Girimu.com – Kreativitas siswa MTs Muhammadiyah 10 Mojopetung (MATSAMULUH) kembali mencuri perhatian. Melalui kegiatan Karya Ilmiah Remaja (KIR), para siswa berhasil menciptakan produk perawatan tubuh alami berbahan limbah kulit nanas yang diberi nama SKUNAS (Scrub Kulit Nanas).
Inovasi ini lahir dari kepedulian siswa terhadap limbah organik yang selama ini sering terbuang percuma. Melalui eksperimen sederhana, mereka menemukan bahwa kulit nanas memiliki kandungan alami yang bermanfaat untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan menjaga kesehatan kulit.
Pembinaan KIR di MATSAMULUH sendiri dilaksanakan rutin setiap pekan dan diikuti 10 siswa yang memiliki minat di bidang penelitian dan karya ilmiah. Dari kegiatan tersebut, para siswa didorong untuk menghadirkan inovasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus bermanfaat bagi lingkungan.
Dalam proses pembuatannya, kulit nanas diolah bersama bahan alami lainnya hingga menjadi body scrub yang aman digunakan dan ramah lingkungan. Produk ini tidak hanya memiliki nilai manfaat, tetapi juga berpotensi menjadi produk bernilai ekonomis.
Pembina KIR, Intan Dina Fitria, mengapresiasi semangat para siswa dalam menciptakan inovasi berbasis limbah organik.
“Inovasi SKUNAS membuktikan bahwa limbah sederhana bisa diubah menjadi produk yang bernilai jika diolah dengan kreativitas dan kemauan belajar,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan penelitian seperti ini terus berkembang dan mampu melahirkan karya inovatif lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha bagi siswa.
Salah satu pengguna produk, Rizama Asma Marwah, mengaku merasakan manfaat setelah mencoba SKUNAS.
“Setelah sekali pemakaian, kulit terasa lebih halus dan tampak lebih cerah,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa inovasi pelajar tidak harus selalu berbasis teknologi tinggi. Melalui pemanfaatan limbah sederhana, siswa mampu menghadirkan solusi kreatif yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dengan hadirnya SKUNAS, MATSAMULUH berharap semangat inovasi dan kepedulian lingkungan terus tumbuh di kalangan generasi muda.
