GIRIMU.COM — Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah dan Kebangkitan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik, Selasa (18/11/2025) berlangsung sederhana, namun sarat makna. Di balik acara itu, terdapat tim Kader Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang sigap dan siap menolong peserta yang sakit.
“Tim Kader UKS SD Almadany terdiri atas 6 murid kelas IV dan 6 dari murid kelas V,” ujar Nur Annisa, SPdGr, PIC UKS SD Almadany.
Nur Annisa menekankan kerja ikhlas dan penuh tanggung jawab kepada seluruh tim kader UKS setiap akan bertugas. Tidak hanya pada upacara Milad dan Kebangkitan HW hari ini saja hal itu terlihat. Pada upacara Hari Pahlawan pekan lalu, mereka pun menunjukkan keikhlasan dan tanggungjawab yang tinggi dalam memberikan pertolongan kepada kawan-kawannya yang sakit.
Berikut Tim Kader UKS SD Almadany:
Kelas IV:
1. Muhammad ihsan Al Habsy
2. Nafilah Aisyah Arif
3. Zahra Humairah
4. Izzatun Nisa Yumnaira
Shezan Arsyila Putri
5. Adiba Nabila Zhafira
6. Arya Bumi Manggala Putra
Kelas V:
1. Muhammad Abid Aqila P.
2. Muhammad Khalif Sakha
3. Muhammad Ilyas
4. Fenza Adelia M.
5. Inara Fataniah Sashikirana
6. Arina Salsabila
Salah satu Kader UKS, Inara Fataniah Sashikirana, menuturkan kesannya saat menolong dan bertugas. Katanya, rata-rata kawan-kawannya yang ia tolong merasa pusing dan mual. Sesaat setelah menemukan kawan yang sakit atau mendapat kode jika ada yang sakit, segera ia berlari ke arah si sakit. Jika masih bisa berjalan ia akan menuntun si sakit menuju kelas terdekat yang dijadikan pos kesehatan sementara.
Setelahnya, ia kembali menuju ke pos tempat dia bertugas. Ia menyampaikan, sejak upacara diadakan di lapangan gedung Banun Mansur, jumlah yang sakit cukup tinggi. Maklum di lokasi ini intensitas sinar matahari cukup terik dibanding di halaman gedung Amanullah Adnan yang terlindung gedung maupun rindang dedaunan pohon pule.
Murid kelas V yang juga Kepala Kedisiplinan (Kadis) sekolah ini berharap, kawan-kawannya yang tergabung dalam Tim Kader UKS semakin meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Karena, menurutnya, saat ini mereka tengah di tempat kuat menjadi tenaga medis, siapa tahu nanti cita-citanya menjadi dokter kesampaian.
Di dalam pos kesehatan sementara, murid yang sakit langsung diterima Annisa. Mereka diminta duduk seraya kakinya diluruskan sembari digosok minyak kayu putih atau minyak angin. Setelah beberapa saat, satu per satu murid yang sakit kembali sehat dan kembali ke barisan. (*)
Kontributor: Mahfudz Efendi
