GIRIMU.COM – Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) MI Muhammadiyah 1 Gumeno, Manyar, Gresik mengajak anak-anak untuk sadar adanya keutamaan memberi dan pentingnya menyucikan harta dengan zakat, pada Senin (9/3/2026).
Zakat merupakan rukun Islam yang ketiga dan juga hal yang wajib bagi umat Islam yang bertujuan membersihkan diri dan hartanya. Pada kegiatan PKDA ini, materi pertama dibuka dengan memperkenalkan zakat kepada anak-anak kelas 3-6 yang disampaikan oleh Minal Abidin Mansyur, Manajer Lazismu Kabupaten Gresik. Ia menyajikan materi dengan menyuguhkan video tentang sahabat Nabi Muhammad SAW yang enggan membayar zakat setelah diberi kekayaan.
Anak-anak begitu antusias dan menyimak dengan seksama kisah tersebut. Terpantau, ada yang melihat sembari mata yang perlahan terkatup. Ada pula yang menyaksikan dengan fokus. Pada video tersebut, dikisahkan perjalanan Tsa’labah yang hidup dalam kemiskinan dan menjadi sahabat yang taat beribadah, sampai -sampai saat salat pun baju yang dikenakan harus bergantian dengan istrinya. Hingga akhirnya Tsa’labah mendatangi Rasulullah SAW dan meminta didoakan untuk diberi kekayaan. Kemudian Rasulullah SAW memberinya seekor kambing lalu beranak pinaklah kambing tersebut hingga Tsa’labah menjadi kaya raya.
Akan tetapi, kekayaan yang diterima Tsa’labah itu mengalahkan sisi taatnya hingga ia enggan membayar zakat. Sampai akhirnya, Rasulullah SAW mengutus dua sahabatnya untuk mengambil zakat dari Tsa’labah, namun ia menolak hingga Allah SWT melarang Rasulullah SAW menerima zakat darinya.
“Hal ini menjadi peringatan, bahwa sekaya apa pun manusia, tidak boleh meninggalkan hal yang wajib,” ujar Abidin.
Kisah tersebut memberikan hikmah kepada anak-anak, bahwa dalam harta yang kita punya tentu ada hak milik orang lain. Agar harta tersebut membawa keberkahan dan kesucian untuk pemiliknya, maka setiap tahunnya diharuskan untuk mengeluarkan zakatnya, baik anak-anak maupun yang sudah tua. Abidin, juga mengajak anak-anak untuk peduli dengan sesama dengan cara memberi.
Pada beberapa sesi materi, Abidin juga memberi anak-anak reward setelah menjawab pertanyaan yang diberikan. Antusias anak-anak semakin tinggi saat tahu reward yang diberikan. Hal tersebut berlangsung hingga akhir materi dan ditutup oleh Arinda Nur Sakinah selaku pembuka acara PKDA. (*)



