan anaknya untuk diakui sebagai anak sendiri. Semua sudah beru\u00admah tangga dan mempunyai 15 orang cucu (7 laki-laki dan 8 perempuan).<\/p>\n<p><strong>Meninggal dunia<\/strong><\/p>\n<p>H Mutahar meninggal dunia di Jakarta dalam usia hampir 88 tahun pada 9 Juni 2004 akibat sakit tua. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan.***<\/p>\n<p>____________________________________________<\/p>\n<p>Sumber: Wikipedia<\/p>\n<p>Editor: Feri A<\/p>\n<div class=\"majalahpro-core-banner-aftercontent majalahpro-core-center-ads\"><!-- Composite Start --><\/p>\n<p><!-- Composite End --><br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/rotiyu.id\/?hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/iklan-roti-kotak.jpg\"\/><\/a><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id-ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><script async defer src=\"https:\/\/platform.instagram.com\/en_US\/embeds.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/mengenal-h-mutahar-penyusun-tata-cara-pengibaran-bendera-pusaka-dan-pencipta-lagu-hari-merdeka\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM \u2014 Setiap Agustus kita pasti sering mendengar lagu \u201cHari Merdeka\u201d kan? <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=9182\" title=\"Mengenal H Mutahar, Penyusun Tata Cara Pengibaran Bendera Pusaka dan Pencipta Lagu &#8220;Hari Merdeka&#8221;\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":9183,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[101,440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-9182","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kabar","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9182"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9182\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9183"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9182"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=9182"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=9182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}