{"id":9767,"date":"2022-08-16T16:56:25","date_gmt":"2022-08-16T08:56:25","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/08\/16\/filsafat-cinta-bandungmu-com\/"},"modified":"2022-08-16T16:56:25","modified_gmt":"2022-08-16T08:56:25","slug":"filsafat-cinta-bandungmu-com","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=9767","title":{"rendered":"Filsafat Cinta &#8211; bandungmu.com"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<div class=\"majalahpro-core-banner-beforecontent\"><a href=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Banner-2-Muktamar-48-Muhammadiyah-Aisyiyah.png\" width=\"\u201d468\u2033\" height=\"\u201d100\u2033\"\/><\/a><\/div>\n<p><strong>BANDUNGMU.COM \u2014 <\/strong>Cinta merupakan rasa yang sangat pribadi. Hanya orang yang sedang merasakannya yang bisa menjelaskannya.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan filsafat cinta? Simak ulasan filsafat cinta dari Jakob Sumardjo berikut.<\/p>\n<p>Pada dasarnya semua ajaran agung dalam kepercayaan menekankan hukum cinta. Cinta itu menghidupkan. Benci itu menuntun kepada kematian.<\/p>\n<p>Cinta memberikan kedamaian. Kebencian merusakan dan mengacaukan. Cinta dan perdamaian, lover and peace, pernah menjadi semboyan kaum muda tahun 1970-an. Mereka muak terhadap perang dan kehancuran.<\/p>\n<p>Perang dan kehancuran digerakkan oleh naluri kebencian pada diri manusia. Karena iri hati, manusia membenci. Karena merasa disaingi, manusia membenci. Karena dikalahkan, manusia membenci. Karena dikecewakan, manusia membenci.<\/p>\n<p>Kebencian itu menuntun manusia kepada tindak kekerasan. Kekerasan itu mencapai klimaksnya dalam bentuk kematian yang kita benci. Kebencian itu merusak manusia, baik si pembenci maupun yang dibenci.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, maka para filosof sepanjang zaman mengajarkan hukum cinta bagi umat manusia. Cintailah orang lain. Cintailah alam semesta. Cintailah kebenaran. Cintailah keadilan. Cintailah kebaikan.<\/p>\n<p>Dengan cinta semacam itu, manusia akan hidup. Manusia akan mendapatkan kedamaian di dunia. Cinta demikian itu akan membuat dunia berjalan dengan normal. Cinta itu baik adanya.<\/p>\n<p>Mencintai orang lain adalah memasuki pribadi orang lain itu. Bagian diri kita menjadi bagian dari orang yang kita cintai.<\/p>\n<p>Kalau orang yang kita cintai menderita, kita pun ikut menderita. Kadang-kadang penderitaan kita lebih besar karena mengira penderitaan orang yang kita cintai itu juga besar.<\/p>\n<h3>Anugerah cinta<\/h3>\n<p>Kita ikut bahagia apabila orang yang kita cintai itu bahagia. Kita akan ikut merasakan hitamnya dosa dan kesalahan orang yang kita cintai.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, kita selalu sibuk setengah mati untuk menyelematkannya dari hukuman atas kesalahan yang diperbuatnya.<\/p>\n<p>Cinta itu memikirkan orang yang kita cintai dan bukan memikirkan diri sendiri. Seorang ibu memikirkan kebahagiaan anaknya. Pemimpin memikirkan kebahagiaan masyarakat yang diperintahnya.<\/p>\n<p>Mereka bahagia apabila dapat melihat orang yang mereka cintai itu bahagia. Itulah anugerah cinta yang paling besar. Untuk itu manusia perlu menyingkirkan kesenangannya sendiri.<\/p>\n<p>Dalam mencinta, manusia dapat mengorbankan kepentingan dirinya demi orang yang dicintai. Semakin besar pengorbanan dan penderitaannya, semakin agunglah nilai cintanya.<\/p>\n<p>Kita baru menyadari besarnya cinta seseorang ketika mengetahui betapa besar pengorbanan dan penderitaan yang dialaminya demi orang yang dicintainya.<\/p>\n<h3>Hakikat cinta<\/h3>\n<p>Dalam novel Jules Verne, \u201cMikhail Strogoff\u201d, kita diajak melihat penderitaan seorang ibu yang rela disiksa dan dibutakan matanya, semata-mata agar putranya diselamatkan dari tangkapan musuh.<\/p>\n<p>Cinta ibu ini amat agung dan mengagumkan. Ternyata ada cinta sebesar itu.<\/p>\n<p>Cinta dan pengorbanan kepentingan diri sendiri inilah hakikat cinta yang sebenarnya. Imbalah cinta yang demikian tak lain ikut bahagia melihat yang dicintainya bahagia.<\/p>\n<p>Seorang ibu ikut bahagia ketika anaknya tertawa riang. Seorang ibu akan menderita dan menangis kala menunggui anaknya yang sakit. Kalau diizinkan, biarkanlah yang sakit itu dirinya dan bukan anaknya.<\/p>\n<p>Si ibu hanya mau melihat anaknya bahagia dan rela menyediakan dirinya menggantikan penderitaan anaknya.<\/p>\n<p>Sikap cinta yang demikian dapat ditujukan kepada kekasih, kepada sesama manusia lain, kepada hewan, kepada alam semesta. Kita rela menderita dan berkorban demi kebahagiaan orang atau sesuatu yang kita cintai.<\/p>\n<p>Kaisar Cina kuno dikabarkan meninggalkan istrinya yang sedang melahirkan karena ia harus segera mengunjungi rakyatnya yang dilanda bencana banjir.<\/p>\n<p>Ia mencintai bayinya yang jelas akan lahir dengan selamat. Namun, ada cinta yang lebih besar, yakni cinta kepada rakyatnya yang menderita.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, kaisar ini merelakan kesenangan dirinya sendiri mempunyai bayi dan memilih menghibur rakyatnya yang menderita.<\/p>\n<h3>Sumber kehidupan<\/h3>\n<p>Kalau makna cinta semacam itu dijalankan manusia 10 persen saja, dunia dan manusia ini akan lebih baik 10 persen. Cinta membuat segalanya hidup dan tumbuh dengan baik.<\/p>\n<p>Cinta yang agung akan melahirkan kehidupan besar. Kedamaian besar. Cinta dapat mengalahkan kematian. Meskipun si pencinta telah mati, kenangan perbuatan cintanya akan tetap diingat oleh mereka yang dicintainya.<\/p>\n<p>Jadilah pencinta besar, sekurang-kurangnya dalam keluarga. Dalam lingkungan kerja. Dalama lingkungan tetangga. Cinta itu menjelmakan kedamaian. Cinta itu membuat manusia meningkat bobot kemanusiaannya.<\/p>\n<p>Hindarilah kebencian, kedengkian, sifat iri hati, persaingan, dan ingin menang sendiri. Semua itu hanya satu muaranya, yakni kebinasaan, kehancuran, dan kerusakan.<\/p>\n<p>Cinta itu membangun. Kebencian merusakkannya. Cinta itu membuat hidup damai. Hidup bertetangga damai.<\/p>\n<p>Kalau ada 10 orang yang mencinta dan orang 5 orang yang membenci, diharapkan keadaan ini dapat melenyapkan kebencian dari hati manusia.<\/p>\n<p>Artinya, 10 orang yang mencinta akan sanggup membuat 5 orang pembenci berubah menjadi baik.<\/p>\n<p>Namun, syarat cintai memang berat: bersedia meninggalkan kepentingan diri sendiri demi kepentingan orang yang kita cintai.***<\/p>\n<p>___________<\/p>\n<p>Sumber: Diolah dari \u201cOrang Baik Sulit Dicari\u201d<\/p>\n<p>Editor: Feri A<\/p>\n<div class=\"majalahpro-core-banner-aftercontent majalahpro-core-center-ads\"><!-- Composite Start --><\/p>\n<p><!-- Composite End --><br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/rotiyu.id\/?hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/iklan-roti-kotak.jpg\"\/><\/a><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id-ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><script async defer src=\"https:\/\/platform.instagram.com\/en_US\/embeds.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/filsafat-cinta\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM \u2014 Cinta merupakan rasa yang sangat pribadi. Hanya orang yang sedang <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=9767\" title=\"Filsafat Cinta &#8211; bandungmu.com\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":9768,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[101,440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-9767","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kabar","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9767","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9767"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9767\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9768"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9767"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9767"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=9767"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=9767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}