Girimu.com — Komitmen SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik dalam meningkatkan kualitas pendampingan peserta didik kembali diwujudkan melalui Inspiring Teacher Training yang dikhususkan bagi seluruh wali kelas. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (10/7/2026) ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan memperkuat kompetensi wali kelas sebagai ujung tombak pembinaan karakter, akademik, dan kesejahteraan siswa.
Pelatihan diawali dengan sesi penguatan peran wali kelas yang disampaikan oleh Khinanjar Widiartama, SPd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Smamio. Dalam paparannya, ia menegaskan, wali kelas bukan sekadar administrator kelas, melainkan sosok pendamping yang hadir dalam setiap proses tumbuh kembang peserta didik.
“Keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh kualitas pendampingan yang mereka terima setiap hari. Wali kelas harus menjadi orang pertama yang mengenali kebutuhan, tantangan, dan potensi setiap anak,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Khinanjar memperkenalkan Standar Wali Kelas Hebat Smamio sebagai budaya kerja baru yang diharapkan menjadi komitmen bersama seluruh wali kelas. Standar tersebut meliputi kebiasaan memeriksa jurnal kelas setiap hari sebagai bentuk kontrol terhadap proses pembelajaran, memantau kehadiran siswa secara konsisten, mengingatkan siswa untuk menunaikan infak, memastikan pengisian tautan monitoring pembiasaan, mendampingi setiap kegiatan siswa, serta menjadi teladan dalam sikap, kedisiplinan, penampilan, dan pelaksanaan ibadah.
Budaya kerja ini diharapkan mampu menciptakan sistem pendampingan yang lebih terstruktur, responsif, dan berorientasi pada perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.
Memasuki sesi kedua, para wali kelas mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan mental melalui materi yang disampaikan oleh Ika Familasari, MPsi, Psikolog, Direktur Pusat Layanan Psikologi dan Konseling Smamio. Dengan pendekatan yang interaktif, ia mengajak para peserta mengenali tingkat stres yang dimiliki melalui proses refleksi diri sekaligus memahami berbagai faktor penyebabnya.
Tidak hanya membantu peserta mengenali kondisi psikologisnya, Ika juga membagikan berbagai strategi praktis dalam mengelola stres agar tetap mampu menjalankan tugas secara optimal. Menurutnya, wali kelas yang memiliki kesehatan mental yang baik akan lebih mampu membangun hubungan positif dengan siswa, menghadapi berbagai dinamika kelas secara bijaksana, serta memberikan pendampingan yang profesional.
“Wali kelas adalah tempat siswa bercerita, mencari solusi, dan mendapatkan dukungan. Karena itu, guru juga perlu menjaga kesehatan mentalnya agar mampu menjadi pendamping yang hadir dengan utuh bagi peserta didik,” jelasnya.
Melalui kegiatan Inspiring Teacher Training ini, Smamio berharap seluruh wali kelas semakin siap menjalankan perannya sebagai pendidik, pembimbing, sekaligus teladan yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif dan penuh kepedulian. Semangat kolaborasi, kepedulian, dan profesionalisme yang dibangun dalam pelatihan ini diharapkan menjadi energi baru dalam mewujudkan layanan pendidikan yang unggul serta mendukung setiap siswa meraih prestasi dan masa depan terbaiknya. (*)







