{"id":9987,"date":"2022-08-20T09:21:25","date_gmt":"2022-08-20T01:21:25","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/08\/20\/inilah-3-cara-untuk-menjadi-haji-mabrur-simak-penjelasannya\/"},"modified":"2022-08-20T09:21:25","modified_gmt":"2022-08-20T01:21:25","slug":"inilah-3-cara-untuk-menjadi-haji-mabrur-simak-penjelasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=9987","title":{"rendered":"Inilah 3 Cara untuk Menjadi Haji Mabrur, Simak Penjelasannya!"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div dir=\"auto\">\n<p>Oleh: <strong>Dikdik Dahlan Lukman, <\/strong><em>Pembimbing Haji &amp; Umroh Qiblat Tour dan Dosen UM Bandung<\/em><\/p>\n<p><strong>BANDUNGMU.COM \u2014<\/strong> Musim <a href=\"https:\/\/haji.kemenag.go.id\/v4\/\">haji<\/a> tahun 1443 H sudah berakhir dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Selepas itu umat Islam berburu kesempatan menunaikan ibadah umroh.<\/p>\n<p>Alhamdulillah tulisan ini pun tersaji ketika penulis sedang di tanah suci mengawali tugas di awal musim umroh 1444 H.<\/p>\n<p>Tiga kali penulis mendapatkan kesempatan membimbing <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Umrah\">umroh<\/a> di awal musim, tepat di pergantian setelah \u00a0tuntas penyelenggaraan haji seperti sekarang ini.<\/p>\n<p>Pada kali ketiga ini ternyata suasananya lain. Di dua kesempatan yang lalu, jamaah masih lengang.<\/p>\n<p>Bahkan di salah satunya pernah jamaah yang penulis bawa antri dengan tenang \u00a0tanpa berebut mencium hajar aswad.<\/p>\n<p>Suasana kali ini sudah seperti pertengahan musim, padat sekali. \u00a0Mungkin efek pembatasan sebelumnya karena wabah\u00a0 covid-19.<\/p>\n<h4><strong>Perbedaan haji dan umroh<\/strong><\/h4>\n<p>Secara bahasa, haji maupun umroh memang memiliki arti yang sama, yaitu berkunjung ke baitullah.<\/p>\n<p>Sehingga panjangnya antrian berhaji di beberapa negara termasuk Indonesia, menjadikan umroh sebagai alternatif \u00a0melepas rindu.<\/p>\n<p>Pun menunaikan hasrat untuk mengunjungi baitullah, kiblat sholat umat Islam seluruh penjuru dunia.<\/p>\n<p>Perbedaan umroh dan haji hanya terletak pada rukun dan kewajiban yang menyertainya.<\/p>\n<p>Selebihnya, Rasulullah Saw menyatakan bahwa\u00a0 ibadah umroh dapat menghapus dosa para pelakunya.<\/p>\n<p>Sedangkan bagi haji yang mabrur \u00a0tidak ada balasan yang pantas baginya, kecuali kenikmatan surga (HR Bukhari dan Muslim).<\/p>\n<h4><strong>Pengertian mabrur dan kata lain yang semakna<\/strong><\/h4>\n<p>Rasulullah Saw menyebut \u2018mabrur\u2019 bagi orang yang berhaji,\u00a0 karena memang demikianlah sabda beliau.<\/p>\n<p>Mabrur \u00a0terambil dari kata <em>al birr<\/em> yang berarti baik atau kebaikan. Sedangkan <em>al abror<\/em> adalah sebutan bagi orang yang berada di puncak kebaikan.<\/p>\n<p>Lihatlah penggalan doa ulil albab dalam surat Ali imron ayat 193 \u201c \u2026. <em>dan wafatkanlah beserta al Abror<\/em> \u201d yaitu orang orang yang sedang ada dalam puncak kebaikan.<\/p>\n<p>Banyak kata dalam bahasa Arab (Al Quran) yang artinya \u2018kebaikan\u2019 selain kata <em>al birr<\/em>.<\/p>\n<p><em>Al Husnu<\/em> berarti baik, <em>al ma\u2019ruf<\/em> juga baik, demikian juga dengan kata <em>thayyib<\/em>, <em>al khoir<\/em>, dan <em>as sholih<\/em>, semuanya dalam bahasa\u00a0 Indonesia berarti baik.<\/p>\n<p>Hanya saja secara khusus, Allah Swt memberikan penjelasan langsung terkait dengan makna sesungguhnya dari kata <em>al birr<\/em>.<\/p>\n<p>Penjelasan tersebut terdapat pada surat al Baqarah ayat 177:<\/p>\n<p>Allah berfirman : \u201c<em>Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan s<\/em><em>h<\/em><em>olat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan.<\/em> Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa\u201d.<\/p>\n<h4><strong>Dimensi kemabruran<\/strong><\/h4>\n<p>Berpijak dari \u00a0ayat ini, menurut Sayyid Qutub sedikitnya\u00a0 ada \u00a0tiga dimensi agar seseorang meraih <em>al birr<\/em>.<\/p>\n<p><em>P<\/em><em>ertama<\/em>, dimensi aqidah. Seseorang tersebut benar-benar beriman kepada Allah, para rasul, dan nabi atau dari <em>man aamana billahi<\/em> sampai <em>wan nabiyyin<\/em>.<\/p>\n<p><em>K<\/em><em>edua<\/em>, semakin kuat kepeduliaan sosialnya. Ia rela mengorbankan harta dan bendanya di jalan Allah atau <em>wa aatal maala<\/em> sampai <em>wa fir riqob<\/em>.<\/p>\n<p>Sedangkan yang <em>ketiga<\/em><em>,<\/em> membiasakan berbuat kebaikan, seperti bersabar, menepati janji, dan menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, bila setiap ibadah itu ingin makbul, termasuk di dalamnya ibadah haji dan umroh, maka ia harus menunjukkan ketiga dimensi tersebut. ***<\/p>\n<p>*Opini pernah terbit di koran Pikiran Rakyat<\/p>\n<\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id-ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/inilah-3-cara-untuk-menjadi-haji-mabrur-simak-penjelasannya\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dikdik Dahlan Lukman, Pembimbing Haji &amp; Umroh Qiblat Tour dan Dosen <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=9987\" title=\"Inilah 3 Cara untuk Menjadi Haji Mabrur, Simak Penjelasannya!\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":9988,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[101,440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-9987","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kabar","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9987","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9987"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9987\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9988"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9987"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9987"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9987"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=9987"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=9987"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}