GIRIMU.COM — Suasana Perguruan Muhammadiyah Cerme nampak lebih hidup pada Ahad pagi (25/1/2026). Ratusan jamaah yang terdiri atas pimpinan dan anggota Cabang Muhammadiyah Cerme, para simpatisan, hingga dewan guru Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) berkumpul dengan khidmat untuk mengikuti Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cerme.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Majelis Tabligh PCM Cerme. Suasana sempat pecah dengan tawa dan semangat ketika pemateri mengawali sesi dengan pantun yang menggelitik: “Ikan selam ikan sepat, kalau salam dijawab belum semangat, boleh dong diulang lagi!”
Hadir sebagai pembicara utama, Ustadz Misbahul Huda, Penasihat PCM Gayungan, Surabaya, yang juga Rektor Universitas Al Falah. Dalam prolognya, ia mengingatkan, bahwa majelis ilmu adalah tempat yang sangat dimuliakan oleh Allah dan dihadiri oleh para malaikat, sehingga jamaah yang hadir senantiasa dilimpahi rahmat yang berlimpah.
Misbahul menekankan pentingnya menjaga kesehatan spiritual di tengah dunia yang mulai tidak seimbang. Kerusakan alam dan bencana yang terjadi saat ini, menurutnya, adalah akibat dari keserakahan manusia.
Dalam materi inti selama 45 menit, Ustadz Misbahul Huda mengajak jamaah untuk mengubah perspektif atau kacamata dalam memandang ujian.
* Ujian vs Nikmat: Ujian yang mendekatkan kita kepada Allah adalah anugerah. Sebaliknya, nikmat besar yang menjauhkan kita dari Allah justru merupakan ujian yang membahayakan.
* Kekuatan Syukur: Ia mengajak jamaah merenungkan hal-hal kecil.
“Sudahkah kita mengucap Alhamdulillah saat bangun pagi? Bisa sekadar minum kopi atau membuang angin dengan lancar adalah nikmat luar biasa,” pesannya.
* Jangan Sombong: Saat menghadapi masalah keluarga, jangan hadapi dengan akal dan kesombongan semata.
“Jangan seperti anjing ketika menghadapi tuannya. Mintalah kekuatan kepada Allah, karena Allah bersama orang-orang yang sabar.”
Resep Hidup Bahagia: Rumus 2-7
Ustadz Misbahul juga membagikan tips praktis untuk menjaga hubungan sosial dan kesuksesan karier. Menurutnya, karier yang melesat seringkali bukan hanya karena kepintaran, melainkan kematangan spiritual.
* Sabar dan Syukur: Iman itu sederhana; separuhnya adalah sabar dan separuhnya adalah syukur. Keduanya adalah pintu masuk surga.
* Kepedulian Sosial: Mengutip Ali Imron: 113, ia menekankan pentingnya sedekah dan peduli pada krisis orang sekitar, terutama di tengah daya beli masyarakat yang sedang menurun.
* The Power of Praise: Jika tidak bisa membantu dengan harta, bantulah dengan pujian atau apresiasi.
* Senyum 2-7: Tersenyum dengan menarik bibir 2 cm ke kanan dan kiri, lalu tahan selama 7 detik.
Menutup kajian, ia mengutip pesan dari Aa Gym, bahwa kemarahan yang sering muncul adalah tanda rendahnya ilmu.
“Jangan hadapi dunia dengan amarah. Perbanyaklah istighfar,” tutupnya.
Setelah rohani dikenyangkan dengan ilmu, para jamaah diajak untuk memanjakan jasmani melalui sarapan pagi bersama. Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Cerme telah menyiapkan nasi kotak bagi seluruh jamaah, memperkuat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga Muhammadiyah. (*)
Kontributor: Mardiyana Zulifah





