{"id":9310,"date":"2022-08-08T23:26:31","date_gmt":"2022-08-08T15:26:31","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/08\/08\/arbaun-kitab-kitab-hadis-model-arbaun-karya-ulama-nusantara\/"},"modified":"2022-08-08T23:26:31","modified_gmt":"2022-08-08T15:26:31","slug":"arbaun-kitab-kitab-hadis-model-arbaun-karya-ulama-nusantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=9310","title":{"rendered":"Arba&#8217;\u016bn Kitab-kitab Hadis Model Arba\u2019\u016bn Karya Ulama Nusantara &#8211;"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p><em>Arba\u2019\u016bn<\/em>, orang-orang pesantren tentunya tidak asing dengan kitab-kitab yang menjadikan \u201cangka\u201d sebagai judulnya. Misalnya, kitab <a href=\"https:\/\/www.nu.or.id\/pustaka\/al-manahij-al-shafiyyah-syarah-alfiyah-ibnu-malik-karya-ulama-nusantara-lPsnS\"><em>Alfiyyah <\/em>karya Ibnu Malik<\/a> (tentang gramatikal Bahasa Arab) atau <a href=\"https:\/\/www.kempek-online.com\/2020\/07\/biografi-ibn-ruslan-pencipta-nazam-zubad.html\"><em>Alfiyyah al-Zubad <\/em>karya Ibnu Ruslan<\/a> (tentang fikih Syafi\u2019i).<\/p>\n<p>Pun demikian dalam kajian hadis. Banyak ditemukan kitab-kitab yang judulnya berdasarkan angka. Umumnya, kitab hadis model ini mengambil angka <em><em>Arba\u2019\u016bn <\/em><\/em>(empat puluhan) sebagai nama atau judulnya. Satu kitab <em>Arba\u2019\u016bn <\/em>yang paling terkenal tentu saja karya Imam al-Nawawi (w. 676 H).<\/p>\n<h2>Kemunculan Kitab Hadis Model <em>Arba\u2019\u016bn<\/em><\/h2>\n<p>Imam al-Nawawi memang imam yang paling terkenal dalam karya hadis <em>Arba\u2019\u016bn<\/em>. Tetapi, dia bukanlah penulis pertama dengan model seperti itu. Dalam kitab <em>al-Mu\u2019\u012bn \u2018al\u0101 Tafahhum al-Arba\u2019\u012bn <\/em>disebutkan bahwa kitab <em>Arba\u2019\u016bn <\/em>telah terkenal sejak era ulama salaf atau <em>mutaqaddim\u012bn <\/em>(300 tahun pertama hijriyah).<\/p>\n<p>Mereka dalah Ibnu Mubarak (w. 181 H) yang tercatat sebagai alim pertama yang memulai penulisan kitab hadis <em>Arba\u2019\u016bn<\/em>. Tokoh hadis masyhur lainnya, yaitu al-Daruquthni (w. 995 M) dan al-Naisaburi (w. 1012 M) juga tercatat memiliki karangan kitab hadis model seperti ini (Ibnu Mulaqqin 2012, 62). Disebutkan pula hingga puluhan ulama telah memiliki kitab hadis <em>arba\u2019\u016bn<\/em>nya sendiri.<\/p>\n<p><em>Al-Arba\u2019<\/em><em>\u016b<\/em><em>n <\/em>karya Imam al-Nawawi sendiri sebenarnya hanyalah penerus dan pelengkap usaha yang telah dilakukan oleh alim sebelum beliau, yaitu Ibnu Shalah (w. 643 H). Imam al-Nawawi melengkapi 26 hadis yang telah dikumpulkan oleh Ibnu Shalah sehingga akhirnya berjumlah 42 hadis (Ibnu Mulaqqin 2012, 7).<\/p>\n<p>Kenapa kata Nusantara yang digunakan? <em>Pertama<\/em>, karena kata Nusantara, sebagaimana yang dijelaskan dalam KBBI, mengacu pada seluruh wilayah Kepulauan Indonesia. <em>Kedua<\/em>, beberapa penulis kitab <em>Arba\u2019\u016bn <\/em>hidup sebelum Indonesia merdeka. Sehingga, ulama Nusantara yang dimaksud mencakup mereka yang hidup di Kepulauan Indonesia, baik sebelum merdeka atau pun sesudahnya.<\/p>\n<p>Jika diurutkan secara kronologis, karya hadis <em>Arba\u2019\u016bn <\/em>pertama yang muncul di Nusantara diperkirakan pada awal abad ke-19 M. Mereka adalah Abu Ishaq Madyani, seorang alim asal Tuban, Jawa Timur. Menurut penelitian Agil Muhammad (2019, 56), karya <em>Arba\u2019\u016bn <\/em>Madyani ditulis sekitar tahun 1833 M dalam bentuk naskah yang tidak pernah dicetak.<\/p>\n<h2>Khazanah Nusantara<\/h2>\n<p>Kajian hadis di Nusantara mulai terkenal sejak era Muhammad Mahfudz al-Tarmasi (w. 1920 M). Ia dikenal sebagai salah seorang ahli hadis dari Nusantara yang memiliki dua jalur sanad hingga Imam al-Bukhari (Ulum 2019, 99). Karenanya, beliau diberi gelar <em>al-musnid al-h<\/em><em>\u0101fizh<\/em>. Karya hadis al-Tarmasi dalam model <em>arba\u2019<\/em><em>\u016b<\/em><em>n <\/em>diberi nama <em>al-Mihnah al-Khairiyyah f<\/em><em>\u012b Arba\u2019\u012bna Had\u012btsan min Ah<\/em><em>\u0101dits Khair al-Bariyyah<\/em>.<\/p>\n<p>Selain Madyani dan al-Tarmasi, ada juga KH. Hasyim Asy\u2019ari (w. 1947 M), sang Pendiri Nahdlatul Ulama, yang menulis kitab hadis model ini. Kitab mbah Hasyim tersebu diberi nama <em>Arba\u2019<\/em><em>\u016b<\/em><em>na Had<\/em><em>\u012btsan Tata\u2019allaqu bi Mab<\/em><em>\u0101d<\/em><em>\u012b Nahdhah al-\u2018Ulam<\/em><em>\u0101\u2019<\/em>.<\/p>\n<p>Di akhir abad ke-20 masehi ada juga seorang alim asal Padang, Sumatera Barat, yang memiliki karya hadis <em>arba\u2019<\/em><em>\u016b<\/em><em>n<\/em>. Beliau adalah Syekh Yasin al-Fadani (w. 1990), seorang ahli sanad hadis. Karya al-Fadani yang dimaksud diberi judul <em>al-Arba\u2019\u016bna <\/em><em>Had<\/em><em>\u012btsan min Arba\u2019\u012bna Kit<\/em><em>\u0101ban \u2018an Arba\u2019<\/em><em>\u012b<\/em><em>na Syaikhan<\/em>.<\/p>\n<p>Kitab atau karya <a href=\"https:\/\/ibtimes.id\/?s=hadis+Arba%E2%80%99%C5%ABn\">hadis <em>Arba\u2019\u016bn<\/em><\/a><em> <\/em>terbaru di Nusantara terbit pada tahun 2019 di Paser, Kalimantan Timur. Adalah sebuah karya yang berjudul <em>al-Arba\u2019\u016bn al-Buldaniyyah f\u012b al-Zuhd wa al-Riq\u0101q <\/em>karya Abdus Salam al-Naqari yang dimaksud.<\/p>\n<p>Al-Naqari mengakui bahwa karyanya terinspirasi dari tiga kitab <em>arba\u2019\u016bn <\/em>yang telah lebih dahulu ada, yaitu: (1) karya Ibnu \u2018Asakir; (2) karya Syekh Yasin al-Fadani, dan; (3) karya Syekh Usamah sayyid Mahmud al-Azhari (Al-Naqari 2019, 6).<\/p>\n<p>Jika ditinjau secara mendalam, karya al-Naqari adalah yang paling menarik, setidaknya menurut penulis pribadi. Sebab, hadis-hadis yang dihimpun oleh al-Naqari didapatkan dari tempat-tempat yang berbeda dari guru-guru yang berbeda serta dari sahabat-sahabat yang berbeda pula.<\/p>\n<p>Usaha ini tentunya hanya dapat disusun oleh seorang alim yang telah melakukan perjalanan ke mana-mana, menemui banyak guru, serta membaca banyak karya hadis untuk mendapatkan sanad.<\/p>\n<p>Melihat maraknya penulisan kitab hadis model <em>arba\u2019<\/em><em>\u016b<\/em><em>n <\/em>di Nusantara, bukan tidak mungkin masih ada beberapa karya yang belum terekspos. Dengan demikian, dapat terlihat dengan jelas bahwa Nusantara juga memiliki ulama hadis yang terkemuka.<\/p>\n<p><strong><em>Editor: Aida AL<\/em><\/strong><\/p>\n<div class=\"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft\"><a href=\"#\" rel=\"nofollow\" onclick=\"window.print(); return false;\" title=\"Printer Friendly, PDF &amp; Email\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" class=\"pf-button-img\" src=\"https:\/\/cdn.printfriendly.com\/buttons\/printfriendly-pdf-button.png\" alt=\"Print Friendly, PDF &amp; Email\" style=\"width: 112px;height: 24px;\"\/><\/a><\/div>\n<\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/ibtimes.id\/kitab-kitab-hadis-model-arbaun-karya-ulama-nusantara\/\">sumber ini berita dari ibtimes.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arba\u2019\u016bn, orang-orang pesantren tentunya tidak asing dengan kitab-kitab yang menjadikan \u201cangka\u201d sebagai <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=9310\" title=\"Arba&#8217;\u016bn Kitab-kitab Hadis Model Arba\u2019\u016bn Karya Ulama Nusantara &#8211;\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":9311,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[101,440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2325],"class_list":["post-9310","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kabar","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2325,"user_id":13,"is_guest":0,"slug":"ibtimes-id","display_name":"Ibtimes.id","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ddfcba50a81c483153313f64c939c18bea3fc7aaeb40ee764c3e4cb1e2177da?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9310","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9310"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9310\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9311"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9310"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=9310"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=9310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}