Kadisdik Gresik dalam Special Moment Berlian Primary School: Tahukah Berlian yang Paling Berharga di Dunia?

Reporter: Waviq Amiqoh

Berita Sekolah90 Dilihat

Girimu.com — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr S. Hariyanto, SPd, MM, mengajak para orang tua untuk menempatkan pendidikan dan pembinaan karakter anak sebagai prioritas utama. Pesan itu disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam kegiatan Special Moment #12 Kelas VI SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School) bertema Embracing Tomorrow: A New Chapter Unfolds di Ballroom Aston Gresik Hotel and Conference Center, Ahad (7/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Hariyanto menegaskan, bahwa nilai seorang anak jauh lebih berharga dibandingkan harta benda apa pun, termasuk berlian yang bernilai miliaran rupiah.

“Jika memiliki satu kilogram berlian, tentu kita akan menyimpannya di tempat paling aman dan paling istimewa. Namun, anak-anak yang dititipkan Allah kepada kita jauh lebih berharga daripada itu. Karena itu, sudah seharusnya mereka dijaga, dididik, dan dibimbing dengan sebaik-baiknya,” ujarnya di hadapan ratusan siswa dan wali murid.

Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari para peserta yang memadati ruang acara. Hariyanto kemudian mengajak para orang tua untuk mensyukuri amanah besar yang diberikan Allah berupa kehadiran anak-anak dalam keluarga. Menurutnya, Al-Quran telah memberikan teladan tentang pola pendidikan keluarga yang berhasil melahirkan generasi unggul. Ia mengutip Surat Ali Imran ayat 33 sebagai salah satu landasan penting dalam membangun karakter anak.

Hariyanto menjelaskan, salah satu kunci keberhasilan pendidikan keluarga Nabi Ibrahim AS adalah mendahulukan perintah Allah dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut, katanya, dapat diwujudkan melalui kebiasaan ibadah yang ditanamkan sejak dini. Untuk menguatkan pesan tersebut, ia mengajak siswa berdialog langsung. Ketika menanyakan siapa yang dibangunkan orang tuanya untuk melaksanakan salat Subuh, puluhan siswa serentak mengangkat tangan dan maju ke depan panggung.

“Mantap, ini luar biasa. Terima kasih kepada ayah dan bunda yang telah membangun kebiasaan baik dalam keluarga. Inilah fondasi utama yang akan membentuk anak-anak hebat di masa depan,” katanya.

Momen menarik terjadi ketika Hariyanto meminta salah seorang siswa menyampaikan hadiah yang paling diinginkan dari orang tuanya. Atharizz Dzakia Daffa Bramantyo, siswa kelas VI Biomedic, menjawab bahwa dirinya mengharapkan doa terbaik untuk masa depannya. Jawaban tersebut mendapat apresiasi khusus dari Hariyanto. Ia menilai, respons siswa itu menunjukkan bahwa budaya akhlak dan nilai spiritual telah tumbuh dengan baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

“Anak-anak yang menginginkan doa terbaik dari orang tuanya menunjukkan, bahwa mereka memahami makna kesuksesan yang sesungguhnya. Yang mereka cari bukan semata-mata materi, tetapi keberkahan dan dukungan orang tua,” tuturnya.

Menutup sesi motivasi, Hariyanto berpesan agar para lulusan tetap rendah hati saat meraih cita-cita. Ia juga mengajak siswa untuk terus menghormati dan berbakti kepada kedua orang tua.

“Saya doakan kalian menjadi generasi yang sukses, cita-citanya tercapai, tetap tawadhu, serta tumbuh menjadi anak-anak yang saleh dan salehah. Setelah acara ini, temui ayah dan bunda, cium tangan mereka, lalu ucapkan terima kasih,” pesannya.

Kegiatan Special Moment #12 menjadi salah satu rangkaian pelepasan siswa kelas VI Berlian Primary School yang tidak hanya menandai akhir masa pendidikan dasar, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi berkarakter, berprestasi, dan berakhlak mulia. (*)

 

Editor